Cara Mengetahui Kematian dan Klaim Prediksi Ilmuwan

0
408
cara mengetahui kematian - rahasia kematian dan prediksi kematian ilmuwan-min

Berbicara tentang kematian memang sangat menarik minat. Karena dalam hukum alam, semua mahluk hidup pasti mengalami kematian. Hanya soal proses waktu. Benarkah ada cara mengetahui kematian?

Setiap bidang ilmu mempunyai pandangan berbeda. Dalam dunia spiritual pun, misteri kematian ada beraneka macam versi.

Dalam beberapa kepercayaan ilmu spiritual kuno, kematian dianggap bukan sebuah rahasia atau misteri. Kematian bahkan dapat diketahui secara pasti waktunya. Termasuk di Indonesia, kaum spiritualis kejawen kuno contohnya, mengaku memahami phenomena kematian. Bahkan tahu cara mengetahui kematian -nya secara persis.

Mungkin pernah mendengar cerita-cerita, bagaimana para pelaku spiritual konon berpamitan terlebih dahulu kepada kerabat terdekatnya sebelum menjelang ajal?

Kajian di dunia spiritual memang tak berbatas, antara kenyataan dan imaginasi. Sejauh mana imaginasi dapat dibuat manusia, maka sejauh itu pulalah sisi spiritual dapat menjangkaunya. Namun sayangnya tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.

Lalu bagaimana dengan para ilmuan? Hingga saat ini terus melakukan berbagai eksperimen. Tujuannya, jelas mengetahui misteri kematian. Baik tentang bagaimana memprediksi kematian atau cara mengetahui kematian dilihat dari berbagai aspek. Serta membuktikannya!

Ternyata Kematian Bisa Diprediksi!

Bagaimana Cara Ilmuwan Membuktikannya?

Para ilmuan adalah orang-orang yang berjasa terhadap berbagai penemuan didunia. Hal-hal yang sebelumnya dianggap musthil, para ilmuan lah yang kemudian membuatnya menjadi nyata.

Jika sekarang kita menganggap bahwa manusia bisa terbang adalah lumrah dan biasa saja. Baik menggunakan pesawat terbang atau alat sejenis lain. Namun jauh sebelum peradaban modern, terbang itu merupakan sebuah kemustahilan. Khususnya dari sisi ilmiah.

Ilmuan menganggap kematian bukanlah sebuah misteri yang tidak mungkin terpecahkan. Hal itu setidaknya terlihat pada sekelompok ilmuwan yang meneliti fase kehidupan, baru-baru ini. Bahkan mereka mengklaim tahu cara mengetahui kematian atau bisa memprediksi kematian dengan akurasi 80 persen.

Sebagaimana dari BBC.COM, bahwa; selama ini, ahli biologi berasumsi hanya dua fase dasar kehidupan. Yaitu, kanak-kanak dan dewasa. Masa kanak-kanak ditunjukkan dengan pertumbuhan dan perkembangan cepat. Tingkat kematian rendah terjadi pada fase ini.

Sementara, masa dewasa ditandai dengan kematangan secara seksual. Tingkat kematian juga tergolong rendah. Karena pada masa dewasa ini adalah saat terbaik dan biasanya makhluk hidup menghasilkan keturunan.

Fase kematian tertinggi terjadi pada masa dewasa akhir. Dimana, tubuh pun mulai menua. Penuaan awalnya berjalan lambat, namun lambat laun semakin cepat. Setiap tahunnya potensi kematian yang terjadi pun bisa bertambah.

Cara ilmuwan mengungkap misteri kematian

Laurence Mueller dan Michael Rose adalah seorang biolog dari Univeristas California di Irvine. Mereka mempelajari lalat buah Drosophila untuk mengungkap misteri kematian. Dia mengambil sampel 2,828 lalat betina dan menempatkan masing-masing lalat tersebut dengan dua lalat jantan dalam sebuah botol.

“Kita mengambil 2,828 lalat betina dan menempatkan masing-masing lalat tersebut dengan dua lalat jantan dalam sebuah botol,” kata Mueller seperti dikutip BBC Earth, Rabu (22/06/2016).

Setiap hari, ilmuwan memindahkan lalat betina ke botol baru dan menghitung jumlah telur yang dihasilkan. Mereka melakukan eksperimen tersebut selama beberapa minggu hingga lalat-lalat ini mati. Umur lalat memang hanya beberapa minggu saja.

Awalnya, hasil penelitian ini mengecewakan. Ilmuwan tidak menemukan sesuatu yang berharga. Namun, saat ilmuwan melihat data lebih dekat, mereka menyadari ada sesuatu yang berbeda.  Mereka melihat adanya perbedaan kesuburan antara betina yang akan mati dengan betina yang masih memiliki masa hidup beberapa minggu lagi.

Secara sederhana tingkat kesuburan lalat menurun dua minggu sebelum akhirnya mati. Data ini dilihat dari jumlah telur yang dihasilkan setiap hari. Penurunan terjadi tanpa melihat umur. Lalat yang berumur 60 hari dan menuju kematiannya serta lalat berumur 15 hari yang akan mati sama-sama mengalami penurunan kesuburan.

Penurunan tingkat kesuburan juga dialami pejantan. Mueller mengatakan, lalat jantan akan kehilangan kemampuan membuahi betina beberapa saat sebelum kematian. Lewat penelitian inilah, ilmuwan menunjukkan adanya fase kehidupan yang belum dikenal selama ini. Yaitu, fase akhir kehidupan yang disebut “spiral kematian”.

Prediksi kematian pada lalat buah akhirnya dilakukan dengan dasar jumlah telur yang dihasilkan betina. Mueller dan Rose bisa memprediksi kematian dengan akurasi 80 persen tiga hari sebelum kematian tersebut menjemput.

Spiral kematian adalah sesuatu yang ambigu dan tidak jelas. James Curtsinger Ilmuwan dari Universitas Minnesota juga meneliti kaitan antara kesuburan dan kematian pada lalat buah. Namun Curtsinger punya pendapat berbeda dengan hasil penelitian Mueller dan Rose. Curtsinger menyebut bahwa penelitian pada lalat buah ini bukan bukti adanya fase akhir kehidupan.

Dia tidak percaya manusia dan spesies selain lalat buah akan mengalami penurunan kesuburan sebelum kematian. Curtsinger juga berpendapat, “spiral kematian” merupakan suatu hal yang ambigu dan tidak jelas.

Curtsinger mengungkapkan terminologi yang lebih tepat untuk menyebut penurunan kesuburan pada lalat buah, yaitu “berhenti”. Tahapan itu dimulai saat lalat tidak mampu lagi menghasilkan telur. Sebagai gambaran, lalat buah akan bertelur sebanyak 1.200 buah sepanjang hidupnya. Jika dalam sehari saja lalat tidak bertelur, berarti bisa jadi indikasi jika ada sesuatu yang salah.

Kesimpulan tentang cara mengetahui kematian

Ada satu hal yang sudah disepakati bersama. Yaitu, kematian itu mutlak terjadi pada semua mahluk hidup. Namun tentang bagaimana cara mengetahui kematian masih perlu penelitan lebih lanjut.

Ilmuan telah melakukan tugas sesuai disiplin ilmu mereka. Melakukan penelitian secara terus menerus dan senantiasa melakukan berbagai penyempurnaan terhadap hasil temuan mereka.

Ilmuan belum menyerah untuk membuktikan bahwa kematian itu adalah sesuatu yang alamiah. Dan prosesnya, dapat diteliti. Sehingga, dikemudian hari dapat diprediksi secara akurat dan pasti. Walau dalam pandangan umum beberapa decade belakangan ini, masih dianggap sebagai hal yang mustahil.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here