Bupati Pekalongan Buka Pelatihan PKL Dan Susbalan Gp Ansor

0
521
Bupati Pekalongan Buka Pelatihan PKL Dan Susbalan Gp Ansor Kajen
Bupati Pekalongan Buka Pelatihan PKL Dan Susbalan Gp Ansor

Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si, Jumat (30/10/2015) pagi secara resmi membuka Pelatihan PKL Dan Susbalan Gp Ansor yang kegiatannya dipusatkan di kompleks Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan di Jl. Raya Karangdowo No. 9 Kedungwuni.

Pelatihan PKL Dan Susbalan Gp Ansor ini merupakan tindaklanjut dari pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) yang digelar di tiap tingkat pimpinan anak cabang (PAC) GP Ansor se Kabupaten Pekalongan dan tindaklanjut dari pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Banser, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) selama tiga hari terhitung mulai Jumat hingga Minggu (30 Oktober sampai 2 November 2015).

Kegiatan besar ini dihadiri oleh Ketua PCNU Drs. KH. Muslikh Khudori, M.Si, Plt. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Fuadi Jaman, AP, Camat beserta Muspika Kecamatan Kedungwuni dan undangan lainnya.

Bupati Pekalongan, Antono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan PKL dan Kursus Susbalan sangat strategis. Karena menurutnya, dengan pelatihan dan kursus ini akan menjamin keberlangsungan Banser, dan selain itu akan menjamin keberlangsungan diri pribadi seseorang.

“Dengan pelatihan dan kursus ini saudara dibekali untuk mempersiapkan diri dalam rangka menatap masa depan,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga berharap melalui Pelatihan PKL dan kursus Susbalan, selain membentuk insan-insan yang Islami, Banser GP Ansor bisa menjadi penyangga, bisa menjadi wajah, juga bisa menjadi cermin serta menjaga kebhinekaan negara Indonesia.

Di hadapan para peserta pelatihan dan kursus, Bupati menginformasikan mengenai bonus demografi yang akan diperoleh bangsa Indonesia. Seperti pada kegiatan-kegiatan lain Bupati menyampaikan bahwa pada tahun 2035 bangsa Indonesia akan mendapat bonus demografi yaitu angkatan kerja negara Indonesia sangat besar yaitu mencapai 68%. Ini adalah sebuah kekuatan yang luar biasa apabila dikelola dan dipersiapkan dengan baik.

Tetapi sebaliknya, lanjut Bupati, angkatan kerja yang besar itu akan menjadi “pisau bermata dua” apabila tidak dipersiapkan dengan baik. Yaitu bisa menjadi peluang untuk mensejahterakan dan bisa menjadi beban bagi masyarakat.

Untuk itu, Bupati mengajak seluruh Banser dan GP Ansor Kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan kemampuan, wawasan dan ketrampilannya dalam menghadapi era bonus demografi tersebut.

Dalam kaitan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pekalongan pada 9 Desember 2015 yang akan datang, Bupati berharap Banser GP Ansor menjadi pelita, bisa menjadi pemberi wawasan, dan bisa menguatkan pelaksanaan Pilkada tersebut. Karena menurut Bupati Antono, sosialisasi yang dilakukan oleh KPU belum tentu menyentuh masyarakat yang paling bawah.

“Banser sebagai salah satu badan otonomnya NU yang mempunyai akar sampai bawah, saya minta ikut dalam mensosialisasikan untuk menjadi pemilih yang cerdas, dan menjadi pemilih yang bertanggungjawab,” harap Bupati.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Ahsin Hana, S.Pd selaku ketua panitia menyampaikan peserta pelatihan dan kursus ini akan ditempa tidak hanya aspek psikis saja, tetapi aspek motorik sebagai motivator/penggerak di masyarakat dan pada akhirnya akan terbentuk pemimpin yang dapat diteladani dan dapat dicontoh.

“Pelatihan dan Kursus yang sederhana ini semoga akan menghasilkan calon pemimpin-pemimpin yang tidak sederhana tetapi pemimpin-pemimpin yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Ahsin, pelatihan PKL diikuti oleh 45 personil, yang terdiri dari utusan PAC GP Ansor se Kabupaten Pekalongan dan dari PC GP Ansor Kabupaten/Kota tetangga seperti dari Tegal, Brebes dan juga dari luar jawa.

Sedangkan Kursus Susbalan diikuti oleh 56 personil yang berasal dari utusan tiap kecamatan se Kabupaten Pekalongan dan PAC-PAC di Kabupaten/Kota tetangga seperti Batang, Tegal, Brebes dan sebagainya.

Sementara Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah, Salis, mengatakan bahwa pelatihan PKL dan Kursus Susbalan merupakan pelatihan kader. GP Ansor adalah organisasi kader dan sebagai organisasi kader maka wajib mengelola organisasi ini dengan memprioritaskan aktivitas kaderisasi.

“Lewat PKL dan Susbalan inilah para sahabat diharapkan akan menjadi kader yang loyal dan menjadi kader yang militan”, katanya.

Sedangkan Ketua PCNU dalam sambutan mengatakan GP Ansor beserta Bansernya sebagai badan otonom NU memiliki fungsi menjaga stabilitas, menjaga keamanan, dan menjaga keutuhan jam’iyah NU.

“Oleh karena itu kehadiran Ansor dan Banser harus menjaga iklim yang sejuk, iklim yang kondusif demi lancarnya pesta demokrasi yang akan digelar di Kabupaten Pekalongan yakni pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada tanggal 9 Desember 2015 yang akan datang,” terang KH. Muslikh.

loading...