Antisipasi Bencana: BPBD BU Melakukan Rapat Program TRC

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara-  Hari ini senin (18/7/2016) di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara mengadakan rapat pembahasan program Tim Reaksi Cepat (TRC). Hal ini dilakukan guna untuk kesiapsiagaan dalam upaya penanggulangan bencana lebih cepat dan terkoordinasi.

Rapat yang dipandu langsung oleh kepala BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, Made Astawa  serta di hadiri dari beberapa Dinas instansi dan pihak Vertikal seperti dari dinas Pekerjaan Umum, RSUD, Dinas Kesehatan, Polisi dan TNI, berlangsung dengan Hikmat.

Usai mengadakan rapat, Made Astawa, di ruang kerjanya, mengatakan, terbentuknya Tim reaksi cepat sebanyak 30 orang itu merupakan langkah yang cukup efektif dalam penanggulangan bencana. Mengingat, daerah Kabupaten Bengkulu Utara merupakan dareah pada umum rawan bencana.

“Dengan terbentuknya tim reaksi cepat ini, dapat menanggulangi bencana secara terkoordinasi. Sehingga bisa meminimalisasi jatuh nya korban. Seperti sering terjadi gempa bumi, banjir dan jalan lintas yang sering terputus akibat tanah longsor,” kata Made Astawa.

Selain itu, made juga menjelaskan, untuk honor sebanyak 30 orang tim reaksi cepat sekarang ini sudah di anggarkan oleh pihak pemerintah daerah bahkan pada saat tim melakukan tugasnya juga akan di bayar oleh pihak pemerintah daerah.

“Kalau untuk honor mereka per bulannya ada,kemudian pada saat mereka melakukan tugasnya, berapa biaya mereka yang sudah keluarkan akan kita catat,misalnya mereka melakukan tugas tanah longsor di daerah lais,mulai dari minyak motor sampai dengan makannya akan kita bayar dengan anggaran yang sudah di sediakan,” Tutup Made Astawa.(BEN)

Latest News

Jaksa Geledah Pemkab Dan DPRD Kepahiang, Indikasi Kasus Tanah Kantor Camat TB Karai

BedahBerita.Co.Id, Nampaknya Kasus pengadaan Lahan Tanah Kantor Camat Tebat Karai mulai serius di garap Kejaksaan Negeri Kepahiang,...

Spiritual Retreat, Love & Unity Tour, Indonesia 2019

Sri Bhagavan, pemimpin spritual dan pendiri International Vedanta Society yang berpusat di Kolkata, India akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 2-13 Desember...

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2018 di Dinas Kesehatan (Dinkes)...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -