Connect with us

Opini

Dampak Negatif Togel Online Bagi Pemain

Published

on

Dampak Negatif Togel Online Bagi Pemain

Togel merupakan salah satu jenis perjudian yang cukup marak di Indonesia. Permainannya yang cukup simpel, dibumbui iming-iming hadiah uang yang besar, membuat jenis judi ini cukup populer di Indonesia.

Jika ditelusuri lebih jauh ke belakang, togel online sendiri merupakan permainan judi yang sebenarnya berasal dari negara yang memiliki lambang nasional bernama Merlion. Togel juga lebih dikenal dengan toto. Selain itu, permainan judi togel ini juga cukup banyak dimainkan di beberapa negara.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, permainan togel kini dapat diakses dan dimainkan secara online. Sudah banyak sekali situs judi online yang menawarkan jasa bermain togel online. Dengan akses yang lebih mudah untuk bermain lotere ini dan juga jumlah hadiah yang menggiurkan.

Jumlah penikmat judi online juga semakin bertambah yang satu ini. Namun dibalik semua itu, ternyata bermain togel online saja bisa memberikan sejumlah dampak negatif. Melalui postingan kali ini, kami akan mengurai sedikit tentang dampak negatif dari togel online yang patut anda pertimbangkan jika anda mempunyai niat untuk memainkan permainan judi yang satu ini. Berikut ulasan lengkapnya, diantaranya:

Apa Saja Dampak Negatif Togel Online Bagi Pemain?

Kecanduan Parah

Salah satu dampak yang akan dirasakan orang yang bermain judi online adalah kecanduan. Orang yang cukup familiar dengan permainan judi online apapun, termasuk togel online, biasanya akan kesulitan untuk meninggalkan kebiasaan bermainnya. Apalagi jika pemain judi terkait sudah mencicipi hasil dari memainkannya, akan semakin sulit bagi orang tersebut untuk meninggalkan permainan judi togel online ini.

Masalah kesehatan mental

Tahukah Anda kalau pemain judi online juga berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental? Berdasarkan data yang dimuat di harian surat pada tahun 2018, tercatat ada 30 ribu keluhan setiap tahun di Inggris terkait banyaknya penjudi yang mengalami kondisi kesehatan mental yang memprihatinkan.

Tak hanya itu, ada sejumlah penelitian yang telah melakukan penelitian tentang kesehatan mental pada pemain judi. Salah satu hasil yang mengejutkan dari penelitian ini adalah bahwa 250 dari 650 penjudi online di usia muda mencoba bunuh diri setiap tahun karena masalah kesehatan mental. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa bermain judi online berpotensi berdampak negatif pada kesehatan mental.

Bahaya Penipuan

Bahaya bermain togel yang juga bisa mengancam adalah kemungkinan terjadinya penipuan. Saat ini banyak sekali situs judi online palsu yang bertebaran di pencarian Google. Situs judi online tidak tepercaya atau palsu cenderung menerapkan permainan yang merugikan pemainnya, sehingga kemungkinan kalah taruhan sangat tinggi. Bahkan jika seorang pemain memenangkan taruhan, tidak ada jaminan bahwa hadiah uang akan masuk ke akun pemain.

Bagaimana Tindakan dalam Permainan Togel Online?

Rawan Tindakan Pencurian Data Pribadi

Tak kalah mengkhawatirkan risiko scam atau penipuan, pencurian data pribadi juga menjadi bahaya yang mengancam orang yang bermain togel online. Pencurian data pribadi ini bisa terjadi saat pemain mendaftar di situs judi online.

Biasanya pada saat pendaftaran, situs judi akan meminta Anda untuk memasukkan nama, nomor telepon, email, rekening bank dan informasi lainnya. Data pribadi pemain yang dikumpulkan ini dapat disalahgunakan atau bahkan dijual kepada pihak tertentu.

Serangan Malware ke Komputer

Sebagian besar pemain judi online mengakses situs judi online menggunakan komputer, karena kebanyakan situs judi tersebut memiliki tampilan yang kurang mobile friendly. Di situs judi ini sendiri sudah banyak dipasang iklan, baik di bagian atas bahkan kiri kanan website.

Iklan yang dipasang kemungkinan besar berisi skrip tertentu yang merupakan malware dan merusak komputer Anda. Bahkan, Anda juga memiliki skrip yang membuat komputer mengunduh perangkat lunak ilegal tertentu tanpa sepengetahuan pemiliknya. Dalam banyak kasus, pemain yang kecanduan bermain togel online akan mencoba berbagai cara untuk ikut bertaruh meskipun harus meminjam uang dari keluarga atau orang lain.

Jika hal ini terus berlanjut maka dipastikan orang tersebut akan bermasalah dengan hutang di kemudian hari. Saat bermain game judi online tentunya akan membutuhkan kuota internet. Situs judi online biasanya memuat iklan yang cukup banyak dan beberapa diantaranya adalah iklan autoplay.

Jenis iklan video ini akan menghabiskan kuota internet Anda dengan cepat. Akibatnya, biaya belanja untuk membeli kuota internet juga meningkat. Itulah beberapa dampak negatif dari togel online yang mengancam para pemainnya. Bermain judi online sesekali untuk bersenang-senang sebenarnya adalah hal yang sah untuk dilakukan.

Namun, Anda harus mengetahui batasan Anda dan tidak melakukannya terlalu sering. Demikian yang dapat kami jelaskan tentang dampak negatif pada pemain togel online, semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengulas Sejarah Di Balik Permainan Poker

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Opini

Begini Jadinya Jika Kamu Sering Bermain Poker Online

Published

on

Beginiliah Jadinya Jika Kamu Terlalu Sering Bermain Poker Online

Berhentilah bermain judi online, sebab menyengsarakan hidup kamu!! Stop judi online!!- Seiring dengan tumbuh nya jaman tekhnologi di indonesia, judi online juga mulai meramaikan pasar perjudian secara internasional dengan memakai jaringan internet.


Banyak tipe judi online yang menggiurkan serta menjanjikan keuntungan pagi para pemain yang realitas nya bukan berikan keuntungan malah membuat kita terlilit hutang di karnakan kerap kalah judi online. Judi poker online merupakan salah satu tipe togel yang dapat kita mainkan secara online serta nyaman karna tidak ketahuan oleh penegak hukum di indonesia. Poker ialah tipe judi yang tidak asing lagi di golongan warga indonesia.

Stop judi online dari saat ini!! Dari pada deposit terus yang telah tidak terhitung berapa banyak duit kamu ludes, pakai duit kamu saat ini buat memakai aplikasi atm ponsel yang dapat menciptakan duit 100juta dalam sebulan, ini real!! Hapus dari fikiran kamu buat menang jackpot poker online, seluruh pembodohan!!
Secara teknologi poker online ini merupakan produk cacat dalam makna server tidak bagus serta banyak kecurangan di dalam game poker online tersebut.


Bisa jadi kamu sempat merasakan kejanggalan dalam bermain Poker Online, contoh kala kamu percaya menang dengan kartu yang Bagus malah kalah dengan kartu rendah kala ALL- IN kepunyaan pemain lain. Sangat kerap perihal semacam ini terjalin serta memunculkan persoalan dalam hati kita, Mengapa ia berani turut all- in dengan kartu yang rendah, serta percaya sekali hendak memenangkan jackpot dengan kartu serendah itu.

siapakah ia…?? apakah ia yang owner aplikasi permainan online tersebut, ataupun ia merupakan pegawai/ oprator permainan tersebut yang pula turut bermain. aku pula tidak ketahui tentang kebenaran nya serta tidak brani bermain di web web poker online yang terdapat di indonesia.

