BTT Covid-19 Diskominfo Bengkulu Utara Tak Sesuai Aturan

0
307
BTT Covid-19 Diskominfo Bengkulu Utara Tak Sesuai Aturan

Bengkulu Utara, GC – Anggran Belanja Tak Terduga (BTT) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bengkulu Utara sebesar Rp 89.180.000 untuk penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 digunakan tidak sesuai dengan aturan.

Pasalnya, dalam hearing Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, dengan tim gugus tugas percepatan penangan covid-19, Kamis (23/04/2020) di ruang sidang paripurna gedung dewan. Ternyata, Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) BTT penanggulanan Covid-19 di Dinas Kominfo yang disampaikan oleh Sasman selaku Kepala Dinas Kominfo, tidak sesuai dengan aturan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 440/2022/SJ tentang Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 daerah.

“Semestinya Dinas Kominfo disaat kondisi Pandemi seperti ini tidak harus lagi membeli peralatan kantor, sekarang ini yang perlu dipikir itu perut rakyat. Dengan adanya hal ini, jujur hati saya miris dan tidak setuju ketika ditengah rakyat lagi sakit kalian beli Leptop, beli Genset. Mestinya kalian itu beli beras untuk masyarakat akibat dampak Covid-19 ini,” tutur Wakil Ketua Pansus Covid-19, Tommy Sitompul dalam Hearing.

Berikut RKB Penanganan Covid-19 Dinas Kominfo Bengkulu Utara :

NoUraianVolumeHarga Satuan (Rp)Jumlah
1Laptop1 Unit25.000.00025.000.000
2Smart Phone Sim Card1 Unit18.000.00018.000.000
3TV LED2 Unit14.000.00028.000.000
4Licence Aplikasi Zoom Claud3 Bulan500.0001.500.000
5Kabel HDMI Higt Speed2 Unit600.0001.200.000
6Kartu Internet Prabayar1 Card480.000480.000
7Genset1 Unit15.000.00015.000.000

Jumlah Total Rp 89.180.000

Lanjut Tommy Sitompul, dengan adanya hal demikian. Pihaknya selalu mengingatkan kepada SKPD yang masuk dalam tim gugus Covid-19. Agar merealisasikan BTT untuk Covid-19 kedepan benar-benar sesuai aturan, sebagai mana yang telah diinstruksikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri tentang penanggulangan wabah virus Corona atau Covid-19.

“Mestinya mereka lebih Fokus ke masalah Covid-19. Meskipun peralatan itu dibutuhkan, tapi kan ngak prioritas. Masalah yang sekarang sudah mereka belanjakan tidak sesuai peruntukannya itu, tanggung jawab lah mereka itu sendiri, itu udah ranah lain,” Pungkas Tommy Sitompul. (Ben)