Connect with us

Video

5 Kontroversi Kasus Hukum Mati Mary Jane di Indonesia

Published

on

5 Kontroversi Kasus Dihukum Mati Mary Jane di Indonesia

Indonesia saat ini memang tengah menjadi sorotan dunia. Sebut saya salah satunya yang baru-baru ini, Pidato Jokowi di acara pembukaan KAA (Konfrensi Asia – Africa). Mengagumkan sekaligus mampu menggetarkan dunia.

Setidaknya, menjadi sinyal bahwa Indonesia itu ada di dunia.Keren..

Disisi lain, Indonesia juga mendapat sorotan cukup tajam dari berbagai negara soal pelaksanaan hukuman terpidana mati kasus narkoba.

Memang, sudah menjadi ketetapan di Indonesia, bahwa warga asing yang menyeludupkan narkoba akan diganjar hukuman mati. Namun banyak pihak menilai, ada kekejaman dibalik nuansa kebenaran tersebut.

Hal ini juga berlaku di beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand. Hingga kini, peraturan itu telah melenyapkan nyawa sejumlah nyawa dari orang yang menyelundupkan narkoba.

Setelah kasus Bali 9, hukuman mati terhadap Mary Jane, wanita asal Filipina kembali menarik perhatian publik. Wanita ini tertangkap tangan tengah menyelundupkan hampir 3 kilogram obat terlarang ke Indonesia. Pada 3 Maret 2014, Mary dijatuhi hukuman mati. Menjelang hari eksekusinya, kontroversi kembali mencuat.

1. Menjadi Trending Topic di Indonesia

Dengan tagar #MaryJane dan #SaveMaryJane, netizen Indonesia menyuarakan pendapat mereka tentang eksekusi mati tersebut. Ada beberapa yang mendukung langkah tersebut sebagai perwujudan perang atas narkoba. Namun, tidak sedikit pula yang mengecam eksekusi tersebut.

Menurut sebagian besar netizen, Mary Jane tidak layak dihukum mati. Dia adalah seorang ibu malang yang ditipu dan dijanjikan akan bekerja di Indonesia, namun malah dititipi heroin seberat 2.6 kg di dalam tasnya. Jane mengaku tidak tahu sama sekali bahwa benda tersebut adalah narkoba.

Bahkan, artis yang cukup dikenal dunia asal Indonesia, Anggun pun, menulis surat terbuka untuk Presiden. Dimana intinya, tidak menyetujui hukuman mati.

2. Korban Perdagangan Manusia

Marry JaneMenurut Komnas Perlindungan wanita, Mary Jane tidak seharusnya dieksekusi. Sebab Kristina (orang yang mengirim Mary ke Indonesia dan “menyelipkan” heroin ke tasnya) sedang dalam proses hukum di Filipina. Keputusan pengadilan Filipina soal Kristina masih belum final.

Oleh sebab itu, pihak Indonesia tidak boleh mengeksekusi orang yang proses hukumnya belum selesai. Jika pengadilan Filipina menyatakan bahwa Kristina memang bersalah dan Mary murni tertipu sebagai korban, maka Mary dianggap tidak bersalah. Sungguh sebuah dosa bagi pemerintahan Indonesia jika menghukum mati orang yang belum tentu bersalah.

3. Menulis Surat untuk Presiden

Pada 16 April 2015, dalam ruang tahanannya di Sleman, Yogyakarta, Mary menulis surat kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat sepanjang dua halaman tersebut, Mary menyatakan permohonannya agar Joko Widodo memberikannya grasi dan membatalkan hukuman matinya. Dia juga memohon Jokowi agar mengerti posisinya sebagai ibu dari dua orang putra yang masih kecil.

“Bapak yang mulia, saya percaya bahwa bapak sebagai ayah untuk anak Bapak bisa merasakan apa yang anak Bapak rasakan kalau anak Bapak yang ada di posisi anak-anak saya. Pasti sangat menyakitkan karena mengambil hak anak-anak saya untuk bersama ibu mereka dengan tidak mengabulkan permohonan grasi saya….” Demikian tulis Mary dalam tulisan tangannya yang kecil itu.

4. Banyak Negara yang Ancam Boikot Indonesia

Indonesia memang sudah menjadi pusat perbincangan para aktivis HAM Internasional sejak kasus Bali 9. Pada kasus tersebut, Indonesia dinilai tidak adil karena akan mengambil nyawa dua orang warga negara Australia yang tertangkap tangan menyelundupkan narkoba. Akibat panasnya perdebatan, sempat muncul gerakan #BoycottIndonesia oleh para netizen Australia.

Menjelang eksekusi Mary Jane, aksi memboikot Indonesia itu semakin marak. Beberapa negara yang warganya pernah dieksekusi di Indonesia mulai bereaksi. Beredar sebuah foto presiden Jokowi lengkap dengan imbauan untuk memboikot Indonesia. Foto itu dicuitkan oleh pengguna Twitter dari berbagai negara.

5. Kedua Putra Mary Jane Meminta Tolong pada Kaesang Pangarep

Terlepas akankah Mary Jane akan tetap dieksekusi atau tidak, banyak yang beranggapan bahwa hukuman mati bukanlah solusi yang tepat. Jika itu dianggap memberi efek jera, mengapa masih ada orang yang nekat untuk menyelundupkan narkoba? Juga secara ekonomis, biaya untuk sebuah eksekusi mati tidaklah muda.

Di luar semua itu, mari kita simak video sangat singkat berikut ini. Kedua bocah lugu yang ada dalam video ini adalah putra dari Mary Jane. Mereka berbicara kepada Kaesang Pangarep (putra bungsu dari Presiden Jokowi) agar meminta kepada sang ayah agar membatalkan hukuman mati bagi ibu mereka. Kini, kedua bocah ini tengah ada di Indonesia untuk menjenguk ibu mereka. Dan barangkali untuk melihat wajah ibunya untuk kali terakhir.

Narkoba dan segala bentuk peredarannya memang wajib kita perangi. Tidak terhitung berapa banyak generasi bangsa yang rusak di bawah pengaruh obat-obatan terlarang ini. Kita harus selalu serius dalam menyikapi permasalahan tersebut.

Namun, benarkah hukuman mati adalah solusi yang tepat untuk kasus narkoba. Jika memang hukuman mati ampuh untuk menghentikan peredaran narkoba, mengapa narkoba bisa bebas beredar di Indonesia? Bahkan di tempat-tempat “sakral” seperti penjara, pengadilan atau bahkan di kalangan para penegak hukum?

Terlepas dari itu semua, bukan perkara takut dengan ancaman atau intervensi dunia, hukuman mati memang menimbulkan kontroversi. Kematian beberapa nyawa terpidana pun belum tentu akan membawa dampak baik serta menjamin peredaran narkoba akan surut. (boombastis)

Garuda Citizen truly of Indonesia » politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Daerah

Pengembalian Berkas Ke Partai Perindo Dan PPP, Ice : Perindo Dan PPP Punya Tujuan Yang Sama Dengan Kami

Published

on

BedahBerita.Co.Id, Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wabup Edi Sunandar – Ice Bando mengembalikan berkas formulir pendaftaran ke dua Partai, yaitu Partai Perindo Dan PPP. Dalam sambutannya Ketua Partai Perindo Musmulyadi mengatakan bahwa seusai pengembalian berkas dari Bacalonbup dan Wabup yang ikut mendaftar di Perindo maka ada beberapa tahapan lagi yang harus di lalui untuk mereka bisa merekomodasikan Bacalon ke Provinsi.
“Kami disini bukan penentu tapi hanya merekom paslon yang kami anggap bagus, dan kami akan mengatakan hal yang jujur jika bagus ya kami bilang bagus, jika jelek kami bilang jelek,” papar Mus.

Suasana Pengembalian Berkas Di PPP (Dok.BedahBerita.Co.Id)

Lanjut Mus yang pasti walaupun satu kursi, mereka akan ikut menentukan arah pembangunan Kepahiang sesuai dengan visi misi yang berkenaan dengan perubahan kearah yang lebih baik, untuk Kepahiang.

Suasana Pengembalian Berkas Di DPD Perindo Kepahiang (Dok.BedahBerita.Co.Id)

Sementara itu Ice Bando berharap Perindo dan PPP akan menjadi barisan Edi-Ice dan bersama sama membangun Kepahiang.
“Kita punya harapan dan tujuan yang sama untuk Kepahiang Ke depan, dan harapan besar dari kita Perindo dan PPP akan bersama kita untuk mewujudkan harapan itu,” papar Ice.

Bacalon Bupati dan Wabup Edi-Ice sudah mengembalikan berkas pendaftaran di lima partai, yaitu Hanura, Nasdem, Golkar, Perindo dan PPP. (bcp)

Continue Reading

Science

Penggemar Flat Earth Temui Profesor LAPAN Minta Bukti Bumi Itu Bulat

Published

on

By

Penggemar Flat Earth temui profesor LAPAN minta bukti bumi itu bulat

Isu tentang teori bumi itu datar atau flat earth memang sudah sejak lama muncul di dunia internasional. Isu ini pun sudah sampai di Indonesia dan telah ada komunitasnya. Beberapa waktu lalu bahkan sempat terjadi debat kusir di media sosial tentang teori bumi itu bulat ataukah datar.

Munculnya teori flat earth itu ternyata membuat beberapa orang dari komunitas Flath Earth menemui profesor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin beberapa waktu lalu.

Pertemuan itu dilakukan di LAPAN pada Jumat, 30 Desember 2016 lalu. Kedatangan mereka pun disambut baik oleh Thomas Djamaluddin yang kemudian menjelaskan bantahan tentang teori flat earth.

“Beberapa penggemar FE (Flat Earth — bumi datar) meminta berdiskusi tentang konsep gerhana, satelit, dan hal-hal terkait. Saya sediakan waktu Jumat, 30 Desember 2016 di Kantor LAPAN. Saya jelaskan konsep sains yang benar,” kata Thomas Djamaluddin dalam keterangan video yang diunggah pada 2 Januari lalu.

Dalam perbincangan awal di video itu, terlihat penggemar FE menyebut jika kedatangan mereka untuk meminta penjelasan dari Thomas Djamaluddin.

“Kami di sini bukan mau menjelaskan. Konsep bumi datar itu kan baru sebatas observasi dan teori, masih asumsi. Nah, di sini kami cuma ingin minta penjelasan saja,” kata salah satu penggemar FE yang mendatangi Thomas Djamaluddin.

Thomas Djamaluddin pun kemudian menjelaskan tentang konsep bumi. Penjelasan itu direkam dalam dua video berdurasi 51 menit dan 36 menit.

Unggahan video Thomas Djamaluddin tentang bantahan para penggemar teori FE pun mendapat banyak komentar dari netizen.

“Kalau gini kan enak nih, bisa berdiskusi ilmiah tanpa caci maki 😀 terima kasih buat Prof Djamaluddin yg udah mau meluangkan waktu buat mereka yg penasaran,” komentar Muhammad Ikhwan.

“Gak segalak di sosmed ya kaum FE, cuma manggut2 doang, kelihatan kurang dalam teori FE nya atau sama sekali gak ngerti?” komentar David Nassau

“Semoga kaum FE dapat pencerahan dan kembali ke jalan yang benar.. aamiin..,” komentar Udan Suprihat.

Kamu yang tertarik dengan jawaban Profesor Thomas Djamaluddin bisa melihat di channel Youtubenya atau di blog tdjamaluddin.wordpress.com

Flat Earth Society

Bumi itu datar! Begitu keyakinan Flat Earth Society. Menurut mereka, pernyataan bahwa bumi itu datar (Globe Earth) merupakan rekayasa konspirasi yang diatur NASA dan pemerintah.

Dilansir dari LiveScience, Selasa (21/7/2015), Flat Earth Society adalah komunitas yang benar-benar yakin bahwa bumi itu datar. Menurut mereka, saat berjalan di atasnya, permukaan planet ini nampak dan terasa datar.

Oleh karena itulah mereka menepis semua bukti yang menunjukkan bumi itu bulat. Bahkan soal foto-foto bumi dari luar angkasa. Menurut komunitas ini;

Globe Earth itu tak lebih dari rekayasa konspirasi yang diatur oleh Badan Antariksa NASA dan badan pemerintah lainnya. Sebuah konspirasi tingkat tinggi. Wew!

Para pimpinan Flat Earth Society mengklaim, pendukung mereka makin banyak. Dan terus bertambah 200 orang per tahunnya sejak tahun 2009. Kebanyakan dari mereka adalah warga Amerika Serikat dan Inggris. Tak kenal lelah, mereka memperkenalkan teori bumi datar di internet, wawancara media, dan sosial media.

Detail yang mereka kemukakan memang terdengar absurd dan seperti gurauan. Namun para pendukungnya benar-benar menganggapnya sebagai model astronomi yang lebih masuk akal daripada yang bisa ditemukan dalam buku teks. Singkatnya, mereka tidak sedang membuat lelucon.

Baca Flat Earth Society, penomena komunitas percaya bahwa bumi itu datar!

Continue Reading

Sosialita

Video Keren Tentang Kasih Sayang – Seorang Anak Menangis Karena Ayamnya Mati

Published

on

By

Kasih sayang adalah tentang rasa. Atau bisa disebut sebagai perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada sesuatu. Berbicara soal mengenai kasih sayang tentu tak lepas dari cinta. Oleh karenanya antara kasih sayang, cinta dan kemesraan tak bisa pisah-pisahkan meskipun semua beda pengertian. Sebab semuanya saling berkaitan.

Cinta adalah sebuah perasaan yang ada pada semua mahluk hidup. Cinta atau kasih sayang tidak dapat dipaksakan. Rasa tersebut sangat menyenangkan.

Namun rasa kasih sayang itu akan berubah menjadi rasa sakit dan kesedihan yang tragis karena suatu sebab. Salah satu ketika adanya sebuah perpisahan.

Video ini adalah tentang rasa kasih sayang dari seorang anak pada seekor ayam. Bocah ini menangis penuh kesedihan karena ayamnya mati.

Video ini diupload pada sebuah akun media sosial Facebook milik Tony Bank dan mendapat komentar cukup banyak dari netizen. Rata-rata memberi respon positif. Yang jelas layak ditonton untuk kembali mengetuk hati kita tentang rasa kasih sayang itu sendiri.

Continue Reading

Nasional

Menelanjangi Fatwa MUI, Semoga mengakui telah terjadi transaksi

Published

on

By

menelanjangi-fatwa-mui

Langkah-langkah Jokowi memang luar biasa. Saya sempat kehabisan ide bagaimana Presiden bisa menangangi kasus Ahok secara profesional dan sesuai hukum yang berlaku. Tapi tiba-tiba Presiden meminta gelar perkara dibuat terbuka dan transparan, persis seperti tuntutan FPI dan pendemo. Tujuannya agar rakyat tau apa yang sebenarnya terjadi.

Jelas ini di luar kebiasaan. Sebab biasanya gelar perkara dibuat tertutup, tidak diliput media secara live. FPI yang berniat melengserkan Jokowi pun kebingungan, sebab ini di luar prediksi mereka. Dipikirnya gelar perkara seperti biasa, tertutup, lalu mereka bisa berkoar lagi bahwa Presiden melindungi Ahok dan melakukan konspirasi.

Inilah kenapa FPI marah dan tidak mau gelar perkara dibuat terbuka. Sebab rencana mereka untuk melengserkan Jokowi jadi berantakan. Mereka tidak bisa lagi memfitnah Presiden melindungi Ahok atau melalukan konspirasi, sebab gelar perkara sudah dibuat terbuka.

Beberapa hari ke depan, rakyat Indonesia akan disuguhkan tayangan dan fakta yang terjadi selama ini. Semua orang akan dibuat paham dengan tayangan live gelar perkara.

Jika rakyat rasional, maka suara Ahok untuk Pilgub DKI akan tak terbendung, bisa di atas 70%. Sebab dapat dipastikan perjalanan gelar perkara akan menjelaskan sesuatu yang selama ini ditutup-tutupi. Sementara FPI dan para pendemo akan kelihatan bodohnya.

Rakyat akan paham bahwa yang dipermasalahkan FPI dan surat MUI adalah sebuah kebodohan yang luar biasa. Mari kita bahas apa yang mereka permasalahkan.

Point penting tentang kebodohan MUI ada di point nomer 4 dan 5 dalam surat pendapat dan sikap keagamaan:

4. Menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Al-Quran.

5. Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.

Di sini MUI salah kaprah. Sebab memposisikan semua yang menyampaikan dalil Almaidah 51 dapat dipastikan ulama. Sehingga ulama dianggap berbohong. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Ada banyak orang yang bukan ulama namun menggunakan dalil Almaidah 51.

Kalau MUI tetap tidak mengakui kesalahannya ini, maka MUI akan benar-benar mempermalukan dirinya sendiri.

Selain itu, ucapan persis seperti yang Ahok katakan juga pernah diucapkan oleh Habib Rizieq. Persis. Silahkan lihat video ini:

Jika MUI menggunakan standar berpikir yang sama, maka Habib Rizieq juga harus disebut menghina ulama dan ummat Islam. Harus. Sebab ucapannya sama. Coba perhatikan:

“Jadi saya cerita ini supaya bapak ibu semangat. Ga usah kepikiran ‘ah nanti kalau ga kepilih, pasti Ahok programnya bubar’ nggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin pake surat almaidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu ya,” kata Ahok.

“Kata nabi SAW, sesungguhnya orang yang paling aku khawatir akan merusak aku punya ummat, akan menghancurkan aku punya ummat, aku lebih takut kepada dia daripada kepada dajjal, ini orang lebih bahaya daripada dajjal. Nabi ditanya siapa ya rasulallah? Nabi menjawab ulama ussu’ ulama yang bejat, ulama yang buruk, ulama yang busuk, ulama yang sukaa memutar balikkan ayat, ulama yang mengharamkan yang halal, menghalalkan yang haram, kaum sindik, yang menggunakan ayat-ayat Alquran untuk membenarkan daripada kemungkaran dan kebatilannya. Naudubillahi mindalik.

Jadi kata nabi ini lebih bahaya dari dajjal, lebih menakutkan dari dajjal, dia nipu ummat pakai ayat Alquran, dia nipu ummat pakai hadits nabi, naudubillahi mindalik,” kata Habib Rizieq.

Melihat kenyataan ini, jika MUI waras, maka seharusnya Habib Rizieq juga distempel menghina ulama dan ummat Islam. Lebih dari itu, MUI harus juga perlu keluarkan surat pendapat bahwa Nabi Muhammad juga menghina ulama dan ummat Islam. Harus seperti itu, jika menggunakan standar berpikir yang sama.

Jika MUI tidak mengeluarkan surat pendapat seperti yang mereka buat untuk Ahok, maka tidak ada yang bisa mengelak bahwa surat MUI sebenarnya bersifat politis.

Sebaiknya MUI mengaku saja lah, dibayar berapa sama SBY? daripada rakyat Indonesia semakin tak terkendali,  nanti MUI pasti akan jadi sasaran amuk massa jika terjadi rusuh. Karena dalam kerusuhan, selalu ada dua kubu.

Sementara FPI tidak bisa lagi mengatakan bahwa almaidah tidak bisa digunakan untuk membohongi masyarakat. Sebab Habib Rizieq mengatakan banyak ulama yang nipu pakai ayat alquran. Mereka juga tidak bisa lagi bermain kata, bahwa dengan atau tanpa kata “kata” pakai akan sama saja.

Semuanya jadi semakin terang benderang, siapa yang bodoh, dungu dan siapa yang mengeluarkan fatwa karena dibayar. Semoga MUI atau SBY mengakui telah terjadi transaksi untuk sebuah fatwa, agar tidak ada lagi demo dan polisi luka-luka.

Begitulah kura-kura.

Continue Reading

Sosial Budaya

Seren Taun, Ritual Sakral Masyarakat Sunda Yang Sarat Makna

Published

on

By

Seren Taun merupakan salah satu upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Sunda pada saat panen padi setiap tahun. Sebuah ritual dengan nuansa sakral dimana didalamnya sarat akan makna.

Seren Taun merupakan symbol atau ungkapan syukur atas apa yang telah dilakukan dan diraih selama bercocok tanam. Khususnya tanaman padi.

Upacara ini berlangsung khidmat dan semarak di berbagai desa adat Sunda. Upacara adat sebagai syukuran masyarakat agraris ini diramaikan ribuan masyarakat sekitarnya, bahkan dari beberapa daerah di Jawa Barat dan mancanegara.

Salah satunya, Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor – Jawa Barat. Sebuah desa yang masih tetap memegang teguh nilai-nilai budaya peninggalan leluhur.

“Seren Taun, mengandung pesan-pesan moral yang begitu tinggi untuk bisa menikmati. Mensyukuri dan menghormati atas semua nikmat yang telah di berikan tuhan melalui alam ini,” ungkap Mulyadi, MM selaku Kepala Desa setempat.

Menurut lelaki yang akrab dipanggil Ki Lurah ini, Seren Taun atau Sedekah Bumi adalah menyerahkan tahun yang sudah dan menerima tahun yang akan datang.

Tujuannya adalah untuk mengingatkan bahwa kita hidup di alam, maka jangan merusak alam.

“Dan, harus mensyukuri atas segala nikmat yang alam berikan. Timbal baliknya, jangan hanya bisa menanam tapi harus menjaga lewat sedekah bumi,” ujar Mulyadi.

Pesan moral Seren Tahun, menurut Ki Lurah Mulyadi;

“Kita harus bisa memberikan manfaat walaupun kecil. Tutulung kanu butuh tatalang kanu susah. Kita harus yakin ke Tuhan Yang Maha Esa. Tapi ingat, kata Tuhan jangankan minta ke Dia. Karena, tanpa di pintapun Tuhan pasti akan memberi. Karena Tuhan maha memberi dan sudah menyediakan semua untuk kita. Pintalah ke orang tua, ibu, bapak, nenek dan kakek kita. Kalau berbuat dosa ke orang tua kita bagaimana kita akan memiliki dunia,”

Ki Lurah Mulyadi, MM - Kepala Desa Purwabakti - Acara Seren Taun

Kepala Desa Purwabakti, Mulyadi, MM, (Ki Lurah) dalam salah satu rangkaian ritual Seren Taun

Sejarah Seren Taun

Istilah Seren Taun berasal dari kata dalam Bahasa Sunda. Seren yang artinya serah, seserahan, atau menyerahkan. Dan, taun yang berarti tahun. Jadi Seren Tahun bermakna serah terima tahun yang lalu ke tahun yang akan datang sebagai penggantinya.

Dalam konteks kehidupan tradisi masyarakat peladang Sunda, seren taun merupakan wahana untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala hasil pertanian yang dilaksanakan pada setiap tahunnya, seraya berharap hasil pertanian mereka akan meningkat pada tahun yang akan datang.

Lebih spesifik lagi, upacara seren taun merupakan acara penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan ke dalam lumbung atau dalam bahasa Sunda disebut leuit.

Ada dua leuit; yaitu lumbung utama yang bisa disebut leuit sijimatleuit ratna inten, atau leuit indung (lumbung utama); serta leuit pangiring atau leuit leutik (lumbung kecil). Leuit indung digunakan sebagai sebagai tempat menyimpan padi ibu yang ditutupi kain putih dan pare bapak yang ditutupi kain hitam. Padi di kedua leuit itu untuk dijadikan bibit atau benih pada musim tanam yang akan datang. Leuit pangiring menjadi tempat menyimpan padi yang tidak tertampung di leuit indung.

Menurut catatan sejarah dan tradisi lokal, perayaan Seren Taun sudah turun-temurun dilakukan sejak zaman Kerajaan Sunda purba. Seperti kerajaan Pajajaran. Upacara ini berawal dari pemuliaan terhadap Nyi Pohaci Sanghyang Asri, dewi padi dalam kepercayaan Sunda kuno. Sistem kepercayaan masyarakat Sunda kuno dipengaruhi warisan kebudayaan masyarakat asli Nusantara. Yaitu, animisme-dinamisme pemulian arwah karuhun (nenek moyang) dan kekuatan alam, serta dipengaruhi ajaran bercorak Hindu.

Masyarakat agraris Sunda kuno memuliakan kekuatan alam yang memberikan kesuburan tanaman dan ternak. Kekuatan alam ini diwujudkan sebagai Nyi Pohaci Sanghyang Asri, dewi padi dan kesuburan. Pasangannya adalah Kuwera, dewa kemakmuran. Keduanya diwujudkan dalam Pare Abah (Padi Ayah) dan Pare Ambu (Padi Ibu). Melambangkan persatuan laki-laki dan perempuan sebagai simbol kesuburan dan kebahagiaan keluarga.

Upacara-upacara di Kerajaan Pajajaran ada yang bersifat tahunan dan delapan tahunan. Upacara yang bersifat tahunan disebut Seren Taun Guru Bumi yang dilaksanakan di Pakuan Pajajaran dan di tiap wilayah. Upacara besar yang bersifat delapan tahunan sekali atau sewindu disebut upacara Seren Taun Tutug Galur atau lazim disebut upacara Kuwera Bakti yang dilaksanakan khusus di Pakuan.

Kegiatan Seren Taun sudah berlangsung pada masa Pajajaran dan berhenti ketika Pajajaran runtuh. Empat windu kemudian upacara itu hidup lagi di Sindang Barang, Kuta Batu, dan Cipakancilan.

Namun akhirnya berhenti benar pada 1970-an. Setelah kegiatan ini berhenti selama 36 tahun, Seren Taun dihidupkan kembali sejak tahun 2006 di Desa Adat Sindang Barang, Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor. Upacara ini disebut upacara Seren Taun Guru Bumi sebagai upaya membangkitkan jati diri budaya masyarakat Sunda.

