Bank Bengkulu Cabang Arga Makmur Persulitkan Pelunasan Pinjaman Nasabah

0
983
Bank Bengkulu Cabang Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara

Bengkulu Utara,(GC) – Pihak Bank Bangkulu Cabang Arga Makmur di jalan Prof.M.Yamin Kabupaten Bengkulu Utara dituding oleh 2 orang PNS telah mempersulitkan nasabah yang ingin melunasi semua pinjamannya.

Pasalnya, M.Yamin (54) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja sebagai guru SMP bersama isterinya, Rozianti (50) juga PNS yang bekerja sebagai guru mengeluh serta kecewa terhadap pelayanan pihak Bank Bengkulu yang selalu mempersulitkan ketika mereka ingin melunasi semua hutang pinjamannya selama ini.

“Selaku nasabah kami merasa kecewa dengan pihak Bank Bengkulu, karena ketika kami mau melunasinya semua pinjaman kami selalu dipersulitkan. Bahkan, ketika kami datang kepada Eka,yakni salah satu pegawai Bank Bengkulu di kantor cabang Arga Makmur, malah kami disarankannya untuk membuat permohonan lagi. Tetapi setelah surat permohonan itu kami buat dan saat kami mentransferkan uang kami yang ada di bank lain ke Bank Bengkulu, ternyata transfer uang kami di tolak oleh Bank Bengkulu,”jelas M.Yamin, Kamis (4/10/2018) 

Selain itu, Dia ( M.Yamin,Red ) juga mengatakan, jika pihak Bank Bengkulu terus saja terkesan tidak ingin hutangnya tersebut dilunaskan dengan mengungkapkan berbagai alasan dan aturan yang belum ada kejelasannya. Maka selaku nasabah Bank Bengkulu akan melaporkan hal ini ke Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kalau hal ini tidak bisa dituntaskan di kantor cabang ini, maka dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan persoalan ini ke OJK,”tegas M.Yamin.

Anehnya lagi Kata M.Yamin, pada waktu mereka ingin mengujakan pinjaman ke Bank Bengkulu,  selain SK PNS nya yang dijadikan sebagai jaminan pinjaman, pihak Bank Bengkulu juga meminta sertifikat tanahnya sebagai agunan.

“Selain SK saya sebagai jaminannya, malah pihak Bank Bengkulu juga meminta sertifikat tanah untuk dijadikan sebagai agunan pinjaman kami,”tukas M.Yamin.

M.Yamin menambahkan, para nasabah memang tampaknya sengaja dipersulitkan oleh pihak Bank Bengkulu ketika nasabah ingin melunasi pinjaman. Mengapa M.Yamin mengatakan hal itu disengaja?, Sebab, ketika dia mempertanyakan hal ini dengan salah satu karyawan Bank Bengkulu, karyawan tersebut mengatakan dipersulitnya para nasabah agar para nasabah Bank Bengkulu tidak lari ke Bank yang lain.

“Kami pernah mempertanyakan mengapa kami selaku nasabah dipersulitkan saat ingin melunasi pinjaman, kata salah satu karyawan Bank Bengkulu dengan kami memang sengaja, karena hal itu untuk mengikat para nasabah agar tidak lari ke Bank lain,”tutur M.Yamin.

Lain hal lagi yang dikatakan oleh Rozianti, Dirinya sangat terkejut ketika rincian pelunasan pinjamannya naik hingga 15 persen dari rincian awal, yakni sebesar 277 juta rupiah. Padahal, sesuai rincian awal dari pihak Bank Bengkulu saat dirinya mempertanyakan berapa jumlah total yang harus dibayarkan ketika nasabah ingin menutup semua pinjamannya beberapa hari yang lalu, pihak Bank Bengkulu menyampaikan total semua dengannya sebesar 250 juta.

“Kenapa saat mau menutupi pinjaman saya, jumlah rincian yang diberikan oleh Bank Bengkulu hari ini naik hingga 277 juta, sementara rincian awal yang mereka berikan kamaren sebesar 250 juta. Setelah hal ini saya tanyakan dengan pihak Bank Bengkulu, mereka mengatakan bahwa kemaren itu mereka salah komunikasi,”Kata Rozianti.

Bukti Rincian Awal Dari Bank Bengkulu Yang Harus Dilunaskan Oleh Rozianti.

Sementara Kepala Bank Bengkulu Cabang Arga Makmur, Agustian Domargo saat dikonfirmasikan oleh wartawan media ini diruang kerjanya membantah atas tudingan dua orang nasabah tersebut. Ia Mengatakan, hingga saat ini pihak Bank Bengkulu tidak mempersulit para nasabah yang ingin melunasi pinjamannya.

Bahkan, Ia pun juga tidak membenarkan jika pihak Bank Bengkulu meminta jaminan sertifikat ketika seorang PNS telah memberikan jaminan SK nya saat ingin mengajukan pinjaman. Sementara faktanya selama ini, hal itu dilakukan oleh karyawannya, dimana para nasabah yang PNS juga harus memberikan jaminan selain SK PNS mereka, yakni berupa sertifikat tanah.

“Saya tegaskan, hingga saat ini pihak Bank Bengkulu Tidak pernah mempersulit para nasabah untuk melakukan pelunasan pinjamannya. Kemudian kami dari pihak Bank Bengkulu juga tidak membenarkan jika ada karyawan kami yang meminta agunan sertifikat tanah, apabila seorang PNS yang mengajukan pinjaman, cukup dengan SK nya saja,”jelas Agustian Domargo.

Namun, ketika para awak media menghadirkan 2 orang nasabah tersebut dalam ruangan Kepala cabang Bank Bengkulu untuk memberikan penjelasannya. Tampaknya pihak Bank Bengkulu tak bisa berkata apa – apa lagi. Dari pantauan media ini, Agustian Domargo selaku kepala cabang Bank Bengkulu terlihat langsung memerintahkan, Eka salah satu karyawan Bank Bengkulu untuk segera menyelesaikan masalah pelunasan pinjaman 2 orang nasabah yang menuding dipersulitkan oleh pihak Bank Bengkulu tersebut.

Bahkan yang sangat mengherankan lagi, dengan berbagai alasan semua pihak Bank Bengkulu, mulai dari karyawannya hingga kepala cabangnya, tidak mengizinkan ketika para wartawan ingin mengambil gambar mereka, sehingga pemberitaan ini diturunkan tidak dapat menampilakan foto kepala cabang Bank Bengkulu. Alasan kepala cabang, Agustian Domargo tidak mau di foto dengan para awak media, karena dirinya mirip dengan orang cina.(Ben)

BENNER DINKES
BENNER PDAM
kadis Perhubungan
BPKAD
Benner PUPR Bengkulu Utara copy
IMG-20181003-WA0040
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here