Benner-Himbauan-BPKAD
Sumpah Janji 1 
KAJEN – Pengambilan sumpah dan janji harus dimaknai sebagai sebuah peristiwa dimana seseorang bersumpah dan berjanji, berkomitmen untuk menerima dan melaksanakan tugas selaku Abdi Negara dan Abdi Masyarakat dengan disiplin dan dedikasi tinggi serta bertanggung jawab di hadapan pimpinan. 
Yang paling penting disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Demikian  sambutan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH, MSi saat mengukuhkan 199 orang PNS dalam acara Pengambilan Sumpah dan JanjiPNS/ASN di lingkungan Pemkab. Pekalongan yang digelar di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan  (18/7).
Dari 199 PNS yang diambil sumpah dan janjinya tersebut, 131 orang dari hasil seleksi formasi umum tahun 2014, 5 orang calon PNS dari Tenaga Honorer Kategori 1, 60 orang dari tenaga honorer kategori 2 dan 3 orang dari formasi khusus.
“Semua PNS disini merupakan orang yang beruntung dan terpilih dari ribuan orang yang menginginkannya, maka bisa menunjukan dedikasi, integritas dan komitmen yang tinggi pada profesi,” pesan Bupati
Lebih lanjut Asip juga mengajak para PNS yang merupakan generasi pertama dari era reformasi birokrasi dengan menggunakan sistem perekrutan CAT (sangat transparan dan obyektif) dan dengan berlakunya Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut  untuk memaknai sumpah dan janji ini sebagai awal baru dalam episode kehidupan masing-masing.
“Karena mulai hari ini Saudara semua telah sepakat “Menggadaikan” sebagian kebebasan hidup Saudara untuk menjadi  Aparatur Sipil Negara secara penuh yang terikat oleh aturan dan norma,” jelasnya.
Oleh karena itu, Asip menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan para PNS. Diantaranya, agar para PNS mempelajari dan memahami Undang-Undang tersebut sebagai pedoman utama untuk  menjadi Aparatur yang Profesional.
“Jangan larut dan terjebak pada budaya dan paradigma lama yang negatif tentang birokrasi. PNS harus teguh pada  idealisme dan kreatifitas yang selaras dengan prinsip-prinsip aparatur yang profesional.
Hal lain yang tak kalah pentingnya  adalah penyikapan khusus aparatur pemerintahan atas perubahan paradigma birokrasi pemerintahan, terkait reformasi birokrasi yang mengutamakan dan menuntut kualitas pelayanan prima kepada Masyarakat.
Disamping itu,  Profil Aparatur (PNS) yang dibutuhkan di masa mendatang berhubungan erat dengan profil pemerintahan di masa mendatang, yaitu PNS yang memiliki tata nilai baru yang sesuai dengan kebutuhan etika publik, mampu beradaptasi terhadap cepatnya arus perubahan, dan menjadi PNS yang profesional, termasuk juga harus memiliki jiwa pengabdian dan juga mempunyai jiwa entrepreneur.
Terkait dengan tantangan dan tuntutan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke depan yang semakin komplek, Asip mengajak para PNS untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa PNS memang pantas menjadi Aparatur dengan senantiasa menunjukan kepekaan, kapasitas, kapabilitas dan kredibilitas diri  yang lebih baik.
“PNS harus menjadi insan yang mampu memberi contoh dan teladan baik kepada masarakat serta dapat menempatkan diri, menjaga ucapan, sikap dan perilaku,” ujarnya.
           
Ditambahkan Pemerintah sangat berharap dan menuntut kepada CPNS baru sebagai tenaga muda yang  masih memiliki idealisme untuk mengerahkan segala sumber  daya yang dimiliki untuk membangun Kabupaten Pekalongan.
Dengan mengembangkan kreatifitas dan inovasi serta pengalaman – pengalaman dari daerah lain untuk diaplikasikan di Kabupaten Pekalongan.  Dalam bekerja beranilah berbeda, beranilah “menggila” untuk mewujudkan sebuah karya tanpa bertentangan dengan norma, aturan dan ketentuan yang ada,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pekalongan Bambang Tri Edi P, SH, MH menyampaikan maksud diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Perundang-undangan di bidang Kepegawaian.
“Tujuannya adalah sebagai pengakuan dan janji PNS setelah melalui proses percobaan sebagai Calon PNS,” jelasnya. 
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here