Cara Berhenti Bermain Poker Online Paling Ampuh

coba kamu renungkan kembali, sepanjang kamu bermain poker online, berapa kali kamu menang, berapa kali kamu kalah, total kemenangan, serta total kekalahan, ayo berhitung!! Lakukanlah hal ini untuk berhenti dari poker online

Menata rumah idaman kamu

Waktu luang merupakan momen yang tepat untuk menata rumah idaman Kamu. Setelah Kamu sibuk bekerja dan hampir tidak memiliki waktu untuk menata rumah, maka ketika Kamu memiliki waktu luang bisa dimanfaatkan untuk menata situasi rumah. Mulailah terlebih dahulu dari membersihkan halaman depan rumah agar terlihat lebih rapih dan tidak menganggu kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, halaman rumah yang tertata bersih juga akan mengurangi kelembapan yang bisa membuat udara menjadi lebih kotor dan tidak nyaman. Lanjutkanlah dengan mulai menata bagian dalam rumah Kamu. Rapihkan dan sisihkanlah barang-barang yang sudah tidak Kamu pakai. Sumbangkanlah barang tersebut apabila masih layak untuk digunakan oleh orang lain.

Mengatur keuangan

Waktu yang paling tepat untuk mengatur keuangan adalah saat Kamu sedang lenggang dan tidak dibebani oleh pikiran pekerjaan lainnya. Kamu bisa dengan lebih leluasa untuk menghitung dan memikirkan apa saja yang dibutuhkan oleh Kamu dan keluarga selama beberapa waktu ke depan.

Pikirkan dan aturlah keuangan dengan menggunkanan kepala dingin agar Kamu bisa menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan mengenai keuangan Kamu. Usahakan agar selama masa karantina virus corona Kamu harus menyiapkan kebutuhan pokok yang mencukupi. Belanjalah secukupnya agar anggaran finansial tidak menjadi berantakan dan hindari untuk melakukan panic buying.

Membersihkan rumah secara detail

Waktu luang merupakan saat yang tepat untuk membersihkan rumah Kamu secara mendetail. Mulailah dengan membersihkan debu-debu yang menempel pada perabotan hingga plafon rumah Kamu. Gantilah seprei kasur Kamu agar bakteri dan tungau tidak dapat tumbuh dan membuat Kamu menjadi sakit. Bersihkan juga kamar mandi dengan baik agar tidak menjadi tempat yang lembap dan ditumbuhi oleh lumut.

Bersihkan juga kipas angin atau filter pendingin udara yang ada pada rumah dari debu. Rumah yang bersih adalah rumah yang nyaman. Dengan menjaga kebersihan rumah Kamu juga bisa berperan untuk mengurangi terjadinya kemungkinan penularan virus corona pada keluarga Kamu.

Memperbaiki barang rusak

Memperbaiki barang yang rusak memang bukan merupakan tugas yang mudah. Namun apabila Kamu memiliki waktu luang yang banyak maka tidak ada salahnya bagi Kamu untuk belajar memperbaikinya sendiri. Selain melatih keterampilan tangan, dengan Kamu juga bisa jadi menghemat pengeluaran untuk membeli barang yang baru. Lakukan perbaikan secara hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Matikan terlebih dahulu colokan listrik sebelum Kamu mulai membongkar barang elektronik. Hindari bekerja pada ruangan yang gelap dan pastikanlah Kamu menggunakan peralatan yang tepat.

Membersihkan Email

Membersihkan isi email mungkin terdengar sepele dan tidak penting. Namun, email yang terlalu penuh akan membuat Kamu menjadi bingung dan sulit untuk mencari email dari seseorang. Tidak hanya itu saja, email Kamu juga akan terlihat berantakan dan tidak menarik untuk dilihat. Pisahkannlah email penting dan tidak agar tidak memenuhi kotak masuk Kamu. Hapus juga berbagai email yang berada pada kotak Spam dan Social agar tidak penuh. Tkamui email mana saja yang sudah tidak penting dan bisa Kamu hapus.

Melakukan hobi yang disukai

Apabila selama ini Kamu tidak memiliki waktu yang tepat untuk melakukan hobi, pergunakanlah momen selama Kamu bekerja dari rumah untuk melakukannya. Hobi seringkali memerlukan waktu yang tidaklah sedikit. Oleh karena itulah, manfaatkan waktu luang yang Kamu punya untuk mengasah dan menjalankan hobi kesukaan Kamu. Hindarilah untuk berpergian terlebih dahulu selama masa karantina virus corona dan usahakanlah agar Kamu melakukan hobi tersebut dirumah saja. Cobalah untuk mengeksplor hobi yang baru selama Kamu berada di rumah.

Baca juga: Jaringan Sosial Pemain Togel dalam Kultur Kemiskinan

Rutin dalam berolahraga

Sisihkanlah waktu dalam sehari untuk berolahraga. Dengan melakukan olahraga walaupun hanya sebentar bisa membuat tubuh Kamu menjadi lebih sehat dan menguatkan sistem imun Kamu. Selain itu dengan berolahraga juga bisa membuat pikiran Kamu menjadi lebih rileks oleh hormon yang dikeluarkan tubuh Kamu. Lakukanlah gerakan ringan seperti yoga ataupun streching. Apabila Kamu mempunyai sepeda statis ataupun treadmill akan lebih memudahkan olahraga Kamu. Hindari melakukan olahraga yang terlalu berat seperti mengangkat beban yang terlalu berat agar terhindar dari cedera selama berolahraga.

Mengikuti kursus online

Selama masa karantina virus corona Kamu dianjurkan untuk tidak keluar rumah. Namun, Kamu masih bisa mengisi waktu luang tersebut dengan mengikuti kursus dan pelatihan secara daring. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang dilakukan secara nirkabel terbukti efektif dalam memberikan informasi pendidikan yang menarik untuk Kamu. Gunakan berbagai situs daring yang menyediakan pembelajaran secara online Pilihlah topik yang paling menarik untuk Kamu. Manfaatkan setiap momen pembelajaran yang Kamu ikuti untuk mempelajari hal yang baru

Melakukan meditasi

Waktu luang merupakan sebuah kesempatan emas bagi Kamu untuk melakukan meditasi. Pelajari metode yang tepat dalam melakukan meditasi dengan menggunakan video yang bisa Kamu temui melalui media sosial. Hilangkanlah seluruh beban pikiran Kamu dan fokuslah terhadap meditasi yang Kamu lakukan. Gunakanlah waktu paling tidak selama 30 menit untuk bermeditasi dengan tenang.

Membuat taman sederhana

Taman bisa membawa suasana yang menyenangkan bagi siapapun. Kamu bisa mempergunakan waktu luang tersebut untuk membuat taman sederhana pada rumah Kamu. Rumah yang sehat adalah rumah dengan taman yang asri dan segar. Taman bisa Kamu buat secara sederhana tanpa harus menggunakan tempat yang banyak. Sebagai tahap awalnya Kamu bisa menggunakan pot yang dibuat dari botol minuman bekas yang sudah dipotong terlebih dahulu. Isilah dengan tanah dan pupuk barulah tanamkan bibitnya pada tanah tersebut. Gantunglah pot sederhana tersebut pada halaman rumah Kamu agar terlihat menarik.

Menghubungi keluarga jauh

Pergunakan waktu luang untuk bersosialisasi dengan relasi dan keluarga jauh Kamu. Tanyalah bagaimana kondisi dan perkembangan mereka. Setiap orang tentu akan sangat senang apabila Kamu memperhatikan dan menanyakan kondisinya. Dengan menghubungi kerabat Kamu, mereka akan merasakan rasa bahagia karena bisa mencurahkan isi dan pikiran mereka kepada Kamu.

Latihan bernyanyi

Siapa yang menyangka bahwa dengan bernyanyi bisa menghilangkan stress dan membuat pikiran menjadi lebih tenang? menyanyi merupakan sebuah aktivitas aerobik dan memberikan oksigen yang lebih banyak pada darah yang mampu melepaskan endorfin.  Isilah waktu luang Kamu dengan menyanyikan lagu-lagu favorit Kamu. Tidak hanya itu saja, Kamu juga bisa mengikuti pelatihan vokal secara daring untuk meningkatkan kemampuan vokal Kamu.