Di Cigugur, Kuningan, upacara seren taun yang diselenggarakan tiap tanggal 22 Rayagung-bulan terakhir pada sistem penanggalan Sunda, sebagaimana biasa, dipusatkan di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, kediaman Pangeran Djatikusumah, yang didirikan tahun 1840. Sebagaimana layaknya sesembahan musim panen, ornamen gabah serta hasil bumi mendominasi rangkaian acara.

Pada lingkungan masyarakat pemeluk kepercayaan Sunda Wiwitan juga tetap menjalankan upacara Seren Taun. Seperti masyarakat Kanekes, Kasepuhan Banten Kidul, dan Cigugur.

Kini setelah kebanyakan masyarakat Sunda memeluk agama Islam, di beberapa desa adat Sunda seperti Sindang Barang, ritual Seren Taun tetap digelar dengan doa-doa Islam.

Seperti di Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan, Bogor, Seren Taun juga kembali menjadi acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Terhitung sejak tahun 2013.

Upacara Seren Taun bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntutan tentang bagaimana manusia senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Terlebih, di kala menghadapi suasana suka-cita ketika masa panen.

Rangkaian Ritual Upacara Seren Taun

Rangkaian ritual upacara Seren Taun berbeda-beda dan beraneka ragam dari satu desa ke desa lainnya. Akan tetapi, intinya adalah prosesi penyerahan padi hasil panen dari masyarakat kepada ketua adat.

Padi ini kemudian akan dimasukkan ke dalam leuit (lumbung) utama dan lumbung-lumbung pendamping. Pemimpin adat kemudian memberikan indung pare (induk padi/bibit padi) yang sudah diberkati dan dianggap bertuah kepada para pemimpin desa untuk ditanan pada musim tanam berikutnya.

Di beberapa desa adat upacara biasanya diawali dengan mengambil air suci dari beberapa sumber air yang dikeramatkan. Biasanya air yang diambil berasal dari tujuh mata air yang kemudian disatukan dalam satu wadah dan didoakan dan dianggap bertuah dan membawa berkah. Air ini dicipratkan kepada setiap orang yang hadir di upacara untuk membawa berkah. Ritual berikutnya adalah sedekah kue, warga yang hadir berebut mengambil kue di dongdang (pikulan) atau tampah yang dipercaya kue itu memberi berkah yang berlimpah bagi yang mendapatkannya. Kemudian ritual penyembelihan kerbau yang dagingnya kemudian dibagikan kepada warga yang tidak mampu dan makan tumpeng bersama. Malamnya diisi dengan pertunjukan wayang golek.

Puncak acara seren taun biasanya dibuka sejak pukul 08.00, diawali prosesi ngajayak (menyambut atau menjemput padi), lalu diteruskan dengan tiga pergelaran kolosal, yakni tari buyung,angklung baduy, dan angklung buncis-dimainkan berbagai pemeluk agama dan kepercayaan yang hidup di Cigugur.

Rangkaian acara bermakna syukur kepada Tuhan itu dikukuhkan pula melalui pembacaan doa yang disampaikan secara bergantian oleh tokoh-tokoh agama yang ada di Indonesia.

Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan akhir dari Ngajayak, yaitu penyerahan padi hasil panen dari para tokoh kepada masyarakat untuk kemudian ditumbuk bersama-sama. Ribuan orang yang hadir pun akhirnya terlibat dalam kegiatan ini, mengikuti jejak para pemimpin, tokoh masyarakat, maupun rohaniwan yang terlebih dahulu dipersilakan menumbuk padi. Puluhan orang lainnya berebut gabah dari saung bertajuk Pwah Aci Sanghyang Asri (Pohaci Sanghyang Asri).

Continue Reading

Sosial Budaya

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Published

on

By

wanita daya cantik dan mempesona

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik. Tapi, setelah mengenal lebih jauh dan menyibak fakta-fakta sebenarnya, setiap lelaki pasti akan berfikir ulang.

Gadis dayak itu; cantik, mempesona, lemah-lembut, dan memiliki segenap daya tarik yang umumnya dimiliki wanita.

Stigma wanita dayak yang berbahaya. Atau selalu dikait-kaitkan dengan hal-hal magis akan hilang dengan sekejap.  Apalagi saat anda mengenal mereka lebih dekat.

pesona kecantikan wanita dayakAlih-alih angker dan serem, wanita-wanita Dayak justru menunjukkan sifat dan sikap yang sebaliknya. Jujur saja, dari semua wanita di wilayah Indonesia, gadis Dayak-lah yang bisa dikatakan paling welcome.

Mungkin masih banyak orang yang belum benar-benar percaya dengan ini. Tapi, dijamin akan membuktikannya dengan mata kepala sendiri kalau sudah pernah ke Kalimantan.

Buat para pria belum menikah (jomblo), wanita Dayak kalian harus masuk dalam catatan target. Khususnya untuk dipertimbangkan sebagai pasangan hidup. Tak hanya sebagai pacar, tapi istri. Kenapa? Alasannya tak lain lantaran gadis Dayak itu istri-able banget. Wanita dayak memiliki segenap keagungan sosok wanita.

Mulai tertarik bukan? Mari simak fakta-fakta wanita daya berikut ini. Kenyataan yang akan membuat anda terpesona dibuatnya.

