limbah sisa pembakaran batu bara PT. Miki Moto Industies yang di buang secara sembarangan
limbah sisa pembakaran batu bara PT. Miki Moto Industies yang di buang secara sembarangan

Sebuah Pabrik memproduksi penyedap rasa di Kabupaten Batang Jawa Tengah membuang limbahnya secara sembarangan. Bahkan pabrik yang sudah berdiri puluhan tahun ini menjual limbahnya batu bara kepada masyarakat dengan harga Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah per Truk limbah yang berupa sisa pembakaran batu bara.

Kabupaten Batang-Limbah sisa pembakaran batu bara tersebut oleh warga di gunakan sebagai ganti urug tanah, padahal sisa limbah pembakaran batu bara sangat tidak baik dan membayakan bagi kesehatan, terutama pernafasan, namun sejauh ini masyarakat belum mengetahui resiko bahaya dari zat yang di keluarkan oleh limbah pembakaran batu bara.

Begitulah adanya limbah batu bara PT. Miki Moto yang banyak di jual dan di gunakan sebagai bahan urukan oleh sebagian warga di jalan Yos Sudarso, Kecamatan Batang Kota,Kabupaten Batang.

Masyarakat memilih sisa limbah dari pembakaran batu bara, dengan alas an lebih murah dari harga tanah merah atau tanah uruk lainya. Sementara bahaya dari zat limbah batu bara masyarakat banyak tidak tahu.
Untuk mendapatkan limbah sisa pembakaran batu bara, masyarakat juga rela antri untuk membelinya.

Kartiningsih warga setempat mengakui kalau sebagian warga tidak mengetahui bahwa limbah batu bara tersebut merupakan limbah yang berbahaya. Semestinya limbah itu di kelola dengan baik oleh pengelola yang mempunyai ijin khusus.

Namun sejauh ini pihak pabrik mendiamkan saja pada oknum karyawan yang nakal, bahkan petugas terkait sepertinya tutup mata dengan maraknya praktek jual beli limbah berbahaya itu.

Investigasi wartawan Garuda Citizen menemukan, ada beberapa titik yang di gunakan sebagai tempat pembuangan limbah tersebut. Yakni di Desa Kedung Widuro Klidang Lord an Klidang Kidul. Selain di gunakan untuk pengganti tanah urugan di pemukiman warga, limbah ini juga di banyak gunakan untuk urugan di sejumlah perusahaan galangan kapal yang berlokasi di pinggiran sungai Klidang.

Sehingga banyak limbah batu bara yang masuk kedalam sungai sambong yang terbawa arus hingga mengendap di pantai.

Sialnya PT.Miki Moto Industries saat hendak di konfirmasi tentang limbah itu, pihak pengusaha tidak mau memberikan jawaban, bahkan mengusir wartawan yang hendak konfirmasi.  (Slamet Martoyo)