Menikmati waktu bersama keluarga

Tidak ada tempat terbaik lagi selain meluangkan waktu bersama keluarga yang Kamu cintai. Nikmatilah waktu luang yang sangat berharga untuk berkumpul dan mengobrol bersama keluarga. Dengarkan cerita-cerita menarik yang disampaikan oleh anggota keluarga Kamu. Pergunakanlah momen yang langka ini sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada seluruh anggota keluarga.

Mulai dari saat ini berhentilah bermain poker online yang membuang sangat banyak waktu kamu dan dapat membuat kamu jatuh miskin bila kamu kecanduan bermain. Aku yakinkan kalau seluruh judi poker online yang memakai duit asli indonesia merupakan penipu.

Kamu tidak sepatutnya mempertaruhkan duit kamu dengan tipe permainan semacam poker online ini. lebih baik duit nya kamu tabung ataupun kamu investasikan saja. bila kamu sempat sempat bermain poker online, dapat jadi itu cumalah tipu energi admin permainan poker saja, yang mau membagikan kamu angin surga terlebih dahulu sehabis itu kamu hendak merasakan angin puting beliung.

Continue Reading

Nasional

SBY Ngetweet, Jokowi Datangi Proyek Mangkrak di Maluku

Published

on

By

SBY Ngetweet - Jokowi Datangi Proyek Mangkrak di Maluku

Presiden Jokowi memang suka sekali blusukan. Karena dengan begitu dia merasa selalu mendapat cerita dan masalah di lapangan, sehingga bisa langsung dicarikan solusinya.

Di sela-sela kunjungannya ke Maluku, semalam Presiden sempat berdiskusi dengan ketua dan anggota DPRD Maluku dan Kota Ambon. Salah satu hal yang paling dikeluhkan adalah krisis listrik. Baru semalam dikeluhkan, paginya Presiden merasakan sendiri mati listri selama beberapa jam.

Dari situ kemudian Presiden blusukan meninjau pembangkit listrik di Maluku. Tumpukan besi dan penuh dengan rumput seperti Hambalang. Hanya saja kali ini Presiden tak sempat geleng-geleng. Hanya menatap kosong proyek mangkrak yang seharusnya sudah dianggarkan sejak 2007 dan harusnya selesai pada 2011. Namun proyek senilai 800 milyar ini sekarang nasibnya nyaris sama seperti Hambalang.

Komentar Presiden pun nyaris sama saat geleng-geleng melihat Hambalang “Oleh karena itu saya memutuskan untuk melihat seperti apa kondisinya, apakah bisa dilanjutkan atau tidak. Tapi mengenai proses hukumnya saya belum tahu, akan saya cek dulu.”

Sementara Menteri ESDM Ignasius Jonan saat ditanya wartawan menjawab masih akan menanyakan kesanggupan PLN. Sebab memang tidak mudah untuk melanjutkan proyek mangkrak, terlebih dana yang diperlukan cukup banyak.

“Indonesia itu negara kepulauan, jadi tidak mungkin ada jaringan nasional. Bisa ada, tapi biayanya mahal dan tidak relevan. Karena itu setiap pulau harus punya pembangkit independen sendiri-sendiri,” kata Jonan.

Susahnya melanjutkan proyek mangkrak

Sebelumnya, ketika Presiden Jokowi meresmikan sebuah proyek, kerap dianggap hanya melanjutkan proyek SBY. Padahal kebanyakannya adalah proyek baru dan sebagian merupakan proyek mangkrak.

Patut menjadi catatan, bahwa melanjutkan proyek mangkrak itu bukan pekerjaan mudah. Perlu keberanian di atas rata-rata. Ini sama seperti menikahi orang yang sudah pernah bercerai (mangkrak). Perlu evaluasi, penelitian dan keberanian untuk melanjutkannya.

Sebab sebuah proyek yang belum selesai atau mangkrak, pasti memiliki masalah yang sangat serius di dalamnya. Sama seperti orang cerai, pasti ada masalah. Kalau tidak ada masalah harusnya rampung!

Contoh saja Hambalang, meski Presiden sudah pernah datang tahun lalu, menginstruksikan segera ambil keputusan dilanjutkan atau dijual alat-alat dan perabotan yang sudah terlanjur dibeli, sampai saat ini pun masih penuh perdebatan. Sebab kalau dibiarkan, negara sudah keluar uang banyak. Mau melanjutkannya masih perlu pendanaan lagi, ingin menggusur dan memanfaatkannya untuk hal lain pun perlu dana tambahan.

Begitu juga dengan pembangkit listrik di Maluku ini, pasti ada masalah serius. Beberapa bulan lalu KPK sudah menyatakan sedang mendalami satu persatu kasus mangkrak peninggalan SBY, yang salah satunya adalah pembangkit listrik di Maluku.

Entah karena masih ada masalah hukum atau perencanaannya belum selesai, yang jelas pembangkit listrik di Maluku ini sebenarnya direncanakan segera dimulai lagi pada 2016 lalu. Namun sampai sekarang belum ada yang berani menyentuh atau melanjutkannya. Memang cukup mengerikan melihat proyek senilai 800 milyar ini ternyata telah dicairkan setidaknya 71 persennya. Dan 3 kontraktor penerima dana tersebut sudah kabur sebelum pekerjaannya selesai.

Tweet SBY

Entah mengapa setiap langkah Jokowi selalu memiliki kebetulan-kebetulan yang menarik. Seperti SBY yang melakukan tour de Java karena ingin mendengar curhat masyarakat padahal terbalik, Jokowi tiba-tiba datang blusukan dan geleng-geleng di Hambalang.

SBY sempat ngetweet “Tugas pemimpin & generasi berikutnya adalah melanjutkan yang sudah baik & memperbaiki yang belum baik. Continuity & Change. *SBY*”

Kemarin SBY ngetweet, hari ini Jokowi datangi proyek mangkrak. Hahaha Luar biasa. Blusukan Jokowi melihat proyek mangkrak sangat sesuai dengan tweet SBY tentang melanjutkan dan memperbaiki. Sepertinya Presiden Jokowi dan Kapolri enggan ditanyai oleh SBY lagi.

Begitulah kura-kura.

Continue Reading

Nasional

Aksi Demo 112, Strategi Akhir SBY dan Taktik Jitu Tito

Published

on

By

Aksi Demo 112 Strategi Akhir SBY dan Taktik Jitu Tito

FUI, FPI, HTI, GNPF – MUI sedang dilanda kepanikan hebat. SBY yang sangat yakin dengan strateginya, kini mengalami kebingungan. Strategi menjegal Ahok gagal total. Demo-demo besar yang sudah dilancarkan ternyata sia-sia. Pun doa hebat dengan bumbu nasi tumpeng ala Habiburokhman agar Ahok cuti selamanya, ternyata gagal terkabul. Sabtu depan, 11 Februari, Ahok dipastikan kembali aktif menjadi gubernur.

Kalapnya SBY dilampiaskan dengan curhat lewat cuitan di Twitter. SBY pun berbalik menggunakan lagi strategi melodrama dan melankolis untuk menghantam strategi Ahok yang didukung oleh berbagai macam pihak. Pada Die Natalis Demokrat kemarin, SBY hanya bisa bernostalagia dengan bahasa teratur nan sistematis berutopi menyindir berbungkus wake up call kepada Jokowi. Sindiran lebay SBY itu hanya dijawab dengan bermain futsal oleh Jokowi bersama dengan menteri-menterinya.

Kini Jokowi dan The Invincible hand sedang tertawa terkekeh, terbahak-bahak dan termehek-mehek, menyaksikan upaya terakhir para lawan-lawan Ahok lewat rencana demo berbungkus doa dan jalan santai 112. Demo 112 dan seterusnya, sudah dicium baum amisnya oleh Tito. Bisa dipastikan bahwa Tito akan kembali menggiring demo-demo itu menjadi ucapan lantunan doa di Masjid Istiglal.

Gelombang kesadaran, rebound consciousness, terbukti telah kembali muncul dengan dukungan mengalir kepada Ahok. Pasca terpuruk di dasar jurang, Ahok secara meyakinkan telah kembali bangkit. Hal itu disebabkan oleh kegagalan SBY menggoreng elektabilitas Agus lewat survei dan penggiringan opini buruk terhadap Ahok.

Ide konyol Agus tentang kota terapung, membangun tanpa menggusur, namun terakhir menggeser sedikit, menghidupkan BLT dan seterusnya, semakin meyakinkan publik bahwa Agus adalah fotokopinya SBY. Publik mendapat kesan bahwa Agus memiliki kecenderungan seperti SBY sebagai sosok yang tidak tegas, peragu dan tak nyambung. Publik memahami bahwa dalam membuat kebijakan di DKI, sosok seperti Agus hanya akan menghasilkan kebingungan dan kegalauan birokrasi.

Agus yang gaya bicaranya  mengambang dan menghapal materi debat dilihat oleh publik DKI sebagai sosok yang tidak mampu memimpin Jakarta. Ditambah dengan calon wakilnya Sylvi yang tersangkut korupsi akan semakin membuat warga DKI menjauhi Agus dan SBY. Publik Jakarta tidak mau kalau kota mereka akan kembali menjadi kota rimba, kota mafia, kota para koruptor selama lima tahun ke depan. Oleh karena itu sampai kiamatpun, Agus tak akan menang di Pilgub DKI 2017. Agus akan tersingkir. Lalu bagaimana dengan Anies?

Kubu Prabowo yang terpaku pada kesantunan Anies tak berhasil menghapus dalam ingatan publik bahwa Anies yang tak becus menjadi menteri dipecat oleh Presiden Jokowi. Anies Baswedan yang awalnya menjanjikan dan akan dijadikan manusia yang dizalimi oleh Presiden Jokowi karena dipecat, justru makin menunjukkan diri tidak berkualitas. Ternyata Jokowi sama sekali tidak menzalimi Anies. Anies memang tidak becus dan layak dipecat.

Kualitas Anies bisa dilihat dari debat dan program-program awang-awangnya. Dalam debat Anies Baswedan gagal menunjukkan kemampuan kualitas manajerial dan intelektualitasnya dengan aneka jawaban yang hanya berupa utopi dan sindiran. Anies hanya mengambar-gemborkan subisidi dan gratis ini dan itu yang disimpulkan dengan up-grade manusia dan lukisan kampung indahnya di bantaran sungai.

Bisa dipastikan bahwa masyarakat Jakarta tidak akan tergerak hatinya memilih calon yang kemampuan manajerialnya rendah dan kalah sama Menteri Susi. Anies diyakini tidak mampu mengurusi Jakarta dengan segudang problematikanya. Hal itu bisa dilihat ketika Anies tidak becus mengurusi satu kementerian saja. Anies diyakini dan dipastikan tidak mampu menjadi Gubernur DKI Jakarta yang berhasil. Apalagi Anies melakukan blunder dengan mengunjungi dan bermesraan dengan FPI yang sarat dengan kontroversial.

Kegagalan strategi SBY untuk mengorbitkan Agus dan Prabowo untuk mengangkat Anies melawan Ahok,  menjadi semakin terperosok oleh strategi menjepit ala Tito. Tindakan tegas Tito yang didukung oleh TNI untuk menetapkan Rizieq FPI sebagai tersangka jelas telah membuat SBY gundah gulana.

Begitu cepat Rizieq FPI jatuh membumi dari euforia kemenangan yang melambung setinggi langit. Ternyata Rizieq yang dua bulan lalu melambung di langit ketujuh, dengan mudah ditetapkan sebagai tersangka penistaan pancasila. Sikap tegas Tito ini telah membuat nyali SBY ciut. Ke depan bisa dipastikan bahwa satu persatu tokoh-tokoh persekutuan gelap akan ditekuk oleh Tito.

SBYpun kini terlihat semakin panik ketika orangnya di Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar  dicokok KPK. Sekarang di MK tidak ada lagi kaki tangannya yang bisa dimanfaatkan jika ada sengketa Pilkada. Maka satu-satunya skenario akhir yang ditunjukkan oleh SBY adalah aksi melodramanya sebagai sosok yang dizalimi.

Penetepan Rizieq FPI sebagai tersangka, ditambah dengan kasus heboh dahsyat kasus firza hots, plus ditekuknya Munarman dan sekarang Backhtiar Natsir dalam bidikan Tito, telah membuat warga DKI Jakarta berbalik dari jangkauan Anies. Jelas masyarakat Jakarta banyak yang tidak suka dengan FPI. Dan karena Anies telah bermesraan dengan FPI, maka warga Jakarta menjauh dari Anies.

Demo yang berbungkus doa dan jalan santai tanggal 11 Februari ke depan, bisa dipastikan akan dikendalikan penuh oleh Polri dan TNI. Apalagi demo-demo itu jumlahnya sudah jauh menyusut akan memudahkan Polri dan TNI mengawasinya. Menjelang hari pencoblosan popularitas Ahok dipastikan akan terus naik. Apalagi pada hari Sabtu mendatang, Ahok akan kembali secara resmi menjadi gubernur DKI Jakarta.

Kini kepusingan, sakit kepala, panik dan galau melanda SBY. Ternyata Ahok gagal ditahan, gagal dipenjara dan gagal dijegal. Ia kemudian hanya bisa bernyanyi lagu anak muda ‘Munajat  Cinta’ dengan refren yang diubah: ‘Tuhan kirimkan aku gubernur yang baik, Agus, eh ternyata Ahok’. Sementara demo 112 akan diteriakin dengan kencang oleh Tito dengan bunyi: ‘dilarang berdemo di masa tenang bro’.

Begitulah kura-kura.

Continue Reading

Dunia

China: Partner Strategis Negara-Negara Arab Teluk

Published

on

By

arab china

Banyak orang di Indonesia saya perhatikan salah paham dan gagal paham memahami hubungan China dengan negara-negara Arab Teluk seperti Saudi, Qatar, Bahrain, UEA, Kuwait, dan Oman. Mereka menganggap China hanya menjalin partnership dengan Iran, bukan negara-negara Arab. Ada juga yang berapologi kalau negara-negara Arab tidak mungkin menjalin relasi dengan China yang “komunis”. Sejumlah asumsi itu sama sekali tidak benar. Haqqul yaqin keliru dan hoax.

Dulu, sejak 1949, saat Mao Tse Tung dan Partai Komunis menguasai Tiongkok, kedua negara memang tidak memiliki hubungan bilateral, baik hubungan diplomatik maupun relasi bisnis karena China berada di “gerbong Soviet” yang komunis sementara negara-negara Arab Teluk, terutama Saudi sebagai komanandannya, berada di “blok Amerika” yang kapitalis.

Tetapi sejak Uni Soviet rontok pada 1989 dan wilayah kekuasaanya “mbrodoli” sejak awal 1990-an, ditambah dengan China yang melakukan reformasi kebijakan politik-ekonomi yang setengah komunis dan setengah kapitalis, Arab Teluk mulai menjalin hubungan mesra dengan China. Kini, seiring dengan ledakan ekonomi yang luar biasa di China, “Negara Panda” ini menjadi partner strategis dan “auliya” (teman setia) negara-negara Arab Teluk, dan tentu saja termasuk Saudi.

Meskipun pada 1985 terjadi pertemuan resmi tertutup antara Saudi dan China di Oman, hubungan diplomatik secara resmi antara kedua negara baru dilakukan pada tahun 1990. Meski hubungan diplomatik sudah terjadi sejak 1990 tapi baru 1999 Presiden PRC Jiang Zemin mengunjungi Riyadh yang disambut sangat hangat oleh kerajaan. Kunjungan itu menghasilkan berbagai keputusan penting kerja sama ekonomi tertutama di bidang energi dan perminyakan. Saudi membalas kunjungan kenegaraan ketika pada tahun 2006, mendiang Raja Abdullah mengadakan kunjungan bersejarah ke Beijing. Empat bulan berikutnya, Presiden Hu Jintao juga mengunjungi Saudi.

Tahun lalu, Putra Mahkota Muhammad bin Salman kembali mengunjungi PRC (China) yang disambut hangat oleh Presiden Xi Jinping. Selain China, Purtra Mahkota Muhammad bin Salman juga mengunjungi Jepang. China dan Jepang memang dua negara terbesar negara-negara tujuan ekspor bagi Saudi, selain Korea Selatan, India, dan Amerika.

Berbagai kunjungan resmi para pemimpin di kedua negara itu menghasilkan berbagai keputusan penting menyangkut kerjasama kedua negara, bukan hanya kerja sama di dunia ekonomi dan bisnis saja tetapi juga di bidang politik, kemiliteran, dan kebudayaan. Di bidang ekonomi dan perdagangan, total investasi kedua negara mencapai lebih dari $75 Milyar, melebihi hubungan dagang Saudi-USA.

Penting untuk dicatat, China adalah importir terbesar minyak dari Saudi yang mengsuplai lebih dari 20% kebutuhan energi di Negara Panda itu, dan Saudi adalah penyetok minyak terbesar bagi China. Berbagai industri papan atas Saudi termasuk Aramco (industri minyak terbesar di dunia) dan SABIC yang bergerak di Petrochemicals sudah lama beroperasi di China. Begitu pula perusahan top Tiongkok seperti Sinopec dan PetroChina Co juga beroperasi di Saudi.

Bukan hanya di bidang energi, pertambangan, dan perminyakan saja, kerja sama kedua negara terjadi hampir di semua sektor: telekomonukasi, transportasi, industri tekstil, dlsb. Hasilnya sungguh luar biasa: produk-produk China membanjiri bahkan “mengtsunami” pasar Saudi: ponsel, TV, bus, pakaian, makanan, dan pernik-pernik lain (seperti jubah, abaya, sajadah, tasbih, “boneka onta”, dan aneka “oleh-oleh kaji” semua “made in” China! Subhannallah eh salah, astagfirullah. Bahkan China kini juga berpartisipasi membangun konstruksi rel kereta api yang menghubungkan Makah dan Madinah lewat Jeddah sehingga memudahkan perjalanan haji dan umrah.

Continue Reading

Nasional

Jokowi Tanggapi #SayaBertanya, Telak Permalukan SBY

Published

on

By

SAYA BERTANYA JOKOWI

Beberapa hari ini netizen ramai dengan hastag saya bertanya kepada Presiden dan Kapolri. Kegaduhan ini bermula dari mantan Presiden Indonesia yang paling baper sejagad raya, SBY. Dia menulis “Saya bertanya kepada Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri, dengan hak asasi yg saya miliki? *SBY*” dalam akun twitternya.

Tweet ini adalah salah satu dari serangkaian tweet gara-gara SBY merasa rumahnya digedor oleh demonstran. Padahal menurut polisi, demonstran lebih dekat ke kedubes Kuwait dibanding ke rumah SBY. Jadi sebenarnya tidak ada yang mendemo rumah SBY, semua itu hoax dan ketakutan SBY yang berlebihan.

Tweet SBY ini termasuk lucu dan bodoh. Sama seperti cerita haji Lulung dulu yang jadi bahan bully sepanjang hari, kemudian ada kumpulan cerita lucu mati ketawa ala haji Lulung.

Gara-gara tweet bodoh tersebut, netizen pun jadi ikut-ikutan pura-pura bodoh. Ada yang menggunakan nama Kaesang Pangarep, anak Jokowi agar mudah viral. Pertanyaannya sangat lucu “Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah rasa sakit karena mencintai diam-diam itu ditanggung oleh BPJS?” tentu saja ini bukan tulisan Kaesang.

Selain itu ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang mengikuti pola SBY:

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, kenapa susu bear brand susu beruang itu susu sapi tapi iklannya naga?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, benarkah onde2 yang wijennya ganjil lebih enak daripada yang wijennya genap?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di hatinya selamanya, dengan hak asasi mencintai yang saya miliki?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di hatinya selamanya, dengan hak asasi mencintai yang saya miliki?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah saya berhak mengatakan “I don’t care” pada orang yang tidak menyukai saya. Dan anekah saya ketika teman saya mengacak acak rambut saya tapi hati saya malah senang?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk Mencintai & Di cintai.

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, salahkah saya jika saya menggunakan hak selfie saya yang tak penting ini di negeri yang saya cintai ini?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah boleh kita mencintai seseorang walau kita telah berdua?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, kenapa berat badan saya selalu naik setiap kali saya makan banyak? apakah saya tidak memiliki hak asasi untuk kurus?? meskipun saya doyan ayam goreng, bakso, nasi goreng, mie ayam…

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, kenapa PDKT aja udah ditolak padahal nembak aja belum? apakah perasaan saya sudah disadap?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, kenapa sang gajah terkena flu pilek tiada henti hentinya?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, Apakah Aliando-Prilly masih bisa dipersatukan kembali di TV yg sama meski mereka sdh berbeda PH?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, kenapa alfam**t dan indom**t bisa bersebelahan? Apakah ini cinta?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, kupu-kupu Kertas nya om Ebit G Ade itu kertasnya pake kertas HVS ato kertas karton?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, lagu nasar yang mati lampu itu emang beneran mati apa ngejepret doang?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, kenapa sih banyak yang gengsi kalo kangen, kan dikangenin juga bukan prestasi?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah korban yang sakit hati ditinggal pacar pas lagi sayang-sayangnya bisa melapor ke polisi?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, kenapa mantan bisa jadi lebih cantik daripada pas jadi pacar kita?

Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah mantan saya yang bilang tidak bisa hidup tanpa saya sudah punya pacar yang baru?

Sebenarnya masih banyak lagi tweet tentang #SayaBertanya. Pada intinya mereka tidak sedang benar-benar bertanya, hanya memanfaatkan momentum untuk membully SBY gara-gara tweet bodohnya. Ya masa masih bertanya hak tinggal di Indonesia hanya karena ada demo di sebelah rumahnya? wong rumah Jokowi didemo bersikap biasa saja. Ahok didemo 7 juta orang juga biasa saja. SBY tidak didemo, hanya kebetulan berdekatan dengan rumahnya, tapi curhatnya terdengar sampai ke bumi datar.

Tidak pernah ada orang yang setelah didemo lalu bertanya ke Presiden dan Kapolri tentang haknya untuk tinggal di Indonesia. Tidak pernah ada, SBY manusia pertama di Indonesia yang bereaksi seperti itu.

Jadi wajar kalau kemudian netizen ikut bertanya hal-hal yang tidak penting dan sama bodohnya. Ya apa urusannya susu beruang, lagu mati lampu Nasar, kupu-kupu kertas HVS apa karton, dan yang paling kamfret soal Aliando sama Prilly. Apa hubungannya dengan Presiden dan Kapolri?

Tanggapan Presiden Jokowi

Gara-gara hastag #SayaBertanya menjadi trending topic, Presiden Jokowi jadi tahu. Hari ini, saat berada di Ambon, Jokowi ikut menanggapi hal tersebut.

“Sekarang semua jadi bertanya kepada Presiden dan Kapolri, iya kan? Banyak pertanyaan tentang segala soal. Lalu saya sendiri bertanyanya kepada siapa? Itu tadi guyonan ya,” ucapnya. Hahahhaa tanya saja sama Kak Emma Pak!

Namun versi seriusnya, “Saya kira akan lebih baik apabila semua hal yang berkaitan dengan negara itu dirembuk atau dibicarakan dalam forum tertutup untuk kemudian dicarikan solusi dan disampaikan kepada masyarakat, saya kira yang bagus seperti itu,” kata Presiden.

Hal serupa itu sebelumnya telah dilakukan Jokowi ketika menerima permohonan audiensi dari Presiden Republik Indonesia ke-3 B.J. Habibie dan juga Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 Try Sutrisno. Permohonan audiensi dari kedua tokoh bangsa tersebut sebelumnya dilayangkan secara resmi melalui Kementerian Sekretariat Negara. Dalam pertemuannya pada 19 Januari 2017 tersebut, kedua tokoh bangsa memberikan sumbangsih pemikiran terkait persoalan bangsa kepada Presiden Joko Widodo.

Meski tak menyebut nama SBY, tapi kita semua tau bahwa ini ditujukan pada SBY. Presiden kita yang sekarang memang terkenal sangat santun. Tidak mudah terpancing emosi. Memberi contoh Habibie dan Try Sutrisno yang datang ke istana adalah jawaban telak untuk SBY yang merengek ingin bertemu Jokowi. Maksudnya, kalau mau ketemu Jokowi ya kamu buat surat lah. Jangan cuma ngetweet sama konpres. Jokowi kan Presiden Indonesia, ada prosedurnya dan aturannya.

Terakhir, mari belajar dari kebodohan SBY dan ketenganan Presiden Jokowi. Mari belajar untuk bijak, santun dan tak mengurangi kewibawaan kita. Jika ada orang nyinyir, balaslah dengan canda. Karena dengan begitu mereka akan semakin terluka.

Begitulah kura-kura.

Continue Reading

Nasional

Heboh Curhat Lebay di Twitter, SBY Kalah Dengan Nicholas Anak Ahok?

Published

on

By

SBY - NICHOLAS

Indonesia belakangan benar-benar dihebohkan dengan serangkaian ciutan di akun twitter Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Dia mengumbar isinya hatinya, dimana menurut publik terkesan lebay. Baik urusan politik maupun hal-hal yang cenderung menyudutkan seseorang.

Setelah sebelumnya terkesan memprovokasi umat Muslim lagi dengan berdoa sambil meminta K.H. Ma’ruf Amin untuk sabar, sekarang ayah dari Agus Yudhoyono ini mencuitkan suara hatinya yang merasa terancam keamanannya.

Baca: SBY Curhat di Twitter lagi, Ada Unsur Provokasi, Licik dan HOAX?

Entah apa maksudnya si mantan ini begitu aktif di Twitter beberapa hari ini. Entah apakah ada motif politik di dalam hati seorang SBY yang kini mungkin sedang khawatir kasus Antasari atau kasus korupsi proyek-proyek mangkrak lainnya dibongkar oleh pemerintah yang sekarang. Aneh tapi nyata, sore hari ini seorang mantan presiden ini lagi-lagi mencuit seolah ingin menyampaikan pesan bahwa ia dizolimi, dia ditindas dan ia terancam.

Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan “digrudug” ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY* yang di-tweet oleh SBY pada sore hari ini 6 Februari 2017. Sumber Twitter @SBYuhdoyono.

Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*.

Kemarin yg saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi thd mahasiswa utk “Tangkap SBY”. *SBY*.

Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri,dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*.

Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*.

Lanjutan Lebay dari Seorang SBY

Saya sejujurnya tidak tahu tentang informasi tentang provokasi di Kompleks Pramuka Cibubur untuk menangkap Anda, Mr. SBY, tapi rasanya Anda sangat lebay. Anda bilang rumah Anda di Kuningan “digrudug” ratusan orang yang berteriak-teriak, Anda tidak tahu kawasan perumahan Ahok juga sudah berkali-kali diserbu ratusan orang sejak 2014 dan pernah diisukan mau diserbu ribuan preman yang mengancam keselamatan mereka sekeluarga? Tapi Pak Ahok kok tidak seperti Anda?

Anda ini benar-benar lebay deh Pak. Baru ‘dengar’ ada provokasi terhadap mahasiswa di Kompleks Pramuka Cibubur saja sudah kalang kabut tidak karuan, dan herannya lagi curhat di Twitter bukannya meminta perlindungan dari polisi, kan lucu sekali? Kalau memang Anda punya bukti yang kuat tentang indikasi keselamatan Anda terancam, lapor dong ke polisi, bukannya curhat tidak jelas di Twitter yang justru akan mengundang banyak cemoohan dari masyarakat untuk Anda.

Pernyataan Anda yang bertanya Pak Kapolri dan Pak Presiden tentang hak asasi Anda dan hak untuk tinggal di negeri ini lewat Twitter juga sangat lebay. Apa hubungannya ratusan orang unjuk rasa di rumah Anda dengan hak Anda tinggal di negeri ini? Jauh sekali deh efeknya rasanya. Pak Jokowi saja sudah pernah juga didemo untuk dituntut mundur, Pak Ahok sudah didemo jutaan orang yang menolak dan ingin menangkapnya, tapi beliau berdua biasa saja tidak ungkit-ungkit hak asasi dan hak tinggal di Indonesia segala.

Atau jangan-jangan Anda ini lebay saja dan buktinya tidak seberapa juga. Jangan-jangan orang-orang itu hanya unjuk rasa kecil-kecilan dan Anda baper dan melihat ini kesempatan untuk lebay sedikit dengan bermain menjadi korban yang tertindas sambil menuding yang tidak-tidak ke pemerintah? Tunjukkan dong bukti kuat bahwa Anda sangat terancam keselamatannya, seperti orang-orang partai Anda koar-koar meminta pengacara Ahok menunjukkan bukti telepon Anda ke Ma’ruf Amin.

SBY Mantan Jenderal Tapi Kalah dari Anak Ahok

Pak mantan satu ini apakah beneran mantan Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukan ya? Saya tuh bingung. Apakah begini kualitas seorang mantan Jenderal yang jadi baper, lebay, sok dizolimi, curhat di Twitter, berdoa di Twitter, dan mentalnya ciut ketika ada segelintir orang meneriakkan untuk menangkapnya?

Coba saja Anda bandingkan dengan seorang Ahok. Ahok sudah didemo oleh jutaan orang, diadu domba oleh lawan politiknya, diteriakkan untuk dibunuh dengan bayaran 1 miliar, dibuat spanduk dengan kepalanya tertembak, diancam keselamatannya lewat media sosial, mau diusir dari negeri kelahirannya, dicaci maki oleh begitu banyak orang di ruang terbuka, dan juga direndahkan martabat sebagai manusia yang berhak mencari keadilan, Tapi Ahok tidak pernah curhat di Twitter, tidak pernah menunjukkan kesedihannya dan bahkan tidak melaporkan ke polisi.

Seorang mantan jenderal, presiden 10 tahun, dan rumahnya dijaga oleh Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) tapi kenapa seperti ketakutan sekali sampai-sampai curhat dan berdoa di Twitter? Apakah sudah lapor polisi dan tidak dihiraukan oleh polisi sehingga satu-satunya jalan adalah konferensi pers dan berdoa di Twitter? Mantan Jenderal tapi kok mentalnya hanya begini saja?

Anda tahu tidak Pak tentang komentar-komentar anak Ahok ketika diberitakan akan ada isu kediaman pribadinya di Pluit akan diserbu sekitar 1.000 orang pada tahun 2014? Coba Anda baca dulu tuh di bawah Pak, apakah Anda tidak malu? (Sumber disini)

“Pertama, saya bilang ke anak saya yang paling besar (Nicholas), saat itu dia masih 15 tahun. Saya bilang ke dia, ‘Malam ini, mungkin kita akan diserbu’,” tutur Ahok pada acara diskusi SMA Santa Laurencius, di Balai Agung, Balaikota, Kamis (18/12/2014).

“Oke, kita fight sampai mati, titik akhir,” kata Ahok menirukan Nicholas.

“Kalau kita mati beneran gimana, Pak?” kata Ahok menirukan pertanyaan Nathania anak kedua Ahok kepadanya.

“Buat apa ke surga, Pak? Rumah kita juga sudah kayak surga, kok,” kata Daud anak ketiga Ahok dengan polos, seperti ditirukan Ahok.

“Kalau diancam mati terus takut itu namanya pengecut. Tapi, kalau mati karena membela konstitusi, membela orang banyak, itu namanya mati legenda. Saya bilang ke istri saya kalau saya mati jangan dikremasi, kirim saja ke Belitung Timur, minimal tambah lagi satu situs wisata, kuburan Ahok (Basuki). He-he-he,” kata Ahok terkekeh.

Anda masa kalah Mr. SBY dari anak sulung Pak Ahok yang bernama Nicholas? Saat itu Nicholas masih berumur 15 tahun tapi dia begitu tegar, begitu kuat mentalnya, tidak takut dan tidak baper seperti Anda. Seorang ABG berumur 15 tahun pun dapat mengatakan bahwa dia siap untuk berjuang sampai titik darah penghabisan, padahal dia tidak pernah menjalani pendidikan tentara. Lah Anda ini mantan jenderal tapi kok mentalnya begini Pak? Ckckckck.

Anda juga kalah Mr. SBY dari anak kedua dan ketiga Pak Ahok yang bernama Nathania dan Daud. Mereka masih anak-anak tapi mereka tidak takut mati. Mereka tidak menangis seperti normalnya anak-anak lain yang ketakutan. Ketika dalam keadaan tertekan, Daud bahkan masih bisa menguatkan ayah dan keluarganya yang lain bahwa ia bersyukur akan apa yang ia miliki di rumahnya yang seperti surga. Lah Anda ini mantan jenderal tapi kok mentalnya begini Pak? Ckckckck.

Penutup

Mr. SBY, ternyata Ahok lawan politik anak Anda jauh lebih kuat mentalnya daripada Anda. Kalau buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, begitulah bagaimana anak-anak Ahok dapat begitu tegar dan kuat menghadapi ancaman keselamatan mereka ketika sang ayah juga tegar dan tidak gentar yang bisa memberikan anak-anaknya ketenangan dan kekuatan mental.

Kalau buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, saya jadi ragu bagaimana mental anak Anda yang mau jadi gubernur itu. Kalau bapaknya saja mentalnya begini, anaknya jangan-jangan yang juga mantan tentara juga tidak jauh berbeda? Tuh buktinya sekali dicerca oleh Najwa Shihab saja tidak punya nyali lagi untuk hadir kembali ke acara tersebut. Hahahaha.

Mr. SBY, ternyata Anda seorang mantan presiden dan mantan tentara yang mentalnya kalah dari anak ABG yang bernama Nicholas Sean Purnama apakah Anda tidak malu?

Continue Reading

Nasional

SBY Curhat di Twitter lagi, Ada Unsur Provokasi, Licik dan HOAX?

Published

on

By

curhat sby - twetter

Mendengar konpres SBY dua hari yang lalu, saya mendadak ingin ‘muntah’. Terutama pernyataan bahwa SBY mengaku mendapat informasi bahwa sebenarnya Jokowi ingin bertemu dengannya, namun dilarang oleh dua tiga orang di sekelilingnya.

“Tetapi, dilarang dua, tiga, orang di sekeliling beliau. Dalam hati saya, hebat juga yang bisa melarang Presiden kita untuk bertemu sahabatnya yang juga mantan Presiden,” ucap SBY. Hoeeeek.

Oke, dengan ini penulis ingin menganalisis secara logis dan pasti apakah pernyataan SBY ini benar atau hanya hoax belaka.

Tuduhan yang dilontarkan SBY ini sebenarnya bukan yang pertama kalinya. 6 Februari 2016, SBY mengatakan, “Saya masih ingat kalau tidak salah dulu sekian bulan lalu, ketika saya sekali-sekali melepas twitter, ada pihak yang tidak suka, ada elemen lingkar kekuasaan yang tidak nyaman bahkan mengirim pesan kepada saya,” kata SBY.

Saat itu Johan Budi sebagai juru bicara menanggapi santai. Bahwa Presiden Jokowi senang menerima kritik dari siapapun, termasuk dari SBY. Dari situ kemudian SBY menjawab lagi, bersyukur kalau ternyata Presiden Jokowi masih mau dikritik.

Sekarang, SBY lagi-lagi menuduh ada dua, tiga orang di sekeliling Jokowi yang melarang bertemu dengan SBY. Sama seperti tuduhan Februari 2016, SBY tidak bisa menyebut namanya siapa. Yang penting fitnah tetap jalan. Dan tujuannya adalah menjelek-jelekkan, memfitnah Jokowi bukan Presiden yang memiliki kuasa penuh, sehingga bisa diatur-atur oleh dua, tiga orang. Tujuan yang sangat buruk, meski disampaikan dengan senyum menyeringai.

Kalau dulu SBY menuduh ada yang elemen lingkar kekuasaan yang tidak nyaman dikritik bahkan mengirimi pesan, tujuannya adalah ingin mencitra burukkan bahwa pemerintahan Jokowi tidak mau mendengar kritik. Lagi-lagi, alurnya sama, disampaikan dengan senyum, santun dan sangat licik sekali.

Tapi begini, boleh menganggap saya salah dan sinis. Silahkan. Namun saya akan menantang logika waras kalian semua untuk berpikir dan menafsirkan pernyataan SBY yang ini: tetapi, dilarang dua, tiga, orang di sekeliling beliau. Dalam hati saya, hebat juga yang bisa melarang Presiden kita untuk bertemu sahabatnya yang juga mantan Presiden.

SBY bukan sahabat Jokowi

Selain tukang klaim statistik, SBY rupanya juga tukang klaim hubungan sosial. Ngaku-ngaku sahabat. Mirip mantanmu yang mendadak minta putus tanpa alasan yang jelas, lalu mengaku ingin sahabatan denganmu. Hingga akhirnya sahabatan yang musuhan.

Pernah ada mantan yang jadi sahabat lalu masih telpon-telponan? Tidak ada. Kalaupun ada, mungkin di bumi datar sana. Namun di bumi bulat, tidak ada istilah sahabat yang seperti itu.

Jika SBY mengaku Jokowi adalah sahabatnya, seharusnya tidak susah bagi SBY untuk menelpon Jokowi. Bagaimanapun SBY adalah Presiden ke 6 Indonesia yang berkuasa selama 10 tahun. Masa seorang sahabat sampai tidak bisa menelpon sahabatnya? Itu sahabat apa sahabat yang musuhan versi mantan?

Kalau saya jadi SBY, sungguh terhina sekali kalau sampai saya tidak punya akses ke Presiden Jokowi. Apa yang kurang dari SBY? Presiden 10 tahun, saat ini masih sebagai pimpinan partai, tapi tidak bisa komunikasi dengan Jokowi? helloow

Sampai harus konpres dan menyampaikan secara terbuka ingin bertemu dan bicara blak-blakan. Astagaaa benar-benar jadi teringat mantan yang ingin blak-blakan. Setelah tahu kita punya aset milyaran, sukses dan mapan, mantan malah ingin curhat blak-blakan. Hahahaha bukan pengalaman saya.

Jokowi tak tergoda mantan

Cerita SBY dan konpresnya menjadi lebih menarik karena kemudian direspon oleh Jokowi, meskipun Jokowi sebenarnya hanya menjawab pertanyaan wartawan.

“Kan saya sudah sampaikan bolak-balik, waktunya akan diatur, tetapi kalau ada permintaan,” jawab Jokowi. Presiden kemudian mencontohkan bahwa dirinya pernah merima BJ Habibie dan Try Sutrisno yang merupakan mantan Presiden dan wakil Presiden.

Artinya ini jelas, jika SBY mau bertemu Jokowi, dia harus membuat surat resmi. Tertib. Tapi jika SBY tidak mau membuat surat resmi, sampai lebaran kuda Jokowi tak akan temui SBY. Sebab sepertinya Jokowi merasa tidak perlu menemui SBY dan tidak perlu memanggilnya. Untuk apa memanggil SBY kalau memang tidak ada perlunya. Lagipula untuk apa bertemu dengan orang yang berkali-kali memfitnah dan membuat masalah?

Menasehati ulama

Ini yang terbaru. Kemarin SBY menasehati agar Maruf Amien bisa sabar dan tegar. Kembali menyelipkan fitnah “dimata-matai” yang katanya sasaran sebenarnya bukan Maruf Amien. Sebagai Pakar Mantan, saya lihat SBY ini memang sudah akut. Dia ini siapa sampai mau menasehati Maruf Amien? yang kita lihat selama ini yang tidak tegar adalah SBY. Dikit-dikit curhat. Tapi malah menasehati orang yang tidak pernah curhat. Hahaha

Begitulah kura-kura.

Continue Reading

Nasional

Sudah waktunya mayoritas berhenti membisu

Published

on

By

Sudah waktunya mayoritas berhenti membisu

Berbagai penomena politik yang terjadi saat ini benar-benar telah menguras energi Indonesia. Berbagai kelompok dengan pemikiran sempit dan cenderung radikal seolah mewakili mayoritas anak bangsa.

Untuk itu, perlu kepedulian dan partisipasi yang lebih aktif dari seluruh lapisan. Sudah waktunya,warga yang salam ini cenderung diam untuk ikut bicara. Menyatakan sikap. Yah.. Silent majority harus bersikap.

Frasa Silent majority atau Mayoritas yang diam, dipopulerkan oleh Presiden Amerika Serikat Richard Nixon dalam pidatonya pada 3 November 1969. Dalam pidato itu Nixon meminta dukungan warga AS atas kebijakannya dalam perang Vietnam.

Warga AS yang secara khusus dimintai dukungan oleh Nixon dalam pidato itu adalah “the great silent majority of my fellow Americans“. Silent majority yang dimaksud Nixon adalah warga AS yang saat itu tidak ikut demonstrasi anti perang vietnam, tidak ikut-ikutan budaya tanding, dan tidak terlibat dalam wacana publik kala itu.

Silent majority adalah kelompok warga negara yang tidak mengekspresikan pendapatnya secara terbuka–biasanya dalam urusan-urusan sosial politik.

Dalam dua minggu ini frasa silent majority terdengar setidaknya dua kali dalam percakapan politik di negeri ini. Pertama, Megawati Soekarnoputri menyebutnya dalam pidato saat hari ulang tahun PDI Perjuangan 10 Januari 2017.

Kedua, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyebutnya dalam sebuah diskusi bertajuk “Membedah Gerakan Radikalisme-Terorisme dan Solusinya” di Jakarta Kamis (19/1/2017) lalu.

Dalam pidato yang penuh kritik terhadap apa yang ia sebut sebagai “ideologi tertutup”, Presiden ke-5 Republik Indonesia itu menyerukan agar silent majority bangkit dan menggalang kekuatan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang tetap setia membatinkan Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu reaksioner, tetapi sudah saatnya silent majority bersuara dan menggalang kekuatan bersama. Saya percaya mayoritas rakyat Indonesia mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika,” kata Megawati.

Seruan Megawati yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu terkait dengan sikap dan tindakan intoleran yang cenderung muncul dalam kehidupan sosial politik masyarakat akhir-akhir ini.

Pada kesempatan lain, dalam konteks penanggulangan radikalisme, Jenderal Tito menyebutkan, narasi radikal bisa dimoderasi dengan menyebarkan ideologi tandingan. Sambil menyebut konsep Islam Nusantara di kalangan Nahdlatul Ulama, Tito meyakini jika ideologi tandingan tersebut disebarkan secara intensif maka upaya radikalisasi kelompok teroris dapat diredam.

Sayangnya, menurut Tito, penyebaran ideologi tandingan tersebut berhadapan dengan fenomena silent majority. Meski berjumlah banyak, kelompok moderat cenderung diam ketika melihat paham radikalisme menyebar di masyarakat.

Pidato Megawati dan pemaparan Tito–setidaknya–mencoba menggambarkan dua hal.

Pertama, ada lebih banyak warga negara yang mengambil sikap diam. Mereka tidak memperlihatkan pendapatnya secara terbuka.

Kedua, kegaduhan terkait sikap dan tindakan intoleran di masyarakat kita belakangan ini berasal dari kelompok kecil yang lantang menyuarakan sikapnya (vocal minority). Sama sekali bukan kelompok besar; dan tidak mewakili pandangan mayoritas warga negara.

Sebagai kelompok kecil, vocal minority itu mencari cara yang bisa memperbesar gema suaranya. Merebut perhatian di jalanan lewat demonstrasi, mencari panggung di media massa utama, melakukan rekayasa teknis dan sosial di media sosial, adalah beberapa taktik yang biasa dilakukan untuk menyesatkan persepsi tentang besarnya pengaruh kelompok kecil tersebut.

Sementara itu, harus diakui, lebih banyak warga negara kita yang memilih berdiam diri. Mereka tidak memperlihatkan sikapnya secara terbuka atas masalah-masalah sosial politik yang nyata-nyata hadir di tengah mereka.

Mereka tidak memperlihatkan keberpihakannya secara terang-terangan pada saat ada kontestasi politik. Bahkan mereka menghindarkan dari keterlibatan secara terbuka, bahkan untuk sekadar bersuara di depan umum. Mereka tampak seperti membisu. Merekalah silent majority itu.

Dengan jumlahnya yang besar, kelompok yang cenderung berdiam diri itu tentu bisa memengaruhi konstelasi politik. Silent majority bisa dengan mudah diklaim sebagai bagian dari pengikut oleh vocal minority mana pun. Kelompok kecil itu dengan mudah bisa mengaku-aku mewakili kelompok besar yang diam itu.

Pada saat yang sama sikap berdiam diri dari silent majority bisa sangat fatalistik. Terutama jika terkait dengan kencederungan-kecenderungan buruk dalam masyarakat kita. Ketika kita berdiam diri terhadap ketidakadilan, misal, bukankah itu berarti kita rela dan bahkan melegitimasi ketidakadilan juga?

Sikap diam dari silent majority tidaklah identik dengan sikap apatis. Di dalamnya barangkali memang ada orang yang bersikap apatis. Yakni mereka yang merasa tidak bisa ikut menentukan arah masyarakatnya; yang merasa masalah-masalah sosial politik di sekitarnya bukan sebagai urusannya; yang merasa masalah sosial tidak akan memengaruhi hidupnya.

Namun tidak sedikit orang yang sebenarnya punya kepedulian besar terhadap masalah sosial politik namun tetap berdiam diri. Yakni mereka yang merasa akan repot dan lelah jika menyuarakan diri secara terbuka; yang merasa cukup hanya dengan membatin saja.

Situasi sosial politik kita belakangan ini menuntut kepedulian dan partisipasi yang lebih aktif dari seluruh warga negara. Partisipasi politik itu bukan saja perlu diperlihatkan dalam kehadiran di tempat pemungutan suara saat pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah; melainkan juga diperlihatkan dalam keterbukaan bersuara dan menyatakan sikapnya atas suatu wacana.

Kemauan warga negara untuk terlibat dan terbuka menyatakan sikap politik sangat dibutuhkan untuk merawat kehidupan politik yang sehat di negara ini. Semakin sedikit mereka yang membisu, semakin sedikit pula peluang kepentingan politik manapun untuk mengaku-aku mewakili mayoritas warga negara.

Jika mayoritas warga negara mau keluar dari sikap membisunya, beragam klaim kelompok kecil yang vokal itu akan segera terlihat wajah aslinya sebagai gertak sambal belaka.

Dorongan agar berhenti sebagai silent majority itu perlu dilakukan oleh seluruh elemen sosial politik yang percaya kepada demokrasi dan konstitusi. Salah satu faktor pendorong itu adalah penegakan hukum.

Penegakan hukum bisa memberikan rasa aman, kesetaraan, dan kepastian kepada warga negara. Dengan jaminan itu, tak ada alasan lagi bagi mayoritas untuk terus membisu.

Continue Reading
Advertisement

Trending