Bupati Wonosobo, Tinjau Jalan Magelang, Silentho Yang Rusak Parah

0
322
Bupati Wonosobo tinjau jalan rusak

WONOSOBO – Jalan alternatif Wonosobo – Magelang via Silentho, yang rusak parah sepanjang 2,85 km di ruas Kagungan-Rejosari, Kepil membuat Bupati Eko Purnomo merasa perlu turun langsung meninjau.

Dari hasil tinjauan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Supriyanto, Kepala Kantor Satpol PP dan Linmas Faisal RB, Kepala Bagian Komtel Setda Margiono, Camat Kepil Singgih Kuncoro, dan Kades Randusari Heru Nurcahyo tersebut, Bupati menyoal kurang memadainya saluran air tepi jalan.

“Drainase ini penting sekali, terutama untuk menjaga agar jalan tak mudah rusak dan berlubang, mengingat curah hujan di Wonosobo terhitung tinggi,” katanya.

Kepada Kepala DPU, Eko meminta agar dalam perbaikan ruas jalan Kagungan-Rejosari, aspek drainase diseriusi. “Jangan hanya berfokus pada pengerasan jalan saja, tapi mengabaikan saluran air di tepiannya,” pinta Eko.

Kerusakan ruas jalan sepanjang 2,85 km, yang hampir selalu berulang di setiap tahunnya, menurut Eko juga perlu didalami.

Menurut Bupati ,pihak DPU,perlu mempelajari kemungkinan untuk meningkatkan kualitas jalan di ruas yang dipenuhi lubang-lubang berbahaya itu.

Terlebih, di dekat pasar Randusari kini terdapat badan jalan yang tergerus longsor sehingga memaksa kendaraan harus berjalan bergantian.

“Saya berharap DPU bisa secepatnya membenahi ruas jalan ini karena keluhan dari masyarakat setempat dan para pengguna jalan sudah sedemikian banyak,” Pinta Eko.

Mengenai perbaikan jalan ruas Kagungan -Randusari, dijelaskan oleh Kepala DPU Supriyanto, bahwa telah dianggarkan selama 2 tahun terakhir. “Di 2015 lalu 2 kali kami usulkan, tapi selalu gagal di proses lelang, dan untuk 2016 baru akan masuk proses lelang dalam minggu ini,” jelas Supriyanto.

Kepada Bupati, Supriyanto juga mengungkap besaran anggaran yang dialokasikan untuk menuntaskan ruas vital tersebut. “Anggaran berasal dari Bantuan Provinsi sebesar 5 Milyar Rupiah,” terang Supri.

Sementara untuk aspek drainase jalan, Supri mengaku pihaknya akan lebih detail mengawasi pihak ketiga yang nantinya akan menggarap ruas tersebut.

“Kami memahami keluhan warga setempat maupun para pengguna jalan yang kerap melintas di ruas ini, namun demikian kami juga berharap agar jalan ini nantinya awet, pengguna bersedia sadar dengan kapasitasnya yang hanya mampu menampung tonase maksimal kurang dari 10 ton,”

Selama ini, selain karena buruknya drainase, juga karena banyak kendaraan muatan berat melebihi kapasitas yang melintas di ruas tersebut, sehingga memunculkan kerusakan pada badan jalan.pungkas Supriyanto (Arintoko)

loading...