6.9 C
Alba Iulia
Sabtu, April 4, 2020

Bertemu Presiden Jokowi, Pangeran Mohammed bin Salman Sampaikan Keinginan Saudi lakukan Mega Investasi ke Indonesia

Must Read

Beredar Foto Seronok di Duga Siswi SMK Kandeman Kabupaten Batang

Sekolah perlu memberikan pengawasan ketat terhadap para siswa dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, bila ada keterkaitanya anak...

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu...

Tari Topeng Cirebon dan Makna Dibaliknya

Tari Topeng Cirebon dengan gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab,...
Beni Irawanhttps://www.garudacitizen.com/bengkulu/
Penulis adalah Wartawan Garuda Citizen untuk wilayah provinsi Bengkulu dan sekitarnya. Lahir di Peraduan Binjai 29/12/1985 tinggal di Jl. Saberang Baru Kelurahan Purwodadi Arga Makmur Bengkulu Utara

GARUDA CITIZEN-Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyampaikan keinginan untuk melakukan investasi ekonomi besar-besaran atau mega investasi di Indonesia.

Keinginan tersebut disampaikan oleh Wakil Putra Mahkota, Wakil Kedua Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Hotel Dahua Boutique Hangzhou, RRT, Minggu (4/9) siang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi seusai bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan itu mengatakan ada dua topik yang dibicarakan antara Presiden Jokowi dengan Pangeran Mohammed Bin Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud itu, yaitu kerja sama dalam bidang ekonomi dan masalah haji.

Mengenai masalah kerja sama ekonomi, Menlu menjelaskan ada beberapa hal yang disampaikan oleh Pangeran Mohammed bin Salman. Pertama adalah bahwa Saudi Arabia ingin sekali melakukan investasi secara besar-besaran di Indonesia. Istilah yang disampaikan Pangeran Mohammed adalah mega investment.

Menurut Menlu,mega investment ini ada beberapa bidang yang diharapkan dapat dikerjasamakan oleh Saudi dengan Indonesia.

“Yang pertama adalah di bidang pengilangan minyak (refinery),yang kedua adalah di bidang pembangunan rumah murah (low cost housing), jadi pembangunan perumahan untuk orang-orang yang berpenghasilan rendah; dan yang ketiga adalah investasi di bidang yang terkait dengan pariwisata (tourism),” jelas Retno.

Menlu menjelaskan, ada beberapa tindak lanjut yang harus dilakukan terkait dengan kerja sama ini. Oleh karena itu, ia bersama Seskab Pramono Anung tadi juga melanjutkan pertemuan dengan Ahmad al Khatib, Utusan Khusus Raja Arab Saudi untuk mengurus hubungan ekonomi Indonesia dengan Arab Saudi.

“Jadi setelah ini akan ada beberapa pertemuan lanjutan yang akan dilakukan oleh kedua negara karena sebentar lagi menurut rencana pada bulan Oktober, Raja Saudi Arabia akan berkunjung ke Indonesia,” jelas Retno seraya menambahkan, perlu suatu persiapan agar kunjungan ini menjadi suatu kunjungan yang sangat bersejarah yang membawa hasil yang konkrit bagi hubungan dua negara.
Mengenai masalah haji, Menlu Retno Marsudi mengatakan, Indonesia paham, bahwa untuk haji banyak sekali keterbatasan dalam hal jumlah kuota dan sebagainya. Indonesia hanya ingin menanyakan apakah memungkinkan memakai kuota-kuota yang tidak dipakai negara lain itu dapat digunakan oleh Indonesia.

“Karena kita tahu untuk sebelum melangkah ke pembicaraan dengan negara lain yang memiliki kelebihan kuota, kita harus berbicara terlebih dahulu kepada Saudi Arabia,” ujar Menlu Retno Marsudi.

Selain itu, Pemerintah RI juga menanyakan apakah mungkin ada kuota tambahan kepada WNI atau haji yang berasal dari Indonesia Terkait hal ini, menurut Menlu, Presiden menyampaikan bahwa untuk beberapa provinsi di Indonesia pada saat seseorang akan menunaikan ibadah haji yang bersangkutan harus menunggu waktu lebih dari 20 tahun

Menanggapi pertanyaan Indonesia itu, menurut Menlu, Pangeran Mohammed bin Salman tadi mengatakan bahwa untuk detilnya dia sudah menugaskan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia untuk berbicara dengan Menteri Luar Negeri Indonesia.

“Siang ini karena ada Pertemuan Menteri Luar Negeri G20, maka saya juga akan membahas isu mengenai masalah haji secara lebih detil dengan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia, kata Retno.

Menurut Menlu, Pangeran Salman juga mengusulkan untuk mempermudah koordinasi peningkatan kerja sama, termasuk kerja sama-kerja sama ekonomi, maka Menlu Saudi Arabia berhubungan dengan Menlu Indonesia, sehingga akan memudahkan sekali koordinasi dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral termasuk di bidang ekonomi.

“Presiden sudah langsung menyetujui usulan tersebut,” kata Retno seraya menambahkan, bahwa komunikasi dirinya dengan Menlu Saudi Arabia ataupun dengan Utusan Khusus menyangkut masalah ekonomi Ahmad Al Khatib akan diintensifkan.

Sumber dari: Humas Sekab RI

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Ini Daftar 48 Media Massa Yang Kerja Sama di DPRD BU 2019

Bengkulu Utara, GC – Anggaran publikasi media massa di sekretariat DPRD Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tahun 2019...

Karena Corona, Pilkada Serentak Tahun 2020 Ditunda

garudacitizen.com – Kesimpulan rapat kerja dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan...

Menkeu RI Hentikan Proses Lelang Barang Jasa DAK Fisik 2020

GARUDACITIZEN.COM – Upaya mencegah dan menanggulangi wabah penyeberan virus corona atau Covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, mengeluarkan surat edaran...

Paripurna LKPJ 2019, Bupati Sinjai Siap Terima Kritikan dan Saran

Sinjai, GC – Bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Sinjai. Bupati Andi Seto Ghadista Asapa, SH,LLM, dihadapan 30 anggota DPRD...

DPRD dan Pemkab Sinjai Sepakat Bangun kios Pasar Darurat

Sinjai, GC - Hasil rapat Komisi gabungan DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, sepakat Membangun Kios Pasar Darurat sebanyak 24 Yunit, Selasa...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -