BPBD Bengkulu Utara Gelar Bimtek Srikandi Siaga Bencana

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara,GC – Sesuai dengan tema Hari Kesiapsiagaan Bencana  Nasional (HKBN) pada tanggal 26 April mendatang,“Perempuan Menjadi Guru Siaga Bencana, Rumah Manjadi sekolahnya”. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Srikandi Siaga Bencana, Selasa (9/4/2019).

Deputi BNP, B.Wisnu Widjaja saat menyampaikan Materi Kepada Peserta Bimtek

Kegiatan yang digelar di gedung Balai Ratu Samban kecamatan kota Arga Makmur dan yang dibuka langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Ir.H. Mian tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kewaspadaan masyarakat, khususnya kaum perempuan untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi resiko terhadap darurat bencana dengan memberikan  praktek dasar, agar resiko bencana dan kerugiannya dapat diminimalisir.

Seperti yang disampaikan oleh Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, B.WISNU WIDJAJA ketika memberikan pembekalan kepada para peserta yang hadir menjelaskan, terkhusus bagi kaum perempuan, mereka harus mampu menjadi tutor bagi keluarga dan lingkungan sekitar dalam menyiapkan diri dan keluarga menghadapi ketida datang bencana.

“Kaum wanita adalah orang yang harus tangguh dalam menghadapi bencana dan menyiapkan keluarganya agar siaga bencana. Karena, kaum perempuan sebagai orang paling terdampak ketika terjadi bencana. Bahkan juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyelamatkan keluarga dan mendidik anak-anak tentang kebencanaan,”terang Wisnu.

Lanjutnya, Sebagai Deputi BNPB bidang pencegahan, Ia pun mengajak seluruh kaum perempuan, khususnya seluruh anggota Dharma Wanita dan organisasi wanita lainnya, untuk mengikuti latihan kesiapsiagaan bencana. Sehingga kedepan akan terbangun kapasitas dan kapabilitas semua pihak terkait kesiapsiagaan terhadap seluruh orang yang tinggal di Indonesia agar selamat dari bencana dan tidak ada korban.

“Banyaknya korban karena masyarakatnya panik menyelamatkan diri, karena kurangnya kesiapsiagaan dan pengetahuan tentang bencana” ucapnya.

Tahun 2019, Setiap Desa Harus Ada Relawan Bencana

Hal senada yang disampaikan oleh kepala pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar dengan awak media mengatakan, karena ada beberapa titik di wilayah provinsi Bengkulu masuk dalam zona merah rawan bencana, terutama bencana gempa dan sunami. Maka dengan program nasional ini, BPBD Provinsi Bengkulu bersama BPBD kabupaten/Kota melakukan kegiatan memberikan bimbingan teknis kesiapsiagaan bencana di dalam rumah tangga.

“Kita bersyukur kita dapat Bimtek ini. Kita melakukan ini bukan jatuh dengan sendirinya, tetapi berdasarkan usulan. Gubernur Bengkulu juga konsen terhadap kegitan ini, sehingga untuk persiapan Bengkulu tahun 2019, Gubernur sudah mempunyai program akan menitipkan dimasing-masing desa harus ada Relawan bencana,”paparnya.

Kemudian Rusdi Bakar juga mengatakan, ”berdasarkan hasil deteksi BPBD Provinsi Bengkulu, dari 1.513 Desa dan Kelurahan, ada sekitar 500 desa dan kelurahan saat ini yang sangat-sangat rawan Bencana,”ujarnya.

Hadir dalam kegiatan Bimtek ini, yakni kepala BPBD Bengkulu Utara, Forkopimda Bengkulu Utara. Kemudian kegiatan Bimtek ini juga dihadiri 41 orang peserta dari BPBD Bengkulu Utara serta sekitar 30 orang peserta dari BPBD Provinsi Bengkulu dan Kaum organisasi wanita dari daerah setempat dan kabupaten lainnya.(Adv)

Latest News

Pertarungan melawan ‘Berita HOAX’ di Indonesia

Indonesia benar-benar gagap, berada ditengah perkembangan dunia tehnologi saat ini. Media sosial dan berbagai sistem, yang memungkinkan...

Ada banyak jenis kanibalisme, selain orang makan orang

Mungkin Anda sedikit gugup atau hanya sekedar kebiasaan, lalu mengigit kuku. Meskipun ini mungkin tampak seperti tindakan yang tidak berbahaya, itu bisa...

Menyibak rahasia konspirasi hening pembunuhan massal Indonesia [PKI]

Pengantar - Tidak ada yang benar-benar tahu, kecuali mereka pelaku sejarah. Namun, pernah tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tentang pembantaian...

Lahan Pulau Dua Enggano Diduga Dijual Oknum Secara Ilegal

Bengkulu, GC - Terkait soal dugaan lahan pulau dua yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab secara ilegal. Kapala Dinas Kelautan...

Momen Spektakuler Festival Tabut Bengkulu 2019 Berakhir

Bengkulu, GC - Perayaan Tabut muharam digelar selama 10 hari berturut-turut di Provinsi Bengkulu sejak malam satu suro atau malam satu muharam...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -