Connect with us

Video

5 Kontroversi Kasus Hukum Mati Mary Jane di Indonesia

Published

on

5 Kontroversi Kasus Dihukum Mati Mary Jane di Indonesia

Indonesia saat ini memang tengah menjadi sorotan dunia. Sebut saya salah satunya yang baru-baru ini, Pidato Jokowi di acara pembukaan KAA (Konfrensi Asia – Africa). Mengagumkan sekaligus mampu menggetarkan dunia.

Setidaknya, menjadi sinyal bahwa Indonesia itu ada di dunia.Keren..

Disisi lain, Indonesia juga mendapat sorotan cukup tajam dari berbagai negara soal pelaksanaan hukuman terpidana mati kasus narkoba.

Memang, sudah menjadi ketetapan di Indonesia, bahwa warga asing yang menyeludupkan narkoba akan diganjar hukuman mati. Namun banyak pihak menilai, ada kekejaman dibalik nuansa kebenaran tersebut.

Hal ini juga berlaku di beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand. Hingga kini, peraturan itu telah melenyapkan nyawa sejumlah nyawa dari orang yang menyelundupkan narkoba.

Setelah kasus Bali 9, hukuman mati terhadap Mary Jane, wanita asal Filipina kembali menarik perhatian publik. Wanita ini tertangkap tangan tengah menyelundupkan hampir 3 kilogram obat terlarang ke Indonesia. Pada 3 Maret 2014, Mary dijatuhi hukuman mati. Menjelang hari eksekusinya, kontroversi kembali mencuat.

1. Menjadi Trending Topic di Indonesia

Dengan tagar #MaryJane dan #SaveMaryJane, netizen Indonesia menyuarakan pendapat mereka tentang eksekusi mati tersebut. Ada beberapa yang mendukung langkah tersebut sebagai perwujudan perang atas narkoba. Namun, tidak sedikit pula yang mengecam eksekusi tersebut.

Menurut sebagian besar netizen, Mary Jane tidak layak dihukum mati. Dia adalah seorang ibu malang yang ditipu dan dijanjikan akan bekerja di Indonesia, namun malah dititipi heroin seberat 2.6 kg di dalam tasnya. Jane mengaku tidak tahu sama sekali bahwa benda tersebut adalah narkoba.

Bahkan, artis yang cukup dikenal dunia asal Indonesia, Anggun pun, menulis surat terbuka untuk Presiden. Dimana intinya, tidak menyetujui hukuman mati.

2. Korban Perdagangan Manusia

Marry JaneMenurut Komnas Perlindungan wanita, Mary Jane tidak seharusnya dieksekusi. Sebab Kristina (orang yang mengirim Mary ke Indonesia dan “menyelipkan” heroin ke tasnya) sedang dalam proses hukum di Filipina. Keputusan pengadilan Filipina soal Kristina masih belum final.

Oleh sebab itu, pihak Indonesia tidak boleh mengeksekusi orang yang proses hukumnya belum selesai. Jika pengadilan Filipina menyatakan bahwa Kristina memang bersalah dan Mary murni tertipu sebagai korban, maka Mary dianggap tidak bersalah. Sungguh sebuah dosa bagi pemerintahan Indonesia jika menghukum mati orang yang belum tentu bersalah.

3. Menulis Surat untuk Presiden

Pada 16 April 2015, dalam ruang tahanannya di Sleman, Yogyakarta, Mary menulis surat kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat sepanjang dua halaman tersebut, Mary menyatakan permohonannya agar Joko Widodo memberikannya grasi dan membatalkan hukuman matinya. Dia juga memohon Jokowi agar mengerti posisinya sebagai ibu dari dua orang putra yang masih kecil.

“Bapak yang mulia, saya percaya bahwa bapak sebagai ayah untuk anak Bapak bisa merasakan apa yang anak Bapak rasakan kalau anak Bapak yang ada di posisi anak-anak saya. Pasti sangat menyakitkan karena mengambil hak anak-anak saya untuk bersama ibu mereka dengan tidak mengabulkan permohonan grasi saya….” Demikian tulis Mary dalam tulisan tangannya yang kecil itu.

4. Banyak Negara yang Ancam Boikot Indonesia

Indonesia memang sudah menjadi pusat perbincangan para aktivis HAM Internasional sejak kasus Bali 9. Pada kasus tersebut, Indonesia dinilai tidak adil karena akan mengambil nyawa dua orang warga negara Australia yang tertangkap tangan menyelundupkan narkoba. Akibat panasnya perdebatan, sempat muncul gerakan #BoycottIndonesia oleh para netizen Australia.

Menjelang eksekusi Mary Jane, aksi memboikot Indonesia itu semakin marak. Beberapa negara yang warganya pernah dieksekusi di Indonesia mulai bereaksi. Beredar sebuah foto presiden Jokowi lengkap dengan imbauan untuk memboikot Indonesia. Foto itu dicuitkan oleh pengguna Twitter dari berbagai negara.

5. Kedua Putra Mary Jane Meminta Tolong pada Kaesang Pangarep

Terlepas akankah Mary Jane akan tetap dieksekusi atau tidak, banyak yang beranggapan bahwa hukuman mati bukanlah solusi yang tepat. Jika itu dianggap memberi efek jera, mengapa masih ada orang yang nekat untuk menyelundupkan narkoba? Juga secara ekonomis, biaya untuk sebuah eksekusi mati tidaklah muda.

Di luar semua itu, mari kita simak video sangat singkat berikut ini. Kedua bocah lugu yang ada dalam video ini adalah putra dari Mary Jane. Mereka berbicara kepada Kaesang Pangarep (putra bungsu dari Presiden Jokowi) agar meminta kepada sang ayah agar membatalkan hukuman mati bagi ibu mereka. Kini, kedua bocah ini tengah ada di Indonesia untuk menjenguk ibu mereka. Dan barangkali untuk melihat wajah ibunya untuk kali terakhir.

Narkoba dan segala bentuk peredarannya memang wajib kita perangi. Tidak terhitung berapa banyak generasi bangsa yang rusak di bawah pengaruh obat-obatan terlarang ini. Kita harus selalu serius dalam menyikapi permasalahan tersebut.

Namun, benarkah hukuman mati adalah solusi yang tepat untuk kasus narkoba. Jika memang hukuman mati ampuh untuk menghentikan peredaran narkoba, mengapa narkoba bisa bebas beredar di Indonesia? Bahkan di tempat-tempat “sakral” seperti penjara, pengadilan atau bahkan di kalangan para penegak hukum?

Terlepas dari itu semua, bukan perkara takut dengan ancaman atau intervensi dunia, hukuman mati memang menimbulkan kontroversi. Kematian beberapa nyawa terpidana pun belum tentu akan membawa dampak baik serta menjamin peredaran narkoba akan surut. (boombastis)

Garuda Citizen truly of Indonesia » politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Daerah

Pengembalian Berkas Ke Partai Perindo Dan PPP, Ice : Perindo Dan PPP Punya Tujuan Yang Sama Dengan Kami

Published

on

BedahBerita.Co.Id, Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wabup Edi Sunandar – Ice Bando mengembalikan berkas formulir pendaftaran ke dua Partai, yaitu Partai Perindo Dan PPP. Dalam sambutannya Ketua Partai Perindo Musmulyadi mengatakan bahwa seusai pengembalian berkas dari Bacalonbup dan Wabup yang ikut mendaftar di Perindo maka ada beberapa tahapan lagi yang harus di lalui untuk mereka bisa merekomodasikan Bacalon ke Provinsi.
“Kami disini bukan penentu tapi hanya merekom paslon yang kami anggap bagus, dan kami akan mengatakan hal yang jujur jika bagus ya kami bilang bagus, jika jelek kami bilang jelek,” papar Mus.

Suasana Pengembalian Berkas Di PPP (Dok.BedahBerita.Co.Id)

Lanjut Mus yang pasti walaupun satu kursi, mereka akan ikut menentukan arah pembangunan Kepahiang sesuai dengan visi misi yang berkenaan dengan perubahan kearah yang lebih baik, untuk Kepahiang.

Suasana Pengembalian Berkas Di DPD Perindo Kepahiang (Dok.BedahBerita.Co.Id)

Sementara itu Ice Bando berharap Perindo dan PPP akan menjadi barisan Edi-Ice dan bersama sama membangun Kepahiang.
“Kita punya harapan dan tujuan yang sama untuk Kepahiang Ke depan, dan harapan besar dari kita Perindo dan PPP akan bersama kita untuk mewujudkan harapan itu,” papar Ice.

Bacalon Bupati dan Wabup Edi-Ice sudah mengembalikan berkas pendaftaran di lima partai, yaitu Hanura, Nasdem, Golkar, Perindo dan PPP. (bcp)

Continue Reading

Science

Penggemar Flat Earth Temui Profesor LAPAN Minta Bukti Bumi Itu Bulat

Published

on

By

Penggemar Flat Earth temui profesor LAPAN minta bukti bumi itu bulat

Isu tentang teori bumi itu datar atau flat earth memang sudah sejak lama muncul di dunia internasional. Isu ini pun sudah sampai di Indonesia dan telah ada komunitasnya. Beberapa waktu lalu bahkan sempat terjadi debat kusir di media sosial tentang teori bumi itu bulat ataukah datar.

Munculnya teori flat earth itu ternyata membuat beberapa orang dari komunitas Flath Earth menemui profesor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin beberapa waktu lalu.

Pertemuan itu dilakukan di LAPAN pada Jumat, 30 Desember 2016 lalu. Kedatangan mereka pun disambut baik oleh Thomas Djamaluddin yang kemudian menjelaskan bantahan tentang teori flat earth.

“Beberapa penggemar FE (Flat Earth — bumi datar) meminta berdiskusi tentang konsep gerhana, satelit, dan hal-hal terkait. Saya sediakan waktu Jumat, 30 Desember 2016 di Kantor LAPAN. Saya jelaskan konsep sains yang benar,” kata Thomas Djamaluddin dalam keterangan video yang diunggah pada 2 Januari lalu.

Dalam perbincangan awal di video itu, terlihat penggemar FE menyebut jika kedatangan mereka untuk meminta penjelasan dari Thomas Djamaluddin.

“Kami di sini bukan mau menjelaskan. Konsep bumi datar itu kan baru sebatas observasi dan teori, masih asumsi. Nah, di sini kami cuma ingin minta penjelasan saja,” kata salah satu penggemar FE yang mendatangi Thomas Djamaluddin.

Thomas Djamaluddin pun kemudian menjelaskan tentang konsep bumi. Penjelasan itu direkam dalam dua video berdurasi 51 menit dan 36 menit.

Unggahan video Thomas Djamaluddin tentang bantahan para penggemar teori FE pun mendapat banyak komentar dari netizen.

“Kalau gini kan enak nih, bisa berdiskusi ilmiah tanpa caci maki 😀 terima kasih buat Prof Djamaluddin yg udah mau meluangkan waktu buat mereka yg penasaran,” komentar Muhammad Ikhwan.

“Gak segalak di sosmed ya kaum FE, cuma manggut2 doang, kelihatan kurang dalam teori FE nya atau sama sekali gak ngerti?” komentar David Nassau

“Semoga kaum FE dapat pencerahan dan kembali ke jalan yang benar.. aamiin..,” komentar Udan Suprihat.

Kamu yang tertarik dengan jawaban Profesor Thomas Djamaluddin bisa melihat di channel Youtubenya atau di blog tdjamaluddin.wordpress.com

Flat Earth Society

Bumi itu datar! Begitu keyakinan Flat Earth Society. Menurut mereka, pernyataan bahwa bumi itu datar (Globe Earth) merupakan rekayasa konspirasi yang diatur NASA dan pemerintah.

Dilansir dari LiveScience, Selasa (21/7/2015), Flat Earth Society adalah komunitas yang benar-benar yakin bahwa bumi itu datar. Menurut mereka, saat berjalan di atasnya, permukaan planet ini nampak dan terasa datar.

Oleh karena itulah mereka menepis semua bukti yang menunjukkan bumi itu bulat. Bahkan soal foto-foto bumi dari luar angkasa. Menurut komunitas ini;

Globe Earth itu tak lebih dari rekayasa konspirasi yang diatur oleh Badan Antariksa NASA dan badan pemerintah lainnya. Sebuah konspirasi tingkat tinggi. Wew!

Para pimpinan Flat Earth Society mengklaim, pendukung mereka makin banyak. Dan terus bertambah 200 orang per tahunnya sejak tahun 2009. Kebanyakan dari mereka adalah warga Amerika Serikat dan Inggris. Tak kenal lelah, mereka memperkenalkan teori bumi datar di internet, wawancara media, dan sosial media.

Detail yang mereka kemukakan memang terdengar absurd dan seperti gurauan. Namun para pendukungnya benar-benar menganggapnya sebagai model astronomi yang lebih masuk akal daripada yang bisa ditemukan dalam buku teks. Singkatnya, mereka tidak sedang membuat lelucon.

Baca Flat Earth Society, penomena komunitas percaya bahwa bumi itu datar!

Continue Reading

Sosialita

Video Keren Tentang Kasih Sayang – Seorang Anak Menangis Karena Ayamnya Mati

Published

on

By

Kasih sayang adalah tentang rasa. Atau bisa disebut sebagai perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada sesuatu. Berbicara soal mengenai kasih sayang tentu tak lepas dari cinta. Oleh karenanya antara kasih sayang, cinta dan kemesraan tak bisa pisah-pisahkan meskipun semua beda pengertian. Sebab semuanya saling berkaitan.

Cinta adalah sebuah perasaan yang ada pada semua mahluk hidup. Cinta atau kasih sayang tidak dapat dipaksakan. Rasa tersebut sangat menyenangkan.

Namun rasa kasih sayang itu akan berubah menjadi rasa sakit dan kesedihan yang tragis karena suatu sebab. Salah satu ketika adanya sebuah perpisahan.

Video ini adalah tentang rasa kasih sayang dari seorang anak pada seekor ayam. Bocah ini menangis penuh kesedihan karena ayamnya mati.

Video ini diupload pada sebuah akun media sosial Facebook milik Tony Bank dan mendapat komentar cukup banyak dari netizen. Rata-rata memberi respon positif. Yang jelas layak ditonton untuk kembali mengetuk hati kita tentang rasa kasih sayang itu sendiri.

Continue Reading

Trending