Connect with us

Berita

11 Purnama, 3 Pemain Togel Dijebloskan ke Tahanan

Published

on

FaseBerita.ID – Dalam 11 putnama, sebanyak tiga pemain togel dijebloskan ke tahanan selama kepejabatan Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, Iptu Nur Istiono.

Nur Istiono dikenal menumpas dan berani menahan sejumlahpemain togel yang cukup tersohor di kota Siantar.

Padahal beberapa waktu ini, para pemain Togel Siantar tersebut sudah ditahan masyarakat ‘anti hukum’. Tetapi, selama masa kepemimpinannya, Perwira Polisi bertingkat balok dua emas itu menahan 3 pemain Togel yang cukup tersohor dan saat ini sudah mendekam di tahanan.

syair hk
Sumber: gopos.id

Deretan pemain judi togel yang berhasil dibongkar Nur Istiono beberapa diantaranya, Edi Sarli Pandiangan, yang telah menjalani jatuhan hukuman oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar, selama 12 bulan penjara.

Salah seorang pemain besar Togel lainnya ialah Rudi Tanjung, yang beberapa waktu ini seolah bebas bergerak tanpa satu kali pun terjerat hukum.

Rudi ditangkap polisi sesudah dua juru tulisnya yang terlebih dahulu ditahan ‘buka suara’. Keduanya mengatakan, bahwa mereka membayar hasil penjualan Togel ke Rudi Tanjung.

Kemudian, terdapat nama Jono Silalahi. Pemain Togel yang cukup terkenal di Siantar ini ditahan personel Sat Reskrim serta beberapa penulis dengan koordinator lapangannya.

Yang paling akhir, di bawah petunjuk Nur Istiono, personel Sat Reskrim Polres Pematang Siantar juga menahan eks Ketua DPRD Kota Pematang Siantar Eliakim Simanjuntak dan mantan anggota DPRD, Rudolf Hutabarat.

Kemudian daripada itu, Nur Istiono juga berhasil membongkar sejumlah kasus kriminal, entah itu pencurian alat trasportasi bermotor, jambret, gambling dan dengan tindak pidana penindasan hingga pembantaian.

Salah satu kasus kejahatan menonjol yang berhasil dibongkar adalah pembantaian Vecky Erwanto Damanik (35) nama samaran dari Uwan Damanik meninggal dunia, Sabtu (28/9/2019) lalu.

Polisi menahan tersangka bernama Suheri, yang mengaku memperoleh bisikan gaib sebelum membunuh Uwan Damanik selisih 3 hari setelah kejadian tersebut.

Personel Sat Reskrim jabatan Nur Istiono menahan spesialis Curanmor kota Siantar yang telah bolak-balik masuk sel, ialah Fijai Hanafi (33) dan penerimanya Wandra Gultom (43).

Waktu itu, Fijai Hanafi ditembak pada bagian kakinya akibat mencoba menentang petugas. Tetapi, Iptu Nur Istiono mohon diri sesudah dipindah sebagai Panit 2 Unit 5 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumut. Kedudukannya saat ini digantikan AKP Edi Sukamto, yang sebelumnya berpangkat Kasat Reskrim Polres Nias Selatan.

“Atas berusainya tugas saya sebagai kasat Reskrim Siantar, saya undur diri dan setelah itu ungkap Nur Istiono, Sabtu (20/6/2020).

Beliau juga menyampaikan terimakasih kepada rekan-rekan media, khususnya Tim Cobra yang baru saja terbentuk.

“Terimakasih untuk kawan-kawan beberapa saat ini. Meminta maaf atas kesalahan dan kekuranngan, baik direncana atau pun tidak. Tali persaudaraan kita akan kita jaga dan apabila saya sampai di sana kita tetap berinteraksi ya. Dan kawan-kawan datang pergi ke Polda Sumut, jangan lupa informasi saya,” ucap Nur. (Mag-03)

Sumber: faseberita.id

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending