Bupati Pekalongan Safari Ramadhan

2
658
Bupati Amat Antono Pengajian Ramadhan
                                                                                        
                                                                                        Kabupaten Pekalongan- Bulan Suci Ramadhan 1437 H, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Pengajian Rutin untuk karyawan dan karyawatinya. Pengajian tersebut digelar  setiap hari Jumat di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Pengajian pertama digelar pada Jumat pagi ini (10/6/16), dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, Msi, Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta Para Kepala Bagian serta PNS di lingkungan Setda Kabupaten Pekalongan.
                  
Bupati Pekalongan dalam memberikan sambutannya mengajak semua yang hadir untuk merenungkan bahwa kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, hendaknya harus selalu menjaga amanah, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
“Tanpa adanya kesadaran dalam rangka melaksanakan tugas akan fungsinya niscaya kita tidak akan terarah, tetapi dengan penguasaan terhadap fungsi, kita pastinya bisa menjalankanya.” tegasnya. 
 
Lebih lanjut Bupati berharap kepada para pejabat di lingkungan Kabupaten Pekalongan untuk betul-betul memahami fungsi dan tugasnya masing-masing.
Hal ini disampaikan, karena menurutnya pimpinan itu (Bupati dan wakil Bupati) secara pasti setiap 5 tahun sekali bisa diganti, tetapi fungsi para pejabat dalam rangka melaksanakan tugas hendaknya tetap pada apa yang dipedomani.
Pada kesempatan tersebut, Antono juga menambahkan bahwa kelak yang akan menang adalah orang yang kreatif, inovatif dan efisien. “Apapun dan siapapun dia, yang mampu berkompetisilah yang akan menang. Kelak, keunggulan komparatif akan kalah dengan keunggulan kompetitif,”  pesannya.
                  
Sementara itu KH.Moh.Hafidz, dalam tausiahnya menyampaikan suatu hal yang disebutkan dalam salah satu hadist yaitu tentang proporsional di dalam beribadah.
Dijelaskannya bahwa ibadah itu tidak hanya menyembah kepada Allah, tetapi juga memelihara dan menyanyangi diri kita dan juga anak istri kita agar dapat hidup sejahtera juga merupakan ibadah.
“Jadi, ibadah tidak hanya menyembah kepada Allah, tetapi bekerja keras untuk menafkahi keluarga juga merupakan ibadah yang tidak kalah pentingnya,” jelas Kyai.
                  
Kyai Hafidz yang juga Ketua Rifaiyah Kabupaten Pekalongan tersebut juga menambahkah bahwa dihari kiamat kelak, ada 4 orang yang akan berada di pintu surga, yaitu orang yang mati syahid di dalam peperangan, haji yang mabrur, penggerak pondok pesantren dan juga orang kaya atau pejabat yang mengamalkan harta dan jabatannya didalam kebaikan. ***

2 KOMENTAR