Dalam Minggu Ini Imron Pastikan DO Mahasiswa UNRAS

1
658
Rektor UNRAS Versi YRS, Imron Rosyadi

Bengkulu Utara,(GC) – Komentar rektor Universitas Ratu Samban (UNRAS) Versi Yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSA), Sugeng Suharto tempo lalu yang mangatakan ancaman rektor UNRAS versi YRS yang ingin Drop out (DO)  para mahasiswa penerima bantuan beasiswa dari pemerintah daerah Bengkulu Utara hanyalah isapan jempol semata, langsung dibantah oleh Imron Rosyadi selaku rektor UNRAS Versi Yayasan Ratu Samban (YRS). https://www.garudacitizen.com/soal-do-mahasiswa-unras-ini-tanggapan-sugeng-suharto/

Sebagai Rektor UNRAS Versi YRS, Imron Rosyadi ketika dikonfirmasikan oleh wartawan media ini, kamis (15/3/2018) yang sedang menghadiri acara ogoh-ogoh di desa rama agung kecamatan kota arga makmur menegaskan, Dirinya memastikan akan Memberhentikan status kemahasiswaan atau Drop Out (DO),  jika dalam minggu ini para mahasiwa UNRAS yang mendapatkan bantuan beasiswa dari Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Bengkulu Utara belum juga dapat melunaskan tunggakan uang semesterannya.

“Soal DO mahasiswa yang saya sampaikan itu tidak isapan jempol semata, dan itu pasti akan kita lakukan,  jika dalam 3 atau 4 hari lagi mahasiswa penerima bantuan beasiswa dari Pemda belum juga membayar tunggakan SPP nya,” tegas imron.

Lanjut Imron, Dirinya bersama dekan telah mencoba dan berupaya jauh-jauh hari sebelumnya pihak rektorat telah melakukan rapat dengan orang tua atau wali mahasiswa guna untuk menjelaskan agar para wali atau orang tua mahasiswa yang mendapatkan bantuan beasiswa dari pemda Bengkulu Utara segera melunasi uang SPP anaknya yang hingga saat ini masih menunggak. Hal tersebut menurut Imron, guna untuk tidak menghambat proses belajar dan mengajar para mahasiswa UNRAS yang beberapa bulan lagi akan melaksanakan wisuda.

“Yang namanya  mahasiswa belajar itu tidak mungkin seorang dosennya yang mengajar hanya gratis alias tidak dibayar, jadi menurut saya segeralah mahasiswa terutama mahasiswa yang mendapat bantuan beasiswa dari pemda bengkulu utara tahun 2017 lalu melunasi tunggakan uang semesternya,” terang Imron.

Selain itu Imron Rosyadi juga mengatakan, terkait surat edaran yang dikeluarkan oleh kepala Dinas pendidikan kabupaten bengkulu Utara bebarapa hari yang lalu adalah sebuah surat ajaib. Mengapa dirinya mengatakan demikian, karena setelah dirinya membaca isi dari surat tersebut,  maka dia (Imron,Red) menilai bahwa surat edaran itu merupakan surat yang dibuat oleh orang yang tidak pernah duduk dibangku kuliah.

“Surat edaran dari Dinas pendidikan itu surat ajaib, mengapa saya katakan ajaib, sebab setelah saya baca penjelasan surat itu , maka saya menilai bahwa surat tersebut tentu dibuat oleh orang yang tidak pernah duduk di bangku kuliah,” cetus Imron.(Ben)