6.9 C
Alba Iulia
Senin, Maret 30, 2020

Aksara Syair Dhinasti Dalam Syair

Must Read

Beredar Foto Seronok di Duga Siswi SMK Kandeman Kabupaten Batang

Sekolah perlu memberikan pengawasan ketat terhadap para siswa dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, bila ada keterkaitanya anak...

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu...

Tari Topeng Cirebon dan Makna Dibaliknya

Tari Topeng Cirebon dengan gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab,...
Hadi Lempehttp://www.garudacitizen.com/
Hadi Sulistiyono R adalah wartawan Garuda Citizen yang bertugas di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Juga aktif sebagai penggiat seni Teater dan Sastra Indonesia sekaligus mengajar seni Teater dan Sastra di SMA dan Perguruan tinggi di Pekalongan dan Pendiri Teater di Kota Pekalongan

Aksara Syair Dhinasti

Kehidupan keras tak melepuhkan jiwanya, perjuangan adalah tekad yang di panggul dalam meraih kesuksesan, tak peduli apa kata kata,” pembuktian nyata itu yang harus di genggam. Aksara Syair Dinasti itulah nama yang di ambil sebagai bentuk sebutan orang mengenal di dunia maya. Bukan untuk menjadi penyair, tapi belajar untuk bisa mengisi negeri ini dengan bersyair mencari keberadaban yang bernama manusia. Dan mengenal akan tuhanya.

“DESEMBER”

Terhempas resah gigil

Gugur dedaunan dimusim semi

tercium wewangian flamboyan

Dalam cerita kisah kita

Nisan hati terkubur luka tangis sendu berganti bahagia

Desember penuh warna

Seindah cahaya pelangi

Parodi jiwa berbunga rindu

Kau dan aku dalam balutan cinta

***

“MEMECAH MALAM”

Pesonamu membius nalar

Tangis pilu memecah malam

Kidung sunyi menghentak asa

Dalam pelukan-NYA

Bibir bergetar menyebut nama-NYA

Disetiap putaran tasbih

Deras air mata menghitung-hitung sesal

Putih berlumpur endapan langkah

Gersang waktu menghitung hari

Wajah sendu tinggalkan pesan resah tersisa luka

Pada lontar ranting-ranting tua.
***

“PARASIT”

Jika kata-kataku Kau anggap biasa

Usah berhentak diatas mimbar

Sumpah serapah berludah

Bau sampah berkilah

Bandit-bandit berdasi

Berlomba-lomba gembiri anak negeri dengan janji-janji seribu jari Tercecer darah anak-anak tiri

Bandit berdasi terus bereaksi

Dalam tarian sang idola

Berpeluk jeruji tua tangis sesal tak lagi bermakna.

***

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Karena Corona, Pilkada Serentak Tahun 2020 Ditunda

garudacitizen.com – Kesimpulan rapat kerja dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan...

Menkeu RI Hentikan Proses Lelang Barang Jasa DAK Fisik 2020

GARUDACITIZEN.COM – Upaya mencegah dan menanggulangi wabah penyeberan virus corona atau Covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, mengeluarkan surat edaran...

Paripurna LKPJ 2019, Bupati Sinjai Siap Terima Kritikan dan Saran

Sinjai, GC – Bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Sinjai. Bupati Andi Seto Ghadista Asapa, SH,LLM, dihadapan 30 anggota DPRD...

DPRD dan Pemkab Sinjai Sepakat Bangun kios Pasar Darurat

Sinjai, GC - Hasil rapat Komisi gabungan DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, sepakat Membangun Kios Pasar Darurat sebanyak 24 Yunit, Selasa...

FPTI RL Gelar Kompetisi Panjat Tebing NGORBIT 2020

GarudaCitizen - Sebagai bentuk rasa syukur atas selesai dibangunnya sarana prasarana wall panjat tebing di area sport centre Dataran Tapus, Bermani Ulu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -