Uncategorized Bupati Antono Diharapkan Kegiatan Pramuka Menjadi Pengikat Kegiatan Di Masyarakat

Bupati Antono Diharapkan Kegiatan Pramuka Menjadi Pengikat Kegiatan Di Masyarakat

Peran dunia pendidikan sangat diperlukan. Karena pendidikan  adalah kunci masa depan, pendidikan itu jembatan untuk menuju masa depan yang lebih bagus. Oleh karena itu melalui kegiatan Kepramukaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  agar mempersiapkan masa depan generasi muda menjadi insan yang bisamensejahterakan bukan malah menjadi beban,”

Kabupaten Pekalongan – Ada dua organisasi yang selalu saya banggakan di Kabupaten Pekalongan ini yaitu Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pramuka. Karena saya mempunyai harapan besar dari kedua organisasi tersebut untuk mengawal akan kemajemukan dan untuk mengawal kondisi masa depan Kabupaten Pekalongan.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si selaku Kamabicab Pramuka saat mengisi Jam Pimpinan pada Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, di aula Bumi Perkemahan Linggoasri Kajen, Selasa (17/11/2015).

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan kursus bagi pembina pramuka dinilainya sangat baik. Bupati berharap kegiatan kepramukaan bisa menjadi pengikat bagi kegiatan-kegiatan di masyarakat yang sangat majemuk dan variatif serta penuh dengan segala kepentingan.

Bupati juga meminta agar model atau gaya pengenalan pramuka ke masyarakat perlu adanya penyempurnaan dengan tidak mengurangi karakter sebagai pramuka dan sebagai pandu.

“Kita harus sadari betul sekarang orang yang memakai pramuka semakin menurun. Maka melihat kondisi yang ada, dengan semakin majunya tehnologi dan perkembangan generasi utamanya, kegiatan pramuka harus lebih maju untuk disukai dan yang lebih prinsip ialah, meningkatkan sistem didalam pendidikan.

Pramuka salah satu organisasi pendidikan yang masih di akui sebagai organisasi pelajar yang baik, membentuk karakter bangsa.
“Saya beberapa kali menyampaikan bahwa pada tahun 2035 bangsa Indonesia mendapat bonus demografi. Dimana pada tahun itu usia produktif bangsa Indonesia prosentasenya sangat besar yaitu sebesar 68%.

Ini luar biasa apalagi jika dikalikan dengan jumlah penduduk 255 juta. Hal ini akan menjadi kekuatan untuk mensejahterakan masyarakat, tetapi sebaliknya apabila tidak dikelola dengan baik akan menjadi ancaman,”

Pengetahuan. “Saya beberapa kali sampaikan bahwa pada tahun 2035 bangsa Indonesia mendapat bonus demografi. Dimana pada tahun itu usia produktif bangsa Indonesia prosentasenya sangat besar yaitu sebesar 68%. Ini luar biasa apalagi jika dikalikan dengan jumlah penduduk 255 juta. Hal ini akan menjadi kekuatan untuk mensejahterakan masyarakat, tetapi sebaliknya apabila tidak dikelola dengan baik akan menjadi ancaman,”

“Disitulah peran dunia pendidikan sangat diperlukan. Karena pendidikan menurut saya adalah kunci masa depan, pendidikan itu jembatan untuk menuju masa depan yang lebih bagus. Oleh karena itu melalui kegiatan semacam ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  agar mempersiapkan masa depan generasi muda menjadi insan yang bisa mensejahterakan bukan malah menjadi beban,” papar Antono.

Hadir dalam kesempatan itu Asisten Pemerintahan Sekda Drs. Ali Riza, M.Si, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dra. Sri Sugiarti dan Camat Kajen. Kursus diikuti oleh 100 peserta yang merupakan pembina pramuka gugus depan (Gudep) Pangkalan SMP dan SMA se Kabupaten Pekalongan. Kursus berlangsung selama 6 hari terhitung mulai tanggal 14 hingga 19 Nopember 2015. (*)

Hadi Lempehttp://www.garudacitizen.com/
Hadi Sulistiyono R adalah wartawan Garuda Citizen yang bertugas di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Juga aktif sebagai penggiat seni Teater dan Sastra Indonesia sekaligus mengajar seni Teater dan Sastra di SMA dan Perguruan tinggi di Pekalongan dan Pendiri Teater di Kota Pekalongan