Akibat Bapenda Tolak Bayar Pajak, Realisasi PAD Belum Mencapai 25% .

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara,(GC)-Terjadinya Krisis keuangan yang dialami pemerintah kabupaten Bengkulu Utara saat ini rupanya lantaran Realisasi Pendapatan daerah (PAD) jauh dari target ditahun sebelumnya. Buktinya, hingga saat ini sudah hampir masuk pertengahan tahun 2017 namun  realisasi PAD belum mencapai 25% dari target yang sudah ditetapkan. Bahkan jauh dari pencapaian target PAD di tahun 2016 lalu yang sudah terealisasi sebesar 85%.

Menurut penjelasan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten Bengkulu Utara, Sugeng saat dikonfirmasikan wartawan media ini, Selasa (9/5) yang baru saja Usai mengikuti Rapat Pari Purna Di gedung DPRD Bengkulu Utara mengatakan, hingga saat ini jumlah PAD yang baru terkumpul hanya sekitar 2,5 Miliar lantaran banyaknya pihak Bapenda menolak para pembayar pajak yang tidak mempunyai izin yang jelas.

“Sampai bulan 5 saat ini, PAD kita baru terkumpul 2,5 miliar, kemudian kita belum mencapai target tersebut lantaran kami banyak menolak para pembayar pajak yang tidak ada memenuhi izin yang jelas” kata Sugeng.

Selain itu Sugeng juga menjelaskan,Untuk saat ini yang paling banyak ditolak adalah pembayaran pajak baleho, sebab dari hasil pendataan pihak Bapenda bahwa izin para pemilik baleho hingga saat ini belum ada yang jelas.

“Untuk Apa kita terima pembayaran pajaknya kalau izin mereka belum jelas,karena siapa yang bertanggung jawabnya dan mengambil resiko jika ada permasalahannya nanti,” Terang Sugeng.

Meskipun Pihak Bapenda banyak menolak para pembayar pajak, namun pemerintah daerah terus saja mengupayakan agar PAD Bengkulu Utara tercapai target. Padahal Jika kita menilik dari permasalahan ini tampaknya pihak Bapenda terkesan tidak ada upaya untuk mencari solusi untuk mencapaikan target PAD yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Biarlah tidak usah bayar kalau memang izin mereka belum jelas,” Ujar Sugeng. (Jon Beu)

Latest News

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...

Kasus Alkes Rejang Lebong Kembali Ke KPK

BedahBerita.Co.Id, Ishak Burmansyah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT Rejang Lebong saat Orasi di depan Gedung Merah Putih KPK Jakarta meneriakkan beberapa...

DID, Hutang SMI, Fee, Lahan Dan OTT Dilaporkan FPR Ke KPK Item Indikasi Korupsi

BedahBerita.Co.Id, Hari ini 1 November 2019 sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkulu memasukan sejumlah laporan kasus yang tak jelas penyelesaiannya dan indikasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -