SLEMAN, garudacitizen Balai Pelestarian Cagar Buda (BPCB) Yogyakarta mulai melakukan prapemugaran terhadap Situs Candi Dawangsari yang berada di Dusun Dawangsari Sambirejo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Prapemugaran ini dilakukan dengan diuji coba pasang, setelah dinyatakan layak untuk dipugar nantinya,” kata Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta, Wahyu Astuti, kepada garuda citizen.

Menurutnya, prapemugaran Situs Candi Dawangsari di Kecamatan Prambanan ini telah dikerjakan sejak awal Maret 2016.

“Kami bersama para `steller` (ahli mencocokkan batuan candi) juga berupaya untuk mencari bebatuannya di sekitar lokasi situs,” katanya.

Di katakan, proses prapemugaran ini, di antaranya dengan melakukan uji coba memasang atau menjodohkan bebatuan yang telah ditemukan.

“Proses ini dilakukan dengan memberikan nomor-nomor batu sesuai pasangannya, kemudian dibersihkan, diuji coba pasang lalu baru dipugar. Diupayakan dikembalikan bangunannnya seperti semula,” paparnya.

Situs Candi Dawangsari yang letaknya berdekatan dengan Candi Barong tersebut, saat ini memang kondisinya masih berupa batu yang berantakan.

Bangunannya berupa candi, yang ada stupa. “Bentuk bangunan dengan stupa ini menjelaskan bahwa situs ini peninggalan agama Buddha,” ucapnya.

Selain melakukan prapemugaran di Candi Dawangsari, BPCB Yogyakarta juga sedang mengerjakan pemugaran beberapa candi, yakni Candi Cetho, serta Kedulan.

“Sedangkan Candi Kedulan rencananya pada 2017 mendatang akan dipugar candi utamanya. Candi Kedulan sempat sekitar dua kali terkena dampak erupsi besar Gunung Merapi, terlihat dari lapisan tanahnya yang memendam bangunan candi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPCB Yogyakarta, Winston S D Mambo juga menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan registrasi seluruh batu Candi Perwara di kompleks Candi Prambanan.

Regiatrasi dilakukan agar antar candi tidak tertukar bebatuannya untuk kemudian satu per satu dipugar dikembalikan seperti semula.”Satu persatu candi diteliti.

Peripihnya termasuk, kemarin baru dua Perwara yang diteliti. Untuk kemudian ke depannya diambil suatu kesimpulan, apakah peripihnya antar candi yang sama atau tidak,” katanya.(Arintoko)

loading...