Demo Mahasiswa UNRAS Disinyalir Kepentingan Politik Tertentu

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara,(GC) – Sebagai Rektor Universitas Ratu Samban (UNRAS), Versi yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSA), Sugeng Suharto menilai, aksi demo mahasiswa yang ingin mempertanyakan bantuan beasiswa dari pemerintah daerah Bengkulu Utara tahun 2017 lalu di halaman depan kantor Bupati Bengkulu Utara, Senin (19/2/2018) disinyalir sarat kepentingan politik pihak tertentu.

Pasalnya, Menurut penjelasan sugeng suharto saat dikonfirmasikan oleh wartawan media ini melalui Via Handpone nya mengatakan, sesuai dengan bukti-bukti yang ada, tepat pada tanggal 18 bulan Agustus 2017 lalu di gedung aula UNRAS yang disakasikan oleh pihak kepolisian polres Bengkulu Utara serta dari yayasan ratu samban arga makmur, bahwa pihak rektorat UNRAS telah membagikan bantuan tersebut dengan para mahasiswa.

Bahkan, Pada saat membagikan bantuan beasiswa dari pemda tahun 2017 lalu tersebut, selaku ketua Yayasan Ratu Samban (YRS), Tajul Ahyar versi Rektor Imron Rosyadi sempat juga ikut hadir menyaksikannya.

“karena tahun ini sudah masuk tahun politik, maka saya menilai aksi demo yang dilakukan sekitar 30 orang mahasiswa UNRAS di halaman kantor Bupati itu ditunggangi oleh pihak politik tertentu,” Cetus Sugeng.

Kemudian sugeng juga mengatakan, jika para mahasiswa tetap bersikukuh mengatakan pihak mahasiswa belum menerima bantuan beasiswa yang dikucurkan oleh pemerintah daerah tahun 2017 lalu, maka selaku pihak rektorat sugeng suharto menyatakan hal tersebut tidak benar. Bahkan akan menuntut para mahasiswa yang sudah bertandatangan menerima bantuan beasiswa pemda pada tahun 2017 lalu itu dengan pihak aparat penegak hukum.

“saya selaku rektor UNRAS yang membagikan bantuan beasiswa pada waktu itu tidak terima kalau mereka mengatakan belum mendapatkannya, dan jika mereka tetap ngotot mengatakan belum menerima bantuan beasiswa dari pemda tahun 2017 lalu, maka saya terpaksa akan menuntut balik mereka ke jalur hukum,” jelas sugeng.

Lebih jauh sugeng juga menjelasakan, jika benar-benar pihak mahasiswa murni mengkeritisi tentang bantuan beasiswa dari pemda tanpa ditunggangi oleh politik. Maka sebagai rektor sugeng juga berharap para mahasiswa juga dapat melakukan aksi demo untuk mendesak aparat penegak hukum melakukan penyilidikan pada bantuan beasiswa dari Pemda pada tahun-tahun sebelumnya.

Yang mana hal tersebut menurut Sugeng Suharto, sudah secara jelas dan lantang disampaikan oleh Iskandar Kasim selaku dewan pendiri yayasan UNRAS beberapa bulan yang lalu menyampaikan bahwa dirinya sangat berharap dengan pihak aparat penegak hukum untuk menyelidiki dan meminta pihak BPK untuk melakukan Audit pada bantuan pemda dari tahun 2001 hingga tahun 2015 lalu yang hingga kini tidak jelas peruntukkannya alias diduga ladang korupsi.

“kalau memang murni mereka mengkritisi tentang bantuan beasiswa, tapi mengapa mereka selaku mahasiswa tidak mempertanyakan juga atau melakukan aksi mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki bantuan hibah dari pemda selama 15 tahun sebelumnya,” cetus Sugeng. (Ben)

Latest News

Pertarungan melawan ‘Berita HOAX’ di Indonesia

Indonesia benar-benar gagap, berada ditengah perkembangan dunia tehnologi saat ini. Media sosial dan berbagai sistem, yang memungkinkan...

Ada banyak jenis kanibalisme, selain orang makan orang

Mungkin Anda sedikit gugup atau hanya sekedar kebiasaan, lalu mengigit kuku. Meskipun ini mungkin tampak seperti tindakan yang tidak berbahaya, itu bisa...

Menyibak rahasia konspirasi hening pembunuhan massal Indonesia [PKI]

Pengantar - Tidak ada yang benar-benar tahu, kecuali mereka pelaku sejarah. Namun, pernah tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tentang pembantaian...

Lahan Pulau Dua Enggano Diduga Dijual Oknum Secara Ilegal

Bengkulu, GC - Terkait soal dugaan lahan pulau dua yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab secara ilegal. Kapala Dinas Kelautan...

Momen Spektakuler Festival Tabut Bengkulu 2019 Berakhir

Bengkulu, GC - Perayaan Tabut muharam digelar selama 10 hari berturut-turut di Provinsi Bengkulu sejak malam satu suro atau malam satu muharam...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -