teror penembakan di magelang terus diwaspadai

MAGELANG – Kepolisian Resor (Polres)Magelang Kota membentuk enam tim khusus untuk memburu pelaku penembakan di kawasan Pecinan, Jalan Pemuda, Kota Magelang, beberapa hari terakhir.

Pihaknya juga mendapatkan pengawalan dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto menyebutkan, enam tim yang dibentuk terdiri dari 30 anggota, yaitu dari unsur Reskrim, Intelkam dan unsur lainnya.

“Tim yang dibentuk ini bekerja siang malam, mereka akan menindaklanjuti hasil analisa dan melakukan mapping, pola-pola rentetan korban yang tidak diprediksi,” jelas Edi dalam keterangan pers di Mapolres setempat.

Menurut Edi, dari hasil pemetaan laporan sembilan korban, kejadian penembakan yang diduga menggunakan senapan angin itu terjadi sejak 6 April 2016 lalu.  Adapun pola penembakan, menurut sejumlah saksi, kebanyakan dari arah utara ke selatan.

Edi mengatakan, kasus ini merupakan yang pertama terjadi di Kota Sejuta Bunga ini. Kasus ini pun menjadi prioritas kepolisian untuk segera dipecahkan agar masyarakat kembali tenang.

“Kami sedang berusaha mengungkap pelaku dan motif (penembakan) ini, kita tunggu saja,” tandas Edi.

Edi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang. Pihaknya telah menerjukan petugas untuk melakukan patroli di kawasan sentra ekonomi Kota Magelang itu“Kalau ada kejadian segera dilaporkan,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, setidaknya sembilan orang diduga menjadi korban aksi teror penembakan di kawasan Pecinan, Jalan Pemuda, Kota Magelang, Jawa Tengah. Delapan orang korban adalah wanita dan seorang lagi merupakan laki-laki.

Depalan wanita yang merupakan pramuniaga dan pejalan kaki itu mengalami luka di bagian pinggang ke bawah. Sementara korban laki-laki mengalami luka ringan pada bagian dada. Adapun aksi kriminal itu terjadi pada sore hingga malam atau ketika toko-toko mulai tutup.(Arintoko)