Ada Pengawas Proyek Seperti Macan “Ompong”

0
557

 

Bengkulu Utara,GC-Banyaknya kasus korupsi pada kegiatan yang didanai oleh APBD,baik itu APBD provinsi hingga APBN,hal tersebut disebabkan lemahnya sistem pengawasan dilapangan yang tidak menguasai juklak dan juknis terhadap proyek yang diawasi.

Seperti Proyek Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu,Tahun 2016 yang item kegiatannya Peningkatan Jaringan Irigasi Air Telatang,Desa Sumber Rejo, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara.dengan Alokasi anggaran yang dipergunakan sebesar Rp.2.397.588.000 (Dua miliar tiga ratus sembilan puluh tujuh Juta lima ratus delapan puluh delapan ribu) dari DAK tahun anggaran 2016.

Dalam pantauan GarudaCitizen.com, Minggu (12/6/2016) melihat papan merk kegiatan ada kejanggalan. Karena,ada proyek yang lagi mengerjakan jembatan yang tidak ada diawasi oleh seorang pengawas ketika jembatan itu tengah dikerjakan.

Setelah ditelusuri untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan proyek tersebut,Yasrizal ditemui GarudaCitizen.com, sedang istirahat tidur-tidur siang sambil menunggu jadwal berbuka tiba di tempat kosan Desa Sumber Rejo. membantah jika proyek tersebut tidak dilakukan pengawasan.

“Saya memang hari minggu ini tidak turun kelokasi proyek. Dua hari yang lalu sudah meninjau lokasi,”kata yasrizal.

Ketika disinggung tentang tugas dan tanggungjawab seorang pengawas yang ditunjuk dari Dinas PU Provinsi, yasrizal, membeberkan kewenangan dalam tugasnya yang hanya mengawasi saja dan tidak punya hak untuk menghentikan pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak kontraktor walaupun ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan juklak dan juknis.

“Saya tidak punya taring untuk menegur bila ada yang salah. Selaku bawahan akan melaporkan pada pimpinan,artinya hanya melihat-melihat saja kemudian terima honor pengawas,” demikian ungkapnya (ben)