Bupati Pekalongan Jadi Pembina Upacara SMAN 1 Kedungwuni

Ingatkan, Bahaya Hanphone, Narkoba Hingga Pembentukan Karakter Bangsa

0
1206
Bupati Pekalongan
Bupati Pekalongan ingatkan, Bahaya Hanphone, Narkoba Hingga Pembentukan Karakter Bangsa | Photo: jowonews.com

Setiap kemajuan suatu zaman jelas akan menimbulkan efek. Baik dari sisi positif maupun negatif. Demikian juga saat ini, derasnya pengaruh era informasi memberi dampak sangat besar bagi masyarakat. Dalam hal ini, hendaknya disikapi dengan bijaksana, ujar Bupati Pekalongan – Jawa Tengah,  Drs. H. A. Antono, MSi saat menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Kedungwuni belum lama ini (2/10).

Seperti salah satunya pengaruh handphone (HP). Saat ini handphone sudah menjadi kebutuhan bagi manusia. Namun demikian, keberadaannya kadangkala menjadikan ancaman bagi tatanan kehidupan sosial yang baik.

“Contohnya kita akan lebih mementingkan mengangkat handphone daripada ibadah, ketika kita akan sholat handphone kita tiba-tiba berbunyi,” ujar Bupati Pekalongan Menurut Antono, hal ini sangat memprihatinkan.

Oleh karena itu sebagai orang tua kita harus selalu mengawasi setiap anak didik kita. Dan, kepada para pelajar untuk saling mengontrol diri kita masing masing.

Antono mengatakan disatu sisi HP memberikan manfaat bagi kita dalam hal informasi dan komunikasi, tapi disisi  lain keberadaannya akan menjadi ancaman bagi kita semua bila tidak disikapi dengan bijak, baik dalam hal belajar, bergaul bahkan ibadah dan kegiatan lainnya.

Selanjutnya Bupati juga menyampaikan, menurut catatan BNN, pada tahun 2014 di Indonesia 3,6 juta orang telah terkena dampak narkoba dimana 22% nya adalah pelajar dan mahasiswa.

“Mudah-mudahan pelajar di Kabupaten Pekalongan tidak termasuk yang 22% tersebut. Bagi Kepala Sekolah dan Guru, tolong jadikan hal ini perhatian. Monitor dengan jeli anak-anak didik Saudara jangan sampai terkena narkoba,” pesan Bupati.

Dalam upacara yang juga dihadiri oleh Asisten Pembangunan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Camat Kedungwuni, Para Kepala SKPD terkait dan juga Kepala Sekolah dan Guru SMA Kedungwuni, tak lupa Antono menyampaikan bahwa sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam pencegahan narkoba, dirinya akan selalu menyempatkan diri turun langsung ke SMA/SMK di Kabupaten Pekalongan setiap minggu demi menyelamatkan dan mengingatkan para pelajar dari ancaman bahaya narkoba.

Demikian pula dengan Senin pagi lalu Bupati Pekalongan bertindak sebagai Pembina Apel di SMA Negeri 1 Kedungwuni juga dalam rangka untuk mengantisipasi agar jangan sampai para generasi penerus bangsa tersebut terkena narkoba.

“Saya ingatkan pada Kepala Sekolah, Guru-guru dan juga Orang tua murid, karena anak-anak ini adalah aset bangsa. Kalau tidak dijaga dan dirawat dengan baik maka akan menjadi bencana bagi bangsa ini,” tegas Bupati Pekalongan, Antono.

Terkait dengan upacara dan persiapannya yang berjalan dengan tertib, tak lupa Bupati juga menyampaikan rasa bangganya atas apa yang sudah dilakukan para Guru dan siswa khususnya para petugas upacara yang terlihat menguasai apa yang menjadi tugasnya dalam kegiatan tersebut.

“Terimakasih atas apa yang sudah dilakukan, ini sangat membanggakan,” ungkap Bupati Pekalongan.

Lebih lanjut Bupati mengharapkan upacara seperti ini untuk terus dipertahankan dan ditingkatkan karena ini akan membentuk karakter bangsa dan agar para siswa mempunyai disiplin dan komitmen terhadap bangsa dan negara.

“Tanpa karakter, bangsa ini tidak akan maju dan akan terjadi ketidakpastian sehingga akan hancur. Oleh karena itu jangan sampai kita terjebak kesana kemari tanpa makna,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan terkait tahun 2015 sesuai data statistik Indonesia akan mendapat bonus demografi dimana angkatan kerja usia produktif mencapai angka yang cukup tinggi yaitu 68%. Menurutnya hal ini harus dipersiapkan dengan baik karena bila tidak, kualitas manusia rendah, akan menjadi bencana.

“Saya harap anak-anak menyadari kesempatan emas ini dengan mempersiapkan kualitas diri masing-masing. Kita tidak bisa lagi berbicara keunggulan komparatif, tetapi keunggulan kompetitiflah yang akan berlaku nanti. Bekali diri kita dengan ilmu pengetahuan yang cukup, kembangkan diri, belajar lebih baik dan tuntutlah ilmu setinggi langit. Jangan jadi beban bangsa, tetapi jadilah penobang bangsa untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.