PLTMH3Kabupaten Pekalongan- Pemerintah Kabupaten Pekalongan membuka seluas luasnya  investor untuk dapat andil membangun Kabupaten Pekalongan. Hal itu dilakukan untuk memberikan jaminan agar nyaman berinvestasi di kota Santri.

“ Jaminan ini berbentuk jaminan keamanan dan kepastian hukum”kata Bupati Pekalongan Drs. Amat Antono, MSi pada Peresmian Pembangkit listrik Tenaga Minihidro Bantar Kulon Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan (10/3)

Masyarakat dan segenap pengampu kebijakan serta keamanan di Kabupaten Pekalongan baik dari Unsur Polri, TNI dan Kejaksaan. memberikan dukungan untuk menjamin hal tersebut.

“ Kabupaten Pekalongan itu sangat kaya alamnya, dan belum dimanfaatkan secara maksimal seperti halnya sumber daya air dan kami menunggu kerjasama dengan pihak lain untuk kemajuan Pekalongan.

Hal itu tentunya selaras dengan filosofi kondisi masyarakat kabupaten Pekalongan, yang berupaya maju dan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“ Jika adanya air yang kita miliki, maka air itu yang kan jadi modal utama untuk kesejahteraan masyarakat. Bahkan jika kita punyanya hanya api, api pula itu akan digali untuk dapat mensejahteraan masyarakat”kata Amat Antono.

Selanjutnya terkait dengan Peresmian Pembangkit Listrik Minihidro ini, Bupati mengajak semua pihak untuk menjaga kelangsungannya, baik masyarakat, Perhutani , Kepala Desa dan Pihak Kecamatan.

“ Membangun itu perkara biasa , akan tetapi menjadi luar biasa ketika kita secara bersama mempertahankan keberlangsungannya” tandasnya.

Lebih lanjut Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak terutama masyarakat Lebakbarang dan desa Bantar Kulon karena membuka dan menerima daerahnya untuk pembangunan PLTMH.

“ Inilah bentuk partisipasi nyata warga Pekalongan dalam sumbangsih Pembanguan kepada Republik Indonesia”terangnya.

Sementara itu Presiden Komisaris PT Hidro Riski Ilahi Prof.Kusmayanto Kadiman juga menyampaikan terima kasih kepadasemua pihak hingga dapat menwujudkan pemanfaatan sungai Sengkarang sebagai sumber energi. Karena kenyamanan pembangunan Minihidro. Dan dukungan Bupati untuk memberikan kepastian dalam perijinan pembangunan serta , ijin prinsip, hingga amdal.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro( PLTM). Dengan menelan investasi sebesar Rp. 95 milyar lebih diharapkan PLTM mampu menghasilkan listrik sebesar 7 Megawatt, atau dapat mengaliri listrik 7000 rumah jika rata rata setiap KK memakai 900 W.

Menurut direktur Hidro Rizki Ilahi ( HRI) Ir Adi Darmanto menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun listrik tenaga air ini dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di pulau Jawa dengan memanfaatkan kekayaan alam dengan sumber air yang ada diKabupaten Pekalongan. Kabupaten Pekalongan mempunyai potensi alam yang memenuhi syarat dibangun PLTM ini “ katanya. ( ***)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here