Sungai Code dan Winongo meluap hingga merendam puluhan rumah rumah yang berda di sekitar bantaran. Wali Kota menghimbau agar warga selalu waspada di mungkinkan terjadi luapan menyusul meski tidak hujan.

 

Yogyakarta – Warga Kota Yogyakarta yang tinggal di seluruh bantaran sungai diminta terus mewaspadai potensi luapan sungai, baik yang terjadi akibat hujan lokal maupun meningkatnya debit air dari arah hulu.

“Kondisi cuaca saat ini masih memungkingkan terjadinya hujan yang sangat lebat sehingga salah satu dampaknya adalah meningkatnya aliran sungai hingga berpotensi menimbulkan luapan ke permukiman warga di bantaran.

Oleh karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Minggu kemarin..

Menurut Haryadi, warga yang tinggal di bantaran sungai perlu mengetahui karakter sungai sehingga bisa menentukan langkah yang harus dilakukan terutama saat debit air meningkat.

Pada Sabtu (12/3) malam, kondisi Kota Yogyakarta tidak hujan namun terjadi luapan air Sungai Code dan Winongo hingga masuk ke permukiman bahkan merusak sejumlah infrastruktur seperti jembatan, talud hingga rumah warga.

Luapan terbesar terjadi di Sungai Winongo. “Meskipun Kota Yogyakarta tidak hujan, namun jika hulu atau bagian tengah sungai hujan lebat dan terjadi kenaikan debit air, maka warga harus segera waspada,” katanya.

Sedangkan untuk kerusakan yang terjadi akibat luapan air sungai pada Sabtu (12/3) malam, Haryadi mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta masih melakukan penanganan darurat sekaligus pendataan kerusakan.

“Saya sudah minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta untuk melakukan pendataan dan terus mengirimkan logistik yang dibutuhkan warga terdampak,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan terdapat 1.745 jiwa yang terdampak luapan air sungai namun tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut.

“Dari data sementara, ada dua rumah warga yang hanyut akibat terseret arus sungai serta kerusakan jembatan di Jatimulyo dan talud rusak di Ngupasan, Purwokinanti dan Surokarsan, ” kata Agus menyebut seluruh korban sempat mengungsi namun sudah kembali ke rumah masing-masing.

Pada Minggu (13/3), warga yang terdampak luapan air Sungai Winongo kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa banjir yang meninggalkan endapan lumpur di dalam rumah.

Sementara itu, Koordinator Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Oleg Yohan mengatakan, warga di bantaran Sungai Winongo masih membutuhkan bantuan logistik dan selimut. “Korban terbanyak dari luapan Sungai Winongo berada di Bener RW 4 yang mencapai 1.200 jiwa,” katanya. (Arintoko)

loading...