1. Wanita Dayak Angker? Piknik Kurang Jauh Tuh!

Stigma paling lekat dengan wanita Dayak adalah; Katanya, mereka begitu angker dan dingin. Jangankan untuk bisa punya hubungan, berkenalan saja sangat susah karena sifat defensif mereka yang keterlaluan. Tapi, apakah aslinya gadis Dayak seperti itu? Tentu saja tidak! Ini serius..

gadis daya yang cantik dan ramah

Gadis-gadis Dayak tidak seprimitif yang dikira. Mereka berpendidikan tinggi bahkan mungkin saja mengungguli kita. Makanya, mereka selalu open minded untuk setiap hal. Termasuk kepada pemuda-pemuda yang ingin mendekati. Tak hanya itu, sifat naluriah orang Dayak sendiri dari dulu memang seperti itu. Jadi, mereka tidak angker, tapi justru sebaliknya.

Jangan-jangan malah anda yang tertutup fikirannya, sehingga tidak mampu melihat dan merasakan pesona kecantikan wanita-wanita dayak tersebut.

2. Gadis Dayak itu Lemah Lembut! Tidak Masalah dengan Perbedaan

Wanita dayak yang lembut dan tidak bermasalah dengan perbedaanDitengah publik telah terlanjur beredar bahwa gadis-gadis Dayak itu kasar. Jika bicara sering bernada keras.

Wanita Dayak sebenarnya tidak seperti itu. Gadis Dayak itu lemah lembut. Mereka tidak mempersalahkan perbedaan. Jadi anggapan seperti selama ini harus diluruskan.

Kalau tidak percaya silakan tanya mereka yang sudah ke Kalimantan atau bahkan yang memiliki istri orang Dayak. Kebanyakan pasti mengatakan kalau wanita-wanita Dayak itu malah lemah lembut.

Kalau masalah bicara bernada keras itu sepertinya bukan masalah. Setiap daerah memang beda gaya bicaranya. Seperti orang Solo yang beda dengan Batak.

Tak hanya lemah lembut, wanita Dayak juga sama sekali tak masalah dengan perbedaan. Intinya sih sebenarnya satu, kamu sopan dan baik mereka pun sama. Terlepas dari semua perbedaan yang ada. Termasuk status para pendatang di daerah mereka.

Sehingga, mereka tidak berpantang untuk memilih pasangan hidup dari luar suku mereka. Bagi wanita Dayak, memiliki suami orang luar Kalimantan pun juga tak masalah.  Yang penting suka sama suka.

3. Fisik Wanita Dayak Mirip Dengan Gadis Tionghoa

wanita dayak mirip cina

Pesona wanita tidak melulu soal sikap dan cara berfikir. Fisik jelas merupakan barometer utama. Nah, berbicara tentang perawakan gadis Dayak, bagi penggemar oriental pasti suka dengan mereka.

Kecantikan wanita Dayak, berbeda dari yang lain. Mereka punya ciri khas luar biasa. Secara umum, gadis Dayak berkulit kuning langsat, matanya tajam dan punya bentuk muka yang khas. Sekilas mereka identik dengan gadis-gadis Tionghoa.

Jika dilihat dari catatan sejarah, ada yang mengatakan kalau leluhur orang Dayak sebenarnya berasal dari negeri tirai bambu, China.

Jadi tidak heran jika, keturunan ke bawahnya pun memiliki karakter oriental. Mirip-mirip Chinese. Jadi, kamu yang ingin punya istri Chinese tapi taste-nya Indonesia, jawabannya jelas adalah gadis Dayak.

4. Mitos!! Alat Vital Menghilang?

mitos wanita dayak cantik dan mempesonaSelain stigma sifat yang angker, gadis Dayak juga kental dengan mitos satu ini. Ya, soal kepercayaan alat vital pria yang menghilang. Jika berani macam-macam atau berubungan dengan gadis Dayak.

“Apalagi berani mempermainkan hati anak seorang kepala suku. Bahaya,” begitu pernah tercetus ungkapan dari salah seorang sumber.

Barang siapa macam-macam dengan wanita Dayak apalagi sampai mempermainkannya, maka ia bakal kehilangan alat vitalnya. Kepercayaan ini beredar luas dan menjadi bagian cerita yang melekat pada wanita dayak.

Kenyataannya, orang Dayaknya sendiri sepertinya juga menolak kisah ini. Terlepas dari anggapan sihir mereka yang begitu kuat. Tapi, inti dari cerita ngeri ini sebenarnya bukan begitu. Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, orang Dayak akan baik kalau kita baik, berlaku juga sebaliknya.

Kalau berbicara tentang ‘amarah’ ketika seorang gadis yang dipermainkan. Bukan hanya suka Dayak saja. Siapa pun pasti akan marah. Bukan hanya alat vital, leher pun bisa putus. Emang apaan… bisa dipermaikan begitu saja, hehe..

5. Sekali ‘Kepincut’ Wanita Dayak, Tak Bisa Pulang

mitos wanita dayak membuat jatuh cinta dan tidak bisa kembali

Tak hanya soal alat vital yang raib, mitos ini juga cukup sering terdengar. Menurut cerita yang ada, gadis Dayak kalau sudah suka dengan pria terutama yang berasal dari luar Kalimantan, mereka bakal mengikatnya secara gaib. Atau dengan kata lain tak benar-benar bisa pulang.

Jadi meskipun fisiknya tidak di Kalimantan, tapi hati dan pikirannya bakal tetap tinggal di sana.

Rumor ini juga hanya pepesan kosong. Faktanya, tidak ada tuh yang seperti itu. Kepincut tidak bisa pulang memang benar. Tapi lebih dikarenakan si pria sendiri. Ya, mereka kepincut dengan gadis Dayak lalu ogah pulang karena saking cintanya.

Yang terjadi selama ini ya seperti itu. Dimana-mana kalau yang nama cinta sudah bicara, ya seperti itu. OGAH PULANG!!….

Singkirkan stigma dan anggapan buruk soal wanita Dayak. Karena mereka sama sekali tidak seperti itu. Cobalah mengenalnya. Mungkin saja anda bisa jatuh cinta dan tidak bisa pindah kelain hati. Tapi bukan berarti anda terkena black magic, melainkan gejala normal orang jatuh cinta. Apalagi mereka memang terbilang cantik-cantik.

Tidak hanya sebatas menjadi pasangan. Menjadi teman pun wanita Dayak cukup menyenangkan.

Tapi, ya.. paling asik memang menjadikan wanita Dayak sebagai istri. Sifat-sifatnya itu lho yang pasti bikin hati tentram dan ‘tak bisa pulang’

Continue Reading

Daerah

Diterjang Badai 15 Menit, Banyak Baliho Dan Stand Penjualan Makanan Di Bundaran Arga Makmur Roboh

Published

on

Arga Makmur – GC– Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, kamis (25/8) diterjang badai dan hujan deras selama 15 Menit. Akibat angin kencang tersebut, sejumlah stand tempat para penjualan makanan yang beralokasi di bundaran samping kantor BKKBN  terguling pecah  berantakan. Tidak hanya itu, beberapa baleho roboh serta tidak sedikit atap rumah penduduk melayang.

Menurut, Jon Beu selaku pengunjung  yang berada ditempat kejadian, peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 14.00 Wib. Setidaknya diketahui dua stand roboh serta pecah berantakan dan beberapa peralatan pedagang seperti, sendok, mangkok tempat makanan, teko tempat air minum berserakan terkena dampak badai tersebut.

Baleho Yang Roboh

“Sekitar jam 2 sore tadi badai nya kencang. Sehingga stand seperti gerobak tempat orang jualan makanan terbalik dan ter jungkir, dan tempat saya ngopi, semua peralatan dagang yang di atas meja melayang berhaburan. Bahkan sempat kami tolong memegang standnya agar tidak roboh,” ujar Jon Beu.
Selain itu,menurut Jon Beu, akibat angin kencang serta hujan yang cukup deras tersebut di taksirkan kerugian mencapai puluhan juta. Namun untuk korban jiwa dinyatakan tidak ada.

“Yah.. pasti banyak lah yang rugi. Kalau saya lihat di sekitar bundaran saja, seperti para penjualan makanan, ditaksirkan kerugian mencapai puluhan juta. Sementara untuk korban jiwa tidak ada,” ungkap Jon Beu.

Angin kencang yang datang secara tiba-tiba ini, sempat membuat  pedagang makanan dan warga panik. Seperti salah seorang penjual soto ditempat itu dengan tubuh gemetar karena takut hanya mampu melihat peralatan dagangannya terbang berhamburan.

“Tolong bantu pegang stand saya mas. Saya takut,” ungkap pedagang soto malang itu dengan wajah memelas.

Wanita mengenakan hijab berwarna hitam diketahui sebagai pedagang soto yang enggan menyebutkan namanya, kepada wartawan mengatakan bahwa, badai itu datang secara tiba-tiba dan cepat. Hal itu membuatnya merasa khawatir dikarenakan beberapa stand tempat penjualan yang berada disekitarnya berjatuhan.

 

“Saya tadi kaget bahkan sempat gemetar, merasakan angin yang kencang tadi. Karena disekitaran saya ada beberapa stand tempat penjualan semuanya pada berjatuhan. Saya juga berusaha untuk memegangi tiang ini,” ujarnya.

Pantauan wartawan Garuda Citizen ditempat kejadian, akibat kondisi badai yang disertai hujan deras beberapa tempat juga terjadi pemadaman listrik. Seperti di jalur Lebong kawasan Perumnas Air Nakai, Desa Tegal Sari, Suko Mulyo, hingga Desa Tegal Rejo suasana gelap gulita karena terputusnya arus listrik.(BEN)

Continue Reading

Video

Begini Jadinya Bila 2 Nenek Belanja Bawa Lamborghini

Published

on

By

video-begini-jadinya-bila-2-nenek-belanja-gunakan-lamborghini-160310q

Dua wanita lanjut usia menjadi perempuan yang beruntung bisa mengendarai mobil mewah Lamborghini di Los Angeles, Amerika Serikat. Audrey dan Peggy, nama kedua wanita itu, membawa Lamborghini untuk berbelanja ke pasar swalayan.

Namun, sebelum mobil berharga miliaran rupiah itu mereka bawa pergi, keduanya nyaris menabrak garasi. Sepanjang perjalanan pun, Audrey dan Peggy menarik perhatian banyak orang karena kehebohannya.

Lucunya lagi, setelah selesai berbelanja, mereka bingung menempatkan barang-barang belanjaannya karena Lamborghini yang mereka kendarai tak memiliki bagasi. Lihat kelakuan jenaka kedua nenek ini dalam video berikut:

Continue Reading
Advertisement

